
Aku melihat sebuah buket bunga mawar putih di atas meja kerja Ku.Aku mengambil nya,Aku amati apakah ada nama pengirim nya.Tidak ada sama sekali.
Hanya tertulis.
"Untuk Anindya"
"Kamu tidak sendiri,Aku selalu bersama mu."
Dari siapa ini sebenar nya?
Apakah ini dari pak Ghian??Rasa nya tidak mungkin,Ia tidak akan mengirimi buket ini ke meja kerja ku.
Pasti ia akan malu jika seisi kantor tahu jika Ia memberikan bunga untuk ku.
"Ciee,,Anin.Pagi-pagi udah dapat buket bunga aja."Ucap Bu Maura pada ku.
"Pagi buk.Iya buk tapi saya tidak tahu siapa nama pengirim nya buk.Tidak ada di buket ini."Ucap ku masih bingung.
"Udah anggap saja itu fans kamu karena acara kamu kemarin berjalan lancar."Ucap Bu Maura sambil tersenyum.
"Iya buk,saya sangat senang sekali.Ini juga berkat ibu banyak membantu saya.Sekali lagi terima kasih banyak ya buk."Ucap ku pada Bu Maura.
"Sudah kewajiban Saya Anin membantu Kamu,Kamu tahu banyak sekali pesanan busana buatan kamu.Kamu benar-benar luar biasa Anin."Ucap Bu Maura sambil tersenyum.
"Iya Bu,Alhamdulillah sekali.Ternyata banyak yang minat dengan desain busana saya buat."Ucap ku bahagia.
Yang di katakan Bu Maura benar,desain ku banyak yang menginginkan nya.Pesanan pun semakin hari semakin bertambah.Dan Aku tidak pernah menyangka jika Akan seperti.
Allah itu memang maha adil,,
Disaat Aku merasakan kesakitan dan kehilangan.Ia malah telah menyiapkan hadiah besar untuk ku.
Aku memang selalu yakin jika Allah tidak akan selalu membuat ku dalam kesulitan.
Tiba-tiba pak Ghian muncul ke ruangan.
"Pagi semua nya,,"Ucap nya pada ku dan seisi ruangan.
Mata nya tertuju pada buket yang ku pegang.
"Pagi pak."Ucap ku pada nya.
"Wah bunga yang bagus,dari siapa Nin?"Tanya nya pada ku.
Ternyata benar,bunga ini bukan dari pak Ghian.Bukti nya ia saja terkejut dan menanyakan pada ku siapa pengirim bunga ini.
"Tidak tahu pak,tidak ada nama pengirim nya pak."Ucap ku sambil tersenyum.
"Seperti nya kamu mempunyai fans diam-diam di kantor ini."Ucap pak Ghian pada ku.
Aku hanya tertawa mendengar perkataan nya.
Ya bisa jadi aku mempunyai fans diam-diam seperti yang di katakan pak Ghian.
Tak lama kemudian Ia pun keluar ruangan.
__ADS_1
Aku pun melanjutkan pekerjaan ku kembali.
******
Siapa yang mengirimi Anin bunga??
Apakah dari mantan suami nya?Aku rasa tidak.
Seperti nya ada yang diam-diam menyukai Anin di kantor ini.
Mungkin aku bisa melihat cctv kantor ini untuk memastikan.
Aku pun membuka cctv dan melihat keruangan Anin,siapa yang mengirimi Ia bunga.
Hanya terlihat cleaning service yang menaruh bunga tersebut dia meja Anin.Apakah dari dia??
Aku rasa tidak,aku pun melihat lagi cctv ke ruangan lain sebelum cleaning service itu masuk ke ruangan Anin.
Tidak ada terlihat tanda-tanda Ia bertemu seseorang yang memberikan dia buket bunga.
Apa sebaik nya Aku memanggil dia dan bertanya.
Tapi Apakah itu nanti tidak akan membuat Ia jadi berpikir jika Aku memperhatikan Anin.
Sudah lah,,lupakan saja.
Wajar saja jika ada yang suka pada Anin.Itu karena Anin sangat ramah dan sangat ramah pada siapa pun.Jadi wajar jika Orang-orang menyukai nya.
Aku pun melihat lagi cctv melihat ke ruangan Anin.Kenapa dari dulu tidak kepikiran ya melihat Anin dari cctv.
Aku melihat Anin beranjak dari kursi nya,mau kemana dia?
Aku melihat gerak Anin dari satu ruangan ke lorong yang Ia lewati.Ternyata Ia menuju ke kantin.
Mungkin sebaik nya Aku juga makan siang di sana.Sudah lama juga Aku tidak makan siang di sana.
Aku pun bergegas pergi ke kantin.
Tampak semua karyawan kaget saat tahu Aku ada di kantin.Mereka semua menyapa ku.
Aku pun mendekat ke meja ibu kantin dan melihat menu yang ada di sana.
"Eh Tuan Ghian,kenapa gak telepon saja kalo mau makan.Biar saya Antar ke ruangan."Ucap nya pada ku.
"Tidak apa bu,saya sedang ingin makan di sini."Ucap ku sambil tersenyum.
"Tuan mau makan apa Tuan,biar saya ambil kan."Ucap Bu kantin lagi.
Aku pun menunjuk beberapa lauk,setelah itu mata ku mulai mencari sosok Anin.
Ternyata ia duduk sendiri di ujung sana.Aku mendekat ke arah nya.
Belum sempat Aku mendekat ke arah Anin,tiba-tiba Aku melihat seorang pria mendekati Anin.
"Halo mbak boleh saya duduk di sini?"Ucap nya pada Anin.
__ADS_1
"Ya silahkan."Ucap Anin pada nya.
"Terima kasih mbak cantik."Ucap nya pada Anin sambil tersenyum nakal.
Kalo di lihat dari gaya nya aku pastikan jika dia bukan karyawan kantor ini.
Ia seperti nya seorang pengusaha,kalo di lihat dari penampilan nya.
Siapa lelaki itu??
Tidak akan ku biarkan Ia menggoda Anin.
Aku pun mendekat ke meja Anin.
"Hai Anin,,sendiri saja kamu."Ucap ku pada nya.
Anin nampak kaget melihat ku.
"Pak Ghian,bapak makan di sini juga?"Ucap nya pada ku.
"Iya saya lagi ingin makan di sini."Ucap ku sambil duduk.
Aku pun tersenyum pada pria itu.Ia membalas senyum ku.
Tapi kelihatan Ia tidak menyukai kehadiran ku di sini.
"Bapak sudah pesan makanan?"Tanya Anin pada ku.
"Sudah,itu pesanan saya sudah datang."Ucap ku pada Anin.
Ibu kantin datang membawa pesanan ku.Lalu ia menghidangkan makanan di atas meja.
Anin Terlihat kaget dengan pesanan ku.
Aku memang sengaja memesan banyak lauk.Karena hari ini Aku sangat lapar.
Terlihat di meja sudah tersedia Ayam goreng,ikan bakar kecap,udang goreng.lalapan dan sambal.Semua nya kesukaan ku.
"Silakan di makan Tuan."Ucap ibu kantin.
"Terima kasih ibu."Ucap ku lagi.
"Anin,kenapa kamu bengong.Ayo makan."Ucap ku pada nya.
"Apa bapak makan sebanyak ini?"Ucap nya pada ku.
"Ya aku akan menghabiskan semua nya ini.Tentu nya di bantu oleh kamu juga."Ucap ku sambil tertawa pada nya.
Anin bengong mendegar perkataan ku sambil melihat ke arah ku.
Aku pun tertawa melihat muka Anin seperti itu.Ia sangat menggemas kan.
Aku semakin hari semakin menyukai mu.
******
__ADS_1