
Pagi ini Kami ada meeting bersama dengan pak Ghian.Terpaksa Aku datang lebih cepat dari biasa nya.
Aku menyusuri lorong ini menuju ruangan meeting.Seperti nya sudah bayak yang datang ke sana.
Aku melihat dari kejauhan ada wanita kampungan itu di sana.Sebenar nya Aku sangat malas untuk meeting bersama nya.
Kenapa Ia harus ada di sini,dan kenapa juga Ia harus menjadi desain busana di perusahaan ini.
Apa sih hebat nya wanita kampungan itu,menurutku desain nya biasa saja.Tidak ada menarik sama sekali.
Bahkan terkesan norak dan kampungan.
Aku pun memasuki ruangan bersama para model lain nya.
Terlihat Anin duduk bersama pak Ghian dan Bu Maura.
Tidak seharusnya wanita kampungan itu ada di sana.Terlihat Ia sengaja tidak ingin melihat ku.
Siapa juga yang mau melihat nya.
Tak lama kemudian Bu Maura membuka acara meeting ini.
"Selamat pagi semua nya,saya sengaja mengumpulkan kalian semua di pagi ini untuk membahas acara fashion show yang akan di adakan Minggu depan.Saya ingin kalian semua mendengarkan apa yang akan di sampai kan,agar saat acara tidak ada lagi Miss komunikasi."Ucap Bu Maura kepada para model.
Lalu Bu Maura pun menjelaskan random untuk acara nanti,ternyata memang desain Anin yang akan di bawakan oleh para model.
Sial,,bangga sekali pasti wanita itu jika Aku memakai busana nya.
Pasti Ia akan merasa menang nanti karena berhasil membuat ku malu.
Jangan harap Aku akan mengenakan nya.
Sekitar lima belas menitan,akhir nya Bu Maura selesai menjelaskan.
"Baik lah itu lah random untuk acara nanti,apa ada yang mau di pertanyakan??"Tanya Bu maura lagi.
Aku pun mengangkat tangan ku.
"Ya Davina,kamu ingin menanyakan apa?"Tanya Bu Maura.
Terlihat Anin melihat ke arah ku.
"Apakah saya boleh untuk tidak ikut dalam fashion show kalo ini buk?"Ucap ku pada Bu Maura.
Terlihat semua mata tertuju pada ku.
"Kalo boleh tahu alasan nya apa Davina?apa kamu tidak bisa hadir saat acara itu?"Ucap Bu Maura lagi.
"Tidak buk,saya hanya tidak mau ikut saja."Ucap ku singkat.
__ADS_1
Terdengar samar-samar para model lain berbisik-bisik.Seperti nya mereka sedang membicarakan ku.
Terserah dengan mereka,aku tidak perduli.
"Apa kamu tidak mau ikut karena ini adalah desain Anin?"tiba-tiba pak Ghian bersuara.
Aku sedikit kaget saat melihat pak Ghian merespon.Selama ini Ia hanya menjadi pendengar yang baik setiap kami meeting.
Tetapi kali ini Ia bersuara.
"Maaf pak,saya hanya tidak ingin ikut saja pak.Saya ingin istirahat karena saya merasa kurang enak badan."Ucap ku terbata.
Sial,,kelihatan sekali Aku berbohong nya.
"Oke jika kamu butuh istirahat,saya akan mengijinkan nya."Ucap pak Ghian lagi.
Syukur lah,pak Ghian tidak mempermasalahkan nya.
Pak Ghian pun tersenyum dan berkata pada Bu Maura.
"Maura,urus pengajuan cuti untuk Davina selama enam bulan ke depan.Dan cepat cari pengganti nya selama Ia beristirahat."Ucap pak Ghian tiba-tiba.
Aku kaget mendengar perkataan pak Ghian.
"Maaf pak,Saya rasa saya tidak perlu istirahat selama itu pak.Saya rasa satu Minggu saja sudah cukup pak."Ucap ku lagi pada pak Ghian.
Kenapa malah jadi begini,kenapa Aku seperti tidak di butuhkan oleh perusahaan ini.Apa mereka lupa kinerja ku selama ini.
Terlihat Ia menyindir ku.
Terlihat yang lain pun tersenyum mendengar perkataan pak Ghian.
Sedangkan Anin hanya diam saja.
Brengsek,pasti wanita kampungan itu senang saat ini.Pasti dalