Aku Benci Mencintai Dia!!!

Aku Benci Mencintai Dia!!!
Bab 90


__ADS_3

Hampir satu jam kami di ruangan sidang,Akhir nya sidang pun selesai.Dan kami akan menunggu jadwal yang akan di tentukan lagi.


Mas Pras benar-benar mempermudah semua proses nya,Ia mengakui kesalahan nya di depan hakim.Dan terlihat juga ia sangat menyesali semua nya.


Saat Hakim bertanya apakah kami ingin mediasi atau tidak,mas Pras pun berkata jika tidak perlu,karena Ia tidak mau mempersulit proses ini.


Terlihat mami terus menangis selama persidangan berlangsung.Bu panti mencoba menenangkan mami di samping nya.


Mami kelihatan begitu sedih karena tahu jika pernikahan ku dan mas Pras benar-benar di ambang perceraian.


Aku mencoba untuk tegar saat persidangan,Aku tidak mau terlihat sedih di depan mas Pras.Beberapa kali air mata ku ingin jatuh namun aku berusaha untuk menahan nya.


"Mi,ayo kita pulang."Ucap mas Pras pada Mami nya.


Terlihat Mami mengangguk pada mas Pras.Terlihat raut wajah Mami masih sedih.


"Anin mami duluan ya sayang,Mami harap Kamu masih mau ke rumah mami,papi dan Kinan pasti sudah rindu juga dengan mu."Ucap Mami pada ku.


"Iya Mi,Anin pasti main ke sana nanti Mi.Anin juga rindu bertemu Papi dan Kinan."Ucap ku pada Mami sambil tersenyum.


Aku tahu dari tadi mas Pras terus menatap ku.Tapi Aku berusaha bersikap biasa saja.


Setelah berpamitan Mami dan mas Pras pun masuk ke dalam mobil dan berlalu dari Kami.


Tinggal Aku dan Ibu panti di parkiran.


Ibu panti langsung memeluk ku.


"Kamu yang sabar ya sayang,,Ibu tahu Kamu anak hebat anak kuat."Ucap ibu panti menahan tangis.


Akhir nya air mata ku jatuh juga.Air mata yang terus ku tahan dari awal persidangan tadi.Akhirnya pecah di pelukan ibu panti.


Aku memeluk ibu panti dengan kuat.Aku tidak bisa membendung lagi kesedihan ku.


Mengapa nasib ku begitu malang,Aku sudah kehilangan kedua orang tua ku.Dan sekarang Aku harus menelan lagi kepahitan kehilangan suami.


Apa Aku memang di ciptakan untuk hidup sendiri??Kuat sendiri,dan harus menahan beban hidup ini sendiri.


Terkadang Aku merasa dunia ini tidak adil untuk Ku.


*****

__ADS_1


Aku berbaring di sofa dengan nafas yang panjang.Hari ini begitu berat untuk ku.


Setelah mengantar Mami,Aku langsung pulang ke rumah.Mami tidak memaksa ku untuk mampir dulu,mungkin Mami tahu jika Aku butuh waktu untuk sendiri saat ini.


Aku memang sengaja menolak untuk melakukan mediasi dengan Anin.Aku tidak mau membuat Ia terluka lagi dengan memperlambat proses perceraian Kami.


Walaupun dalam hati kecil ku masih sangat mencintai nya.Aku tidak mau berpisah dari nya.Mungkin nanti Aku bisa memperbaiki semua nya lagi dari awal.


Kring,,kring,,


Davina menelpon ku.


Aku memang tidak mengangkat telepon nya atau pun membalas pesan nya dari pagi.


Aku sedang tidak ingin di ganggu siapa-siapa saat ini.


"Ternyata memang Kamu sengaja tidak mau mengangkat telepon ku."Ucap Davina tiba-tiba.


Ia sudah ada di hadapan ku saat ini.


"Kenapa Kamu ke sini??"Ucap ku pada nya.


