
Prang,,,
Davina membanting sebuah gelas ke hadapan ku.
Kali ini Ia marah lagi pada ku,karena berita-berita di kantor nya tentang Aku yang mencegat Anin kemarin.Ternyata ada yang melihat kami kemarin.
Aku beranjak dari kursi dan mulai memungut pecahan kaca yang berserakan di lantai.
Tak ada reaksi dari Davina.Ia hanya menatap ku dengan tajam.
"Apa kamu masih ingin memecahkan nya?jika masih ingin Aku tidak akan membereskan nya dahulu."Ucap ku pada nya dengan tenang.
Entah kenapa Ia berubah seperti ini,dahulu Davina tidak pernah bersikap arogan seperti ini.Ia selalu bisa tenang setiap kali kami ada masalah.Tapi semakin ke sini Ia semakin bersikap tidak baik yang membuat ku tidak nyaman.
"Sampai kapan kamu menyakiti ku Pras??apa yang harus aku perbuat agar kamu bisa menjauhi wanita kampungan itu."Ucap Davina setengah berteriak pada ku.
Aku hanya diam dan terus memunguti pecahan kaca di lantai.
"Apa kamu ingin melihat ku mati dahulu baru kamu bisa percaya jika aku benar-benar sakit Pras."Ucap nya pada ku.
Aku pun beranjak bangkit dan menghampiri nya.
"Apa kamu pikir jika Kamu seperti itu akan menyelesaikan masalah?"Tanya ku pada nya.
"Biar kamu puas Pras!!Kamu mau aku seperti itu??"Tanya nya berteriak pada ku.
"Cukup Davina,,cukup!!Aku muak mendengar ancaman mu."Ucap ku berteriak pada nya.
Ia terdiam mendengar bentakan ku.
Jujur aku selalu menahan emosi setiap berhadapan dengan Davina.Ia selalu menguji kesabaran ku.
"Aku sudah katakan berhenti menemui wanita kampungan itu.Kamu sudah ingin menikah dengan ku Pras.Jadi jangan membuat hal yang tidak-tidak."Ucap nya marah pada ku.
Davina memang sangat marah jika Aku menemui Anin,padahal Ia tahu jika Aku dan Anin masih sah sebagai suami istri.Tapi Ia seolah-olah yang tersakiti.
"Dia masih istri sah ku."Ucap ku pelan pada Davina.
Ia menatap ku dengan marah.
"Maksud mu apa?Apa kamu tidak mau meninggalkan nya Pras?"Tanya nya pada ku.
Ingin rasa nya Aku menjawab iya saat ini.
Aku ingin katakan jika Aku menyesal telah menyakiti Anin.Aku tidak ingin berpisah dari nya.
"Tolong lah Dav,berpikirlah secara dewasa.Aku harus menyelasaikan masalah ini secara baik-baik.Aku tidak mau menyakiti hati Anin lagi.Ia sudah cukup menderita karena kita."Ucap ku pada Davina.
Aku harap Davina bisa luluh mendengar perkataan ku.
__ADS_1
Kondisi ku saat ini benar-benar bagai buah simalakama,di satu sisi Aku tidak mau kehilangan Anin.Aku masih begitu mencintai nya.Di satu sisi Aku tidak bisa meninggalkan Davina.Aku juga tidak mau terjadi apa-apa pada nya jika Aku nekat meninggalkan nya.
Aku memang laki-laki brengsek,yang tidak bertanggung jawab.Aku yang sudah mengacaukan semua nya.
"Lalu kamu tidak ingin meninggalkan nya Pras?Kamu mau balik dengan nya lagi?"Tanya Davina lagi.
Seandai nya bisa seperti itu tentu saja Aku mau.Aku ingin memperbaiki semua nya bersama Anin.Ucapku dalam hati.
"Pras,kenapa Kamu diam?Katakan padaku apa kamu mau balik dengan nya lagi?"Teriak Davina pada ku.
Ia mulai tersulut emosi lagi saat ini.
"Dav,berhenti lah berteriak pada ku.Aku tidak suka melihat mu seperti ini."Ucap ku pada nya.
