
Bagaimanakah kabar diriku? Baik-baik saja
Sedikit ku takjub, namun, nyatanya sudah kuduga
Kau yang ke sana-kemari, kau anggap aku tak cukup
Semua kesempatan dan langkahku coba kau tutup
Tutur batinku tak akan salah
Silakan pergi, ku tak rasa kalah
Namun, percayalah, sejauh mana kau mencari
Takkan kau temukan yang sebaik ini.
Alunan lagu menemani ku di siang hari ini.Ada perasaan haru mendengar lirik lagu ini.
Lirik nya sangat pas dengan diri ku saat ini.
Aku tidak boleh lemah,,Aku harus kuat.
Tuhan memberikan cobaan pada ku karena Ia tau jika Aku kuat.
Mungkin butuh waktu untuk mengembalikan mas Pras seperti sedia kala.
Tidak ada proses yang instan,,semua nya butuh waktu.
Tak jauh dari mobil ku,Aku melihat mobil mas Pras.
Ia sedang berhenti di depan sebuah toko bunga.
Tak lama kemudian terlihat mas Pras keluar dari toko tersebut dan masuk ke dalam mobil sambil membawa buket bunga.
Untuk siapa bunga itu??
Aku mencoba mengamati mobil tersebut dari dekat.
Tapi tak terlihat oleh ku.
Tak lama kemudian mobil nya berjalan dan mulai menelusuri jalan.
Aku pun langsung bergerak mengikuti mobil tersebut.
Mau kemana dia???
Aku terus mengikuti nya.
Aku mencoba menelpon nya untuk menanyakan di mana keberadaan nya.
Terdengar panggilan telepon.
Tak lama kemudian Ia pun mengangkat telepon nya.
"Halo nin,,ada apa??"Tanya nya pada ku.
"Mas lagi di mana sekarang??"Tanya ku pada nya.
"Aku lagi di kantor.Ada apa??"Tanya nya pada ku.
Ternyata Ia berbohong pada ku.
"Tidak,Aku hanya ingin mengajak mas untuk makan siang."Ucap ku pada nya.
"Aku lagi sibuk.Nanti sore saja bagaimana??"Tanya nya pada ku.
"Baik lah mas,jangan lupa makan siang."Ucap ku pada nya.
Tak lama kemudian telepon pun terputus.
Aku terus mengikuti mobil mas Pras.Seperti nya Ia ingin menemui wanita itu.
__ADS_1
Seperti nya mobil mas Pras menuju ke kantor Davina.
Apakah Ia akan menjemput Davina??
Aku sengaja memarkirkan mobil ku jauh dari mas Pras.Agar tidak kelihatan dengan mas Pras.
Aku lihat mas Pras turun dari mobil.Aku pun bergegas turun dari mobil dan mengikuti nya.
Tak jauh dari sana terlihat Davina menunggu mas Pras di sana.
Ia menyambut mas Pras dengan senyuman.
Ternyata Ia benar-benar menemui wanita itu.
Aku pun mendekati mereka.
"Apakah meeting nya pindah ke sini mas??"Ucap ku pada mas Pras.
Terlihat raut wajah kaget mas Pras saat melihat ku.
"Anin,,kenapa Kamu bisa di sini??"Ucap nya pada ku.
"Kenapa memang nya jika Aku di sini mas??Mas takut terganggu??"Tanya ku pada nya.
"Mau apa lagi Kamu di sini??"Ucap Davina pada ku.
"Kamu mau membuat masalah lagi dengan ku??"Tanya nya lagi pada ku.
"Aku tidak mempunyai urusan dengan Mu."Ucap ku pada nya.
"Pras,Wanita ini yang membuat ku dalam masalah saat ini."Ucap Davina pada mas Pras.
Terlihat mas Pras hanya terdiam.
"Kenapa Kamu diam saja Pras,Kamu tidak tau apa yang sudah Ia perbuat pada ku."Ucap Davina lagi.
Aku tersenyum pada Davina.
"Kamu itu ya tidak tau malu,sudah mau di tinggal kan oleh Pras.Masih juga mencari masalah."Ucap nya pada ku.
"Apa Kamu yakin??"Tanya ku pada nya.
"Kamu lupa apa yang terjadi dengan ku??"Ucap nya pada ku.
"Dav,,cukup."Ucap mas Pras pada wanita itu.
"Kamu tidak lihat semua orang melihat kita."Ucap nya lagi.
"Kamu cepat usir dia dari sini Pras."Ucap nya lagi.
Aku menunggu apa yang akan mas Pras lakukan pada ku.
"Anin,,sebaik nya Kamu pulang."Ucap mas Pras lagi.
"Kamu lebih memilih untuk membela wanita itu mas??"Tanya ku pada nya.
Aku tidak menyangka mas Pras membela wanita itu di depan ku.
Tenang Anin,,tenang,,,
"Bukan begitu Anin,,cuma Aku tidak ingin bertengkar di sini."Ucap nya lagi.
"Kalo begitu Kamu pulang dengan ku mas."Ucap ku pada nya.
Terlihat mas Pras terdiam lagi.
Mungkin saat ini Ia bingung harus melakukan apa.
"Hei Kamu dengar tidak,Pras sudah menyuruh mu pergi."Ucap nya pada ku.
"Aku mau mas pulang dengan ku mas."Ucap ku sambil menarik tangan mas Pras.
__ADS_1
Entah kenapa kali ini Aku tak rela melihat mas Pras bersama wanita ini.
Mas Pras menghempas kan tangan ku.
"Anin kamu dengarkan Aku,cepat pergi dari sini."Ucap nya pada ku.
Tanpa terasa air mata ku mengalir di pipi ku.Aku merasa kecewa melihat perlakuan mas Pras pada ku.
"Apa yang terjadi di sini??"
Tiba-tiba Ghian ada di hadapan Kami.Mungkin Ia mendengar dari orang-orang jika Kami sedang bertengkar di depan kantor.
"Pak Ghian,,tidak ada apa-apa pak."Ucap Davina gugup.
"Ada apa ini Dav??Kamu masih ingat kan yang kita bicarakan di ruangan tadi??"Ucap nya pada Davina.
"Iya pak,,saya tau."Ucap Davina pelan.
Rasakan,,,
Aku senang melihat Ia seperti itu saat ini.Tak ada lagi kesombongan dari diri nya pada diri ku.
"Dan Anda,saya minta jangan membuat kegaduhan di sini."Ucap Ghian tiba-tiba pada mas Pras.
"Maksud Anda apa??"Ucap mas Pras pada nya.
Terlihat wajah mas Pras tidak senang saat Ghian bicara seperti itu pada nya.
"Aku sudah tau apa masalah kalian."Ucap nya lagi pada mas Pras.
"Tau apa Kamu tentang ku??"Tanya mas Pras pada nya.
"Pras,,,please,,,"Ucap Davina pada mas Pras.
Mungkin Ia sedang berusaha membujuk mas Pras untuk tidak berdebat dengan Ghian.
Tapi mas Pras tidak mendengar kan nya.
"Aku cuma mengingat kan,jangan pernah kamu menyia-nyiakan orang yang selama ini ada untuk mu.Atau nanti Kamu akan menyesal."Ucap nya sambil berlalu dari mas Pras.
Aku tidak percaya dengan apa yang baru saja ku dengar.
Lelaki itu seperti nya sedang membela ku.
"Heii,,Maksud mu apa??"Teriak mas Pras pada nya.
Tapi laki-laki itu tidak memperdulikan nya.
"Pras,,tolong jangan membuat mu tambah masalah di kantor ini."Ucap Davina lagi.
"Anin,,ada hubungan apa Kamu dengan lelaki itu??"Tanya mas Pras pada ku.
Apa saat ini mas Pras lagi mencurigai ku???
Seperti nya ini kesempatan ku untuk memanasi nya.
"Itu bukan urusan mas.Urus saja wanita mas yang tidak tau malu ini!!"Ucap ku sambil meninggal kan nya.
"Anin tunggu,,Aku belum selesai bicara."Teriak mas Pras.
Aku tidak perduli dengan teriakan mas Pras.
Aku sengaja membuat Ia penasaran dengan ku.
Agar Ia bertanya-tanya ada hubungan apa Aku dengan Ghian.
Biarkan saja,,,
Permainan baru saja di mulai mas,,,
*****
__ADS_1