
Aku melihat sosok wanita dari kejauhan yang masuk dari pintu utama,rasa nya Aku tidak asing dengan sosok wanita itu.
Anindya,,
Aku terkejut melihat kehadiran Anin di acara ini.Dan yang lebih membuat ku terkejut lagi dengan kehadiran lelaki itu bersama Anin.
Laki-laki itu lagi.
Mereka terlihat cukup dekat,terlihat terkadang Anin tertawa saat berbicara dengan lelaki itu.
Anin juga sedikit kaget saat melihat ku di hadapan nya,tapi Ia berusaha bersikap setenang mungkin.Ia bahkan tidak menegur ku atau sekedar melambaikan tangan pada ku.
Aku terus memperhatikan mereka,seperti nya Anin tahu jika Ia sedang di perhatikan.Terlihat Ia sedikit salah tingkah karena Aku memang memperhatikan mereka terus.
Pantas saja Anin ingin proses perceraian ku dan diri nya berjalan cepat.Seperti nya Ia sudah menemukan pengganti ku.
Ada perasaan marah,cemburu saat melihat lelaki itu bisa membuat Anin tersenyum dan tertawa.
Sudah lama Aku tidak melihat tawa Anin seperti itu.Kenapa Ia begitu bahagia bersama lelaki itu.Apa Ia sudah menyukai lelaki itu dan tidak ada perasaan lagi pada ku??
Pikiran itu berkecamuk di pikiran ku.Aku terus memperhatikan mereka berdua.Sehingga tidak fokus lagi memperhatikan acara.
Setelah selesai acara terlihat Anin bersama lelaki itu bergabung dengan yang lain.Terlihat Anin begitu bahagia.Senyum tidak pernah lepas dari bibir nya.
Dan lelaki itu selalu berada di samping Anin.Seolah-olah mereka adalah sepasang kekasih.
Aku berdiri tidak jauh dari mereka.
Apa sebaik nya Aku tanyakan langsung dengan mereka berdua.Aku tidak boleh gegabah juga,karena di sini banyak wartawan juga.Aku tidak mau mereka nanti membuat berita tentang ku.
Kring,,kring,,
Ponsel ku berdering,ternyata Davina yang menelpon ku.
"Sayang,,kamu di mana?Aku tidak melihat mu."Tanya nya pada ku.
Seperti nya Davina memperhatikan ku dari kejauhan.
"Aku lagi keliling di sini.Apa kamu sudah selesai?"Tanya ku pada nya.
"Belum sayang,Aku minta kamu jangan berbuat yang aneh-aneh sayang.Di sini banyak wartawan.Aku tidak mau mereka membuat berita yang tidak-tidak."Ucap Davina pada ku.
Apa Ia tahu jika Aku mengikuti Anin??Apa Ia melihat ku.
"Maksud mu apa sayang??"Tanya ku pada nya.
Aku berusaha setenang mungkin.
"Aku tahu ada wanita kampungan itu di sini.Dan Aku juga melihat jika Ia duduk di hadapan mu.Aku harap kamu jangan menghampiri nya.Di sini banyak teman-teman ku dan wartawan."Ucap Davina lagi mengingat kan.
"Iya Aku tahu."Ucap ku singkat.
Aku pun langsung mematikan ponsel ku.
Ternyata Davina juga tahu jika ada Anin di sini.Aku melihat sosok Anin dan lelaki itu sudah hilang dari pandangan ku.
Kemana mereka berdua??
__ADS_1
Aku berjalan dengan cepat,melihat sekeliling mencari sosok mereka berdua.
Kemana mereka berdua,kenapa mereka cepat sekali menghilang.
Sial,,
Aku terus berjalan ke arah depan dan terus memperhatikan orang-orang di sekeliling ku.Tapi tidak ku temukan mereka.
Dan saat Aku sudah putus asa mencari keberadaan Anin.Dari kejauhan Aku melihat sosok lelaki itu sedang asyik berbincang dan tertawa.
Aku mendekat ke arah Anin dan lelaki itu.Dan sekarang Aku di hadapan mereka berdua.
Terlihat wajah kaget Anin saat melihat ku.Sedangkan lelaki itu tetap terlihat tenang.
"Mas Pras,,"Ucap Anin pelan.
"Kenapa??Kamu kaget melihat ku?"Ucap ku pada Anin dengan tatapan sinis.
"Mau apa mas ke sini?"Tanya nya pada ku.
"Apakah lelaki ini kekasih baru mu?"Tanya ku pada nya.
Aku tidak perduli jika lelaki ini adalah atasan Anin dan Davina.
Saat ini emosi ku sudah memuncak melihat lelaki itu terus bersama Anin.Aku cemburu.
"Mas,apa-apaan Kamu.Tolong jangan buat keributan."Ucap Anin pelan.
Mungkin Ia takut jika orang di sekeliling kami memperhatikan kami.
"Jadi kamu sudah menemukan pengganti ku.Aku tidak menyangka jika Kamu secepat itu melupakan ku."Ucap ku lagi dengan egois nya.
Anin menarik tanganku,seperti nya Ia ingin Aku menjauh dari laki-laki itu.
"Anin,tidak usah pergi.Kamu di sini saja."Ucap lelaki itu tiba-tiba.
Anin menghentikan langkah nya dan melepaskan tangan nya dari ku.
"Jika Anin bersama ku apakah itu masalah untuk mu?"Ucap nya pada ku.
Sial,,
Ada nyali juga lelaki ini.
"Tentu saja,Anin masih istri ku.Dan Aku tidak akan membiarkan ada lelaki yang mendekati nya."Ucap ku pada nya.
Terlihat lelaki itu tertawa mendengar ucapan ku.Seperti nya Ia mengejek ku.
"Jika kamu menganggap Ia sebagai istri mu.Seharus nya Kamu tidak menyakiti nya.Tidak sepantas nya Kamu mengkhianati nya."Ucap nya tegas dengan ku.
"Itu bukan urusan mu!!"Ucap ku dengan sinis dengan nya.
"Kamu tidak pantas bersama Anin."Ucap Ghian lagi pada ku.
Brengsek,,apa-apaan lelaki ini.
Aku mengenggam tangan ku.Ingin rasa nya saat ini aku meluapkan emosi ku pada lelaki ini.
__ADS_1
"Mas,Anin mohon mas pergi dari sini."Pinta Anin pada ku.
Seperti nya Anin takut jika Aku akan membuat keributan di sini.
"Aku ingin bicara dengan mu."Ucap ku pada Anin.
Tiba-tiba Ghian menarik tangan Anin.Ia langsung mengajak Anin pergi dari ku.
"Ayo kita pergi dari sini."Ucap nya Ghian pada Anin.
Aku ingin menarik Anin lagi agar Ia tidak pergi dengan Ghian.
"Pras,,"Tiba-tiba sebuah suara teriak memanggil ku.
Aku menoleh ke belakang.Ternyata itu Davina.
Ia langsung mendekat ke arah ku.
"Sedang apa Kamu di sini??"Tanya nya pada ku.
Seperti nya Ia tidak melihat jika ada Anin tadi di sini.
"Aku hanya melihat-lihat saja.Apa Kamu sudah selesai??"Tanya ku pada nya mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Iya ini sudah selesai,ayo sayang kita keliling di sini."Ucap nya pada ku.
Aku pun mengikuti nya.
Sepanjang perjalanan Davina mengandeng tangan ku.
Hingga akhir nya Aku bertemu lagi dengan Ghian dan Anin.
Terlihat Ghian tersenyum melihat ku dan Davina.
"Hai Dav,,bagaimana sudah selesai?"Tanya nya pada Davina.
"Siang pak.Iya pak acara nya sudah selesai,dan Saya sudah boleh pulang."Ucap Davina pada Ghian.
Terlihat Anin menunduk saja.Mungkin Ia kaget melihat Davina menggandeng tangan ku.
"Ngomong-ngomong kapan kalian akan menikah?"Tanya Ghian tiba-tiba pada Davina.
Seperti nya Ia sengaja bertanya seperti itu pada Davina.
"Doakan saja pak secepat nya."Ucap Davina sambil tersenyum malu.
"Ya,sebaik nya Kamu mempercepat pernikahan mu,agar kekasih mu tidak terus menganggu Anin."Ucap Ghian pada Davina.
Terlihat Davina terdiam.
"Ayo Anin kita pergi."Ucap Ghian sambil mengandeng tangan Anin.Dan berlalu dari ku dan Davina.
Dan Anin mengikuti nya saja.
Sial,,
Lelaki itu mencari masalah dengan ku.
__ADS_1
Sekarang Davina menatap tajam ke arah ku.Seperti nya Aku akan mempunyai masalah besar dengan nya.
******