Ia menangis segugukan di kursi.
Apa yang harus Aku katakan saat ini pada nya,Aku tidak mungkin mengatakan yang sebenar nya pada Davina.Ia bisa saja melakukan hal gila lagi seperti kemarin.
Aku menghampiri nya.
"Dengarkan Aku,berhenti lah berpikir yang tidak-tidak dengan ku.Aku hanya ingin menyelesaikan semua nya."Ucap ku pada nya.
Pras,bodoh nya kamu,Kamu berbohong lagi pada Davina.Kenapa Kamu tidak berkata yang sebenar nya pada nya.
"Apa kamu tidak ingin kembali pada nya Pras?"tanya Davina pada ku.
Aku menggeleng sambil tersenyum pada nya.
Aku lagi-lagi tidak bisa jujur pada Davina.
"Aku sangat mencintai mu Pras,Aku tidak mau kehilangan Kamu untuk kedua kali nya."Ucap nya sambil memeluk ku.
Aku hanya mengusap kepala nya.
Andaikan saat ini yang kupeluk adalah Anin.Aku merindukan nya.
"Aku akan memberikan kesempatan pada mu untuk berbicara dengan wanita itu.Tapi Kamu janji untuk tidak melakukan hal yang tidak-tidak dengan nya."Ucap Davina pada ku.
Aku memandangi nya.Berasa tidak percaya dengan apa yang barusan ku dengar.
"Aku serius Pras,Aku beri kamu kesempatan sampai sidang kalian selesai.Dan kita bisa menyiapkan pernikahan kita."Ucap nya lagi.
Aku tersenyum pada nya.
Ini kesempatan untuk ku,untuk mengajak Anin berbicara.Aku tidak perlu bersembunyi untuk menemui Anin.Karena Davina mengijinkan ku.
Kring,,kring,,
Ponsel ku berbunyi.
__ADS_1
Terlihat bibi yang menelpon ku.
Aku pun mengangkat nya.
Sekitar dua menit bibi menelpon ku,Aku pun menutup panggilan.
Aku terdiam setelah menerima telepon bibi.
Davina menoleh ke arah ku.
"Ada apa Pras,siapa yang menelpon mu."Tanya nya pada ku.
"Bibi menelpon,Ia berkata jika ada surat dari pengadilan agama untuk ku."Ucap ku pelan.
Akhir nya surat itu tiba juga,Anin benar-benar ingin berpisah dari ku.Aku pikir Anin tidak jadi mendaftarkan nya.Ternyata Aku salah.
"Bagus,selesai kan lah cepat Pras.Agar kamu cepat berpisah dari wanita itu."Ucap Davina pada ku.
Ada perasaan sedih yang aku rasakan saat ini.
"Kenapa Kamu diam saja Pras?jangan bilang Kamu sedih mendengar berita ini."Tanya Davina lagi.
Aku pun bangkit dari kursi mengambil kunci mobil Ku dan beranjak pergi.
Davina langsung mencegah ku.
"Kamu mau kemana Pras?Jangan bilang Kamu mau menemui wanita itu."Tanya nya pada ku.
"Aku ingin menenangkan pikiran ku,tolong jangan halangi Aku."Ucap ku sambil melepaskan tangan Davina.
"Tapi Pras,,"Ucap nya lagi.
Aku pun langsung membuka pintu dan berlalu dari apartement Davina.
Aku tak perduli dengan teriakan Davina yang terus memanggil ku.
Aku bergegas menuju parkiran.
Sesampai di mobil Aku mencoba untuk menelpon Anin.Aku ingin menemui nya.
Tak ada jawaban dari Anin.
Aku mencoba lagi,aku berharap Anin mau mengangkat telepon dari ku.
Tak ada jawaban juga.
Aku mencoba mengirimi Ia sebuah pesan,berharap Ia membaca nya dan mau membalas pesan ku.
Anin,,Aku ingin bertemu dengan nya.Aku ingin meminta maaf pada nya.Aku tidak mau berpisah dari nya.
__ADS_1
Aku memang lelaki brengsek!!!
********