
Aku emosi mendengar cerita Davina tadi,ternyata Anin bermain di belakang ku dengan lelaki lain.Anin,,Aku kira kamu benar-benar wanita polos,,ternyata Kamu sama saja dengan wanita lain nya yang gampang tergoda dengan laki-laki yang kaya.
Masih teringat jelas perkataan Davina tengah Ghian CEO tempat Davina bekerja.Aku pernah melihat profile laki-laki itu.Ia adalah seorang pengusaha yang sukses,tampan dan banyak di kagumi oleh wanita.Mungkin jika Ia ingin dekat dengan wanita,Ia tinggal menunjuk saja wanita mana yang ingin Ia dekati.
Di mana Anin bisa kenal dengan nya.Aku tahu Anin jarang ke luar rumah,bahkan setiap Ia bepergian Aku selalu tahu tujuan nya pergi.Lantas dari mana Ia bisa kenal dengan laki-laki itu.
Jika itu adalah teman baik nya,kenapa Ia tidak pernah bercerita pada ku.Aku selalu tahu siapa saja teman-teman nya.Dan setelah Ia menikah dengan Ku Ia sudah tidak pernah berkomunikasi lagi dengan teman-teman nya.Demi menjaga perasaan ku.
Aku pun tiba di rumah,Ku lihat mobil Anin sudah terparkir di garasi mobil.Ternyata Dia sudah pulang.
Aku pun masuk ke dalam dan langsung mencari nya.Di kamar Ia tidak ku temukan,,Ke dapur pun Ia tak ada.Kemana Ia pergi??
"Bi,Anin mana???"tanya ku pada Bibi.
"Nyonya ada di ruang kerja Tuan."Ucap bibi pada ku.
Aku pun berlalu dari Bibi.Dan menuju ruang kerja ku.
Anin kaget melihat ku yang tiba-tiba muncul di depan nya.Ia sedang membongkar lemari berisi buku-buku nya yang Ia simpan di ruang kerja ku.
"Apa yang Kamu cari??"Tanya ku pada nya.
"Tidak ada,,hanya mau merapikan nya saja."Ucap nya acuh pada Ku.
"Kamu kemana tadi??kenapa tidak pamit pada ku??"Ucap ku lagi.
Ia hanya diam,,
"Anin Aku tanya,,Kenapa Kamu pergi tidak pamit dengan Ku???"tanya Ku lagi.
Ia pun berdiri dan menatap ku.
"Kenapa memang nya mas??Apa jika Anin pamit pada Mas,mas akan mengijinkan Anin untuk bertemu wanita itu???"tanya nya pada ku.
"Buat Apa Kamu ke kantor Dia??Kamu kurang kerjaan."Ucap ku lagi.
Anin hanya tertawa.
"Mas bilang biar apa??Mas tahu tidak jika perasaaan Anin sakit tahu mas bersama Dia saat di Swiss kemarin."Ucap Anin pada ku.
"Kamu jangan menuduh ku,Kamu tidak punya bukti nya."ucap ku lagi.
Aku masih juga mengatakan jika Aku tidak bersama Davina di sana.Jujur Aku takut Anin akan bercerita kepada Kinan tentang ini.Aku tahu Anin suka curhat kepada Kinan.Dan Kinan juga pernah mengingat kan Aku untuk menjauhi Davina.
__ADS_1
Jika Kinan tahu masalah ini,Ia pasti akan bercerita kepada Papi dan Mami,dan Papi dan Mami akan marah besar pada Ku.Papi dan Mami sangat menyayangi Anin.Mereka sudah menganggap Anin seperti anak mereka sendiri.
Mereka sering mengingati Ku untuk tidak menyakiti Anin,karena Anin adalah anak yatim piatu.Bahkan saat dulu Aku ingin menikahi Anin,orang tua Ku tidak mempermasalahkan sttus sosial Anin yang tidak punya siapa-siapa.Papi dan Anin langsung bisa menerima Anin apa ada nya.Bahkan sangat menyayangi Anin.
Anin pun tertawa lagi,,,
"Dia sudah mengakui nya Mas,,Anin kecewa dengan mas,Mas sudah berkhianat!!"Ucap nya pada ku.
"Lantas bagaimana dengan Kamu??bukan kah kamu seperti itu juga??"tanyaku emosi dengan nya.
"Maksud mas apa??"tanya Anin pada Ku.
"Ada hubungan apa Kamu dengan lelaki itu??"Tanya ku lagi.
"Lelaki mana mas??tolong jangan menuduh Anin yang tidak-tidak mas!!!"Ucap Anin marah.
"Bukan kah Kamu ada hubungan dengan CEO itu??"tanya ku pada nya.
"Ternyata wanita itu selain tidak tahu malu,juga suka memfitnah ya mas."Ucap Anin tertawa.
"Jangan mengalihkan pembicaraan.Jelaskan pada Ku,Ada hubungan apa Kalian berdua??"Tanya Ku pada Anin.
"Anin tidak murahan seperti Dia mas,,"Ucap Anin sambil ingin beranjak pergi dari ku.
"Jangan menghindar dari Aku nin,Aku ingin tahu dari mana Kamu mengenal laki-laki itu!!!"tanya ku lagi.
"Anin tidak mengenali nya!!!"Ucap Anin lagi pada ku.
"Kamu berbohong pada Ku Anin,,"Ucap ku lagi.
"Yang berkhianat itu mas,,bukan Anin!!"Teriak Anin pada ku.
Tiba-tiba ponsel ku berbunyi.Terlihat panggilan masuk dari Davina.Dari perjalanan tadi Ia sibuk menelpon ku,tapi tak satu pun aku menjawab panggilan nya.
Entah mengapa tadi Aku meninggalkan nya begitu saja,Aku sudah terlanjur emosi saat mendengar Anin dekat dengan CEO itu.Ada rasa cemburu saat mendengar Davina bercerita tadi.
Aku hanya ingin cepat-cepat sampai ke rumah dan menanyakan pada Anin tentang laki-laki itu.
"Angkat saja mas,,mungkin wanita itu sedang butuh mas."Ucap Anin menyindir ku.
Aku pun langsung mematikan ponsel ku.
"Kenapa tidak Mas angkat???Apa perlu Anin keluar dulu dari ruangan ini agar mas bisa bicara dengan nya??"Anin berucap lagi.
__ADS_1
"Kamu belum menjelaskan apa-apa pada ku Nin."Ucap ku pada nya mengalihkan pembicaraan.
"Kenapa mas tidak mengangkat telepon wanita itu??"tanya Anin lagi.
"Itu tidak penting!!Kamu jelaskan dulu pada Ku siapa laki-laki itu????"tanya ku pada Anin.
"Apa yang harus Anin jelas kan pada mas??Anin tidak kenal siapa lelaki itu."Ucap Anin pada ku.
Aku pun tertawa mendengar perkataan Anin.
"Tidak mungkin kalian bisa akrab jika Kamu tidak mengenal nya.Jangan berbohong pada ku Anin."Ucap ku pada Anin.
"Terserah mas mau bilang apa,yang jelas Anin sudah tidak mempercayai mas lagi!!!"Ucap nya pada Ku.
"Kamu pikir Aku mempercayai mu??"tanya ku pada nya.
"Terserah mas mau percaya Anin atau tidak,yang jelas Anin tidak kenal dengan laki-laki itu dan Anin tidak ada hubungan apa-apa dengan nya."Ucap Anin pada ku.
Aku pun mendekati nya dan menatap nya.
"Kamu tidak berbohong pada mas??"tanyaku pada nya.
"Aku tidak berbohong pada Mu mas!!"Ucap nya lagi.
Entah mengapa Aku sangat tergoda melihat nya. Saat Ia sedang marah seperti ini,Ia begitu cantik.Aku pun mendekati nya dan ingin mencumbui nya.
Tiba-tiba Anin langsung mendorong ku dan menjauhi Ku.Aku kaget melihat reaksi Anin begitu pada ku.Ia tidak pernah menolak ku saat aku ingin mencium nya.
"Kenapa Kamu menghindar dari Ku??"tanya ku pada nya.
"Aku tidak ingin di sentuh lagi oleh mu mas!!!""Ucap nya pada ku.
Anin pun berlalu dan pergi meninggal kan ku.
Deg,,,
Kenapa Ia jadi seperti itu???Apa Ia tidak mencintai ku lagi???
Apa benar Ia ada hubungan dengan CEO itu???
Aku harus mencari tahu!!!!
*****
__ADS_1