Aku Benci Mencintai Dia!!!

Aku Benci Mencintai Dia!!!
Bab 93


__ADS_3

Ku pandangi wajah Anin,terlihat Ia begitu letih.


Terlihat begitu berat beban yang Ia hadapi saat ini.Lelaki yang masih berstatus kan suami nya dengan rasa bangga nya menemani wanita lain untuk datang ke acara ini.


Terlihat wajah sedih nya saat melihat Davina dengan mesra nya mengandeng suami nya.


Ia masih melamun sambil melihat minuman di hadapan nya.


Tatapan nya begitu kosong.


Aku memang sengaja langsung membawa Anin ke salah satu cafe yang agak sepi pengunjung nya.


Aku tahu saat ini hanya ketenangan yang Ia butuhkan saat ini.


Kejadian itu berlangsung begitu saja.Di saat Aku dan Anin habis bertemu owner butik di sana kami bertemu dengan Pras yang kemudian di susul oleh Davina.


Betapa sedih nya Anin saat melihat suami nya bersama wanita lain.


Aku tahu pasti suami nya marah karena melihat ku bersama Anin.


Aku tidak habis pikir bagaimana bisa suami nya tega seperti ini pada Anin.Padahal Ia perempuan yang sangat baik.


Apa sebenar nya yang di cari oleh laki-laki itu?


Andai Anin adalah milik ku,tentu tidak akan ku sia-siakan wanita ini.


Aku memang sudah jatuh cinta dengan nya sejak pertama kali bertemu.Dan semakin hari aku semakin mencintai dia.


Ia membuat ku bersemangat untuk datang ke kantor setiap hari nya.


Tujuan ku hanya untuk melihat nya saja.


Biasa nya Aku memang jarang berada di kantor,tapi semenjak ada Anin ada di sana,suasana nya menjadi berbeda.


Apalagi setelah Aku tahu jika Anin sedang proses perceraian dengan suami nya.Langkah ku semakin mantap untuk mencoba mendekati nya.


Aku tahu jika ini tidak gampang,Anin tidak segampang itu bisa bangkit dari masa lalu nya.Dan mungkin juga Ia mempunyai trauma nanti nya.


Mungkin Aku harus pelan-pelan untuk membuat Ia lupa akan kesedihan nya.


"Anin,kamu tidak apa-apa?"Tanya ku pada nya.


Terlihat Ia salah tingkah saat ketahuan oleh ku Ia lagi melamun.


"Tidak pak,saya baik-baik saja.Kalo boleh tahu Bu Maura tadi kemana ya pak?"Tanya nya pada ku.


Seperti nya Anin baru menyadari jika Maura sudah tidak bersama kami lagi.


Maura memang pulang duluan tadi,karena ada pekerjaan yang harus Ia kerjakan.Dan Aku lupa memberi tahu Anin.


"Maura sudah pulang Nin,nanti kamu pulang bersama ku saja.Aku akan mengantar mu."Ucap ku pada Anin.

__ADS_1


"Tidak perlu repot-repot Pak.Biar saya pulang dengan taxi saja."Ucap Anin pada ku.


"Ini adalah perintah,dan Kamu harus mematuhi nya."Ucap ku pada nya.


Terlihat Anin kaget mendengar perkataan ku.


"Eh iya pak,baik."Ucap nya terbata pada ku.


Aku pun tertawa melihat nya takut seperti itu.


"Apa aku begitu menakutkan sehingga muka mu seperti itu?"Tanya ku sambil tertawa.


"Aku hanya bercanda Anin."Ucap ku lagi.


Anin tersenyum mendengar perkataan ku.Senyum itu begitu manis.


"Tidak pak,apakah kita mau pulang sekarang pak?"Tanya nya pada ku.


"Apa kamu sudah ingin pulang?"Aku bertanya balik pada nya.


Jujur Aku masih ingin bersama nya saat ini.Aku masih ingin mengobrol santai dengan nya.


"Eh,tidak pak.Saya ikut bapak saja."Ucap nya pada ku.


Ini kesempatan manis,Aku bisa mengobrol lebih banyak dengan nya.


"Anin boleh Aku bertanya sesuatu pada mu?"ucap ku pada Anin.


"Apakah proses perceraian mu dengan Pras sudah selesai?"Tanya ku pada Anin.


Anin terdiam mendengar perkataan ku.


"Maaf jika Aku lancang bertanya seperti itu pada mu,lupakan lah."Ucap ku pada nya.


Ghian,kenapa kamu harus mempertanyakan itu pada nya.Kamu membuat luka lagi di hati gadis manis ini.


"Tidak apa-apa pak.Proses perceraian kami tinggal sidang terakhir pak.Dan setelah sidang semua nya selesai."Ucap Anin pada ku sambil tersenyum.


"Apakah dia tidak ingin mengajukan mediasi dengan mu?"Tanya ku lagi.


Tentu saja Aku penasaran,karena Aku bisa melihat bagaimana laki-kaki itu masih berharap pada Anin.


"Tidak pak,mas Pras mempermudah semua nya."Ucap Anin lagi.


"Tapi kenapa Ia seperti tidak rela jika melihat mu bersama ku?"Ucap ku lagi.


Anin menatap ke arah ku.


"Eh,maksud ku Ia seperti cemburu melihat Kamu bersama ku."Ucap ku lagi.


Anin tertawa mendengar perkataan ku.

__ADS_1


"Apa perkataan ku ada yang lucu?kenapa kamu tertawa?"Tanya ku pada Anin.


"Tidak pak,saya hanya senang bapak begitu peduli pada saya.Hanya bapak yang bertanya sedetail ini dengan Anin."Ucap nya lagi sambil tersenyum.


Aku pun menjadi salah tingkah.Apa Aku kelihatan begitu ingin tahu tentang nya.


"Eh itu karena Aku adalah atasan mu.Dan Aku memang harus peduli pada semua karyawan ku."Ucap ku lagi berbohong.


Kalo boleh jujur Aku tidak pernah ingin tahu urusan karyawan ku.Hanya dengan mu Aku seperti ini Anin.


Aku memang ingin tahu semua tentang mu.Entah kenapa Kamu begitu membuat ku penasaran.


"Terima kasih pak,Saya senang mempunyai atasan seperti bapak."Ucap Anin lagi pada ku.


"Apa kamu senang dengan ku??"Tanya ku secara spontan.


Anin terdiam dan menatap ku.


"Aku bercanda Anin.Aku memang seperti ini,kamu belum mengenalku kan."Ucap ku lagi sambil tersenyum.


Mengapa Aku jadi seperti orang bodoh di depan Anin.Aku seperti anak kecil yang sedang mencari perhatian.


Aku tersenyum dalam hati,bagaimana bisa seorang perempuan ini membuat ku menjadi salah tingkah seperti ini.Jika yang lain tahu bisa hilang wibawa ku.


Selama ini semua nya tahu jika Aku orang nya begitu dingin.Tidak ada yang berani berbicara banyak dengan ku.


Jika bertemu dengan ku semua nya hanya berani bertegur sapa dengan ku.


Tapi dengan Anin malah Aku yang bersikap salah tingkah.Apa lagi jika melihat Ia tersenyum,hati ku lagi-lagi luluh pada nya.


"Ternyata bapak tidak seperti yang saya kira.Bapak orang nya suka bercanda juga."Ucap nya sambil tersenyum pada ku.


"Apa selama ini Kamu takut dengan ku?"Tanya ku pada nya.


Anin tertawa dan mengangguk.


Kami pun tertawa bersamaan.


"Jadi sekarang Kamu tidak takut lagi kan dengan ku??"Tanya ku lagi.


Anin masih tertawa sambil menggeleng.


"Berarti kita bisa berteman baik sekarang."Ucap ku lagi sambil tersenyum.


Anin pun mengangguk sambil tersenyum kepada ku.


Ada perasaan bahagia saat melihat Anin nyaman dengan mu seperti ini.


Ternyata bahagia itu sesederhana itu.


*****

__ADS_1


__ADS_2