Aku Benci Mencintai Dia!!!

Aku Benci Mencintai Dia!!!
Bab 23


__ADS_3

Sudah hampir seminggu mas Pras pergi.Dan malam tadi Ia mengatakan jika Ia akan pulang hari ini.Aku sangat senang menyambut kedatangan nya.Aku tidak sabar untuk bertemu dengan suami Ku.


Hari ini Aku akan masak masakan kesukaan mas Pras.Pasti selama di sana Ia telat untuk makan karena terlalu sibuk.Aku ingin pulang nanti mas pras makan yang banyak.Ia pasti sangat senang melihat masakan kesukaan nya.


Aku sengaja bangun lebih awal untuk menyiapkan semua nya.


Setelah selesai memasak,Aku pun bersiap menuju bandara.Aku sudah berjanji ingin menjemput mas Pras ke bandara.Awal nya mas Pras menolak ku dengan alasan takut aku lelah menyetir sendiri.Tapi setelah bujuk rayu ku akhir nya Mas Pras mengiyakan nya.


Setelah kurang lebih satu jam perjalanan,akhir nya Aku tiba di bandara.Aku bergegas turun dari mobil.Dari kejauhan Aku melihat mas Pras sudah menunggu Ku.


"Mas,,,"Ucap ku sambil melambaikan tangan.


Mas Pras pun melambaikan tangan pada ku dan tersenyum.


Aku pun mendekati nya dan langsung memeluk nya.


"Anin kangen mas,,"Ucap ku pada nya.


"Mas juga kangen sayang."Ucap mas Pras sambil mencium dahi ku.


"Kita pulang sekarang mas??"Tanyaku lagi.


"Iya sayang,,"Ucap mas Pras sambil tersenyum.


"Anin sudah masak masakan kesukaan Mas.Mas pasti suka."Ucap ku pada mas Pras.


"Terima kasih ya sayang,,"Ucap mas Pras sambil tersenyum padaku.


Aku sangat rindu senyuman itu,,


Saat Kami ingin menuju ke parkiran,tiba-tiba terdengar seseorang yang memanggil mas Pras dari kejauhan.


"Pras,,,tunggu."Ucap suara itu.


Seperti nya Aku tidak asing mendengar suara itu.


Itu Davina,kenapa Ia ada di sini.Aku pun menatap mas Pras.Ia hanya diam saja.Terlihat mas Pras jadi gugup dan salah tingkah.


"Davina,,dari mana Kamu??"tanya mas Pras pada nya.

__ADS_1


"Kamu dari mana Pras??baru pulang juga ya??"ucap Davina lagi.


"Iya aku baru saja tiba dari Swiss ada kerjaan di sana seminggu ini."Ucap mas Pras pada Davina.


"Waah,,bisa kebetulan gitu ya.Aku juga dari sana.berarti tadi kita satu pesawat ya."Ucap Davina sambil tertawa.


"Kenapa Aku tidak melihat Mu ya,,"Ucap nya lagi.


Terlihat muka mas Pras salah tingkah.Ia tak tahu harus menjawab apa.Ia melihat ke arah ku.


Deg,,,


Jadi Davina juga dari Swiss,Dan kata Davina tadi mereka satu pesawat.Apakah ini suatu kebetulan saja,atau ini hanya sebuah drama yang mereka buat.


"Jadi kalian satu pesawat tadi??"Tanyaku pada mereka.


"Eh,begini sayang.Tadi Kami tidak bertemu di pesawat.Kebetulan saja mungkin satu pesawat."Ucap mas Pras dengan gugup.


"Bisa kebetulan begitu ya,,Ucap ku sambil tersenyum.


"Ya apa saja bisa kebetulan di dunia ini.Seperti Aku dan Pras yang akhir nya bertemu lagi."Ucap Davina sambil tersenyum.


Apa maksud omongan wanita ini??Ia seperti nya sengaja ingin membuat Aku panas dengan omongan nya.


Kamu harus tenang dalam menghadapi wanita seperti ini.


"Iya sih,tapi sayang nya di saat Kalian bertemu lagi,Mas Pras sudah menjadi milik ku."Ucap ku sambil memeluk mas Pras.


Terlihat raut kesal di wajah Davina.


"Ya sudah kalo begitu.Ayo sayang kita pulang.Aku sudah masak enak buat mu sayang."Ucap ku pada mas Pras sambil tersenyum.


Mas Pras hanya mengangguk.Entah mengapa Ia jadi pendiam setelah wanita ini tiba.


"Pras,,Aku boleh ikut.Kan satu arah ke arah rumah ku jalan ini.please,,"Ucap nya pada mas Pras.


Mas Pras hanya diam,Ia menatap ke arah ku.


"Maaf Davina,Aku ingin berdua dengan suami ku.Dan Aku tidak ingin di ganggu,,"Ucap ku pada nya sambil tersenyum.

__ADS_1


Terlihat muka kesal dari diri Nya.Ia pun menatap ke arah mas Pras.Mungkin Ia ingin mas Pras membela nya.


"Davina,Kamu naik taxi saja ya.Atau mau aku pesan kan??"tanya mas Pras lagi menawarkan diri.


"Kenapa harus mas yang memesan kan nya??bukan kah Ia bisa berjalan ke sana sendirian."Ucap ku lagi.


Lagi-lagi mas Pras terdiam dan salah tingkah.


"Bukan begitu Nin maksud mas,,Ya sudah mari kita pulang."Ajak nya pada ku.


Mas Pras tidak bisa berkata apa-apa lagi.


Aku dan mas Pras pun meninggalkan Davina sendiri yang masih kesal melihat Ku dengan mas Pras.


Sepanjang perjalanan pulang,Aku mendiami mas Pras.Jujur ada sedikit kecurigaan ku dengan mereka berdua.


"Anin,,kenapa Kamu diam saja??"Tanya mas Pras pada ku.


"Anin tidak habis pikir mas,mas bisa kebetulan begitu ya dengan Davina."Ucap ku lagi.


"Jadi Kamu mencurigai Ku lagi??"Ucap mas Pras pada ku.


"Jelas Aku mencurigai Mu Mas,Karena wanita itu sama tujuan nya dengan Mu.Dan selama Kamu di sana,Kamu terlalu sibuk untuk di hubungi."Ucap ku lagi.


"Aku sudah bilang kan,jika Aku sibuk kerja."Ucap mas Pras tetap pada pendirian nya.


"Ya semoga saja itu benar mas.Aku memang tidak bisa memantau mas kemana saja mas pergi.Tapi Kalo mas berbuat yang tidak-tidak,suatu saat pasti semua nya akan ketahuan."Ucap ku lagi.


"Tolong jangan mencurigai Aku Anin.Aku capek!!!"Ucap mas Pras lagi.


Aku pun hanya terdiam.Aku malas untuk berdebat lagi.


Aku tahu jika ini bukan kebetulan.Karena perasaan ku tidak enak saat ini.Ada perasaan sedih dalam hati ku.Mas Pras berbohong lagi pada Ku.


Ia belum bisa lepas dari wanita itu.Dan wanita itu juga bukan wanita sembarangan,Ia terlalu licik dan sangat berani.Bahkan Ia berani terang-terangan di depan ku menunjukan bahwa Ia masih menyukai Mas Pras.


Aku tidak boleh gegabah menghadapi wanita seperti ini.Aku tidak boleh kalah dari Davina.Aku tidak akan membiarkan nya menganggu rumah tangga Ku.


Aku harus bermain cantik.

__ADS_1


Aku ikuti permainan Kalian berdua!!!!


*****


__ADS_2