Terlihat bibi mengikuti Davina dari belakang.


"Tidak apa-apa bi."Ucap ku pada bibi.


"Hei,kamu lupa jika Aku adalah calon istri Pras.Jadi Aku bebas untuk masuk ke rumah ini.Aku juga majikan mu."Ucap Davina pada bibi.


"Maaf nona,Majikan saya cuma Tuan pras dan Nona Anin.saya permisi dulu Tuan."Ucap bibi pada ku dan berlalu dari ku dan Davina.


Aku tersenyum dalam hati.Aku tidak menyangka jika bibi berani berkata seperti itu pada Davina.


"Berani-berani nya kamu berkata seperti itu pada ku.Lihat saja nanti Kamu akan saya pecat!!"Ucap Davina marah pada bibi.


"Dav,,berhenti lah untuk berteriak di sini.Aku tidak mau ada keributan."ucap ku pada Davina.


"Aku mau kamu memecat pembantu itu.Aku tidak mau jika nanti kita tinggal bersama masih ada dia di sini."Ucap Davina pada ku.


"Hei,siapa yang mau mengajak mu tinggal di sini."Ucap ku pada Davina.


"Apa maksud mu??apakah kamu tidak mau membawa ku ke rumah ini?"Ucap Davina pada ku.

__ADS_1


"Aku sudah pernah bilang dengan mu jika ini adalah rumah Anin.Dan aku tidak akan mengambil ini dari nya.Apa yang ada di sini adalah milik nya."Ucap ku pada Davina.


Davina menatap ku dengan tatapan tajam.


"Kamu masih saja peduli dengan nya.Bahkan kamu memberikan rumah ini untuk nya.Apakah ini tidak berlebihan?"Ucap Davina lagi.


"Berlebihan?apa nya yang berlebihan?Aku mendapatkan semua ini karena dukungan nya.Ia yang selalu menemani Aku dalam senang dan sedih ku.Jadi sudah sepantas nya Aku memberikan semua ini dengan nya."Ucap ku panjang lebar.


"Lalu kita akan tinggal di mana jika kita sudah menikah nanti?"Tanya Davina lagi pada ku.


Davina memang tidak pernah mengerti Aku,sangat berbeda dengan Anin.Anin selalu bisa membaca suasana hati ku.


Disaat Aku sedang terpuruk seperti ini,Ia suka membahas hal yang tidak penting.


"Seperti nya aku sedang tidak ingin membahas itu sekarang ini.Proses perceraian ku juga belum selesai."Ucap ku pada nya.


"Setiap Aku membahas ini Kamu selalu mengalihkan nya,Sampai kapan kamu mau menghindar Pras?"Tanya Davina.


Seperti nya Ia mulai emosi lagi.


"Dav,setelah sidang ku putus nanti,Kita akan bicarakan lagi tentang ini.Aku lagi ingin tenang saat ini."Ucap ku pada Davina.


Aku berharap Ia akan mengerti posisi ku saat ini.


"Apakah kita akan langsung menikah?Tanya Davina lagi.


"Liat nanti Dav,Aku belum mau membahas nya."Ucap ku lagi.


"Aku harap kamu tidak lupa dengan janji mu Pras,Aku harap Kamu tidak memberi harapan dengan ku."Ucap Davina lagi.


Aku hanya mengangguk.


"Aku ingin beristirahat Dav,kepala ku pusing."Ucap ku pada nya.


"Baik lah beristirahat lah,Aku akan pulang."Ucap Davina dengan ku sambil berlalu.


Terlihat Ia kesal dengan ku.Biarkan saja Ia seperti itu.


Aku memang sengaja mengulur waktu.Jujur Aku ingin lepas dari Davina saat ini.


Aku tidak ingin menikah dengan nya.Aku ingin memperbaiki semua nya dengan nya Anin lagi.

__ADS_1


Aku harus mencari cara agar Davina lelah dengan ku dan akhir nya menyerah pada ku.


*****


__ADS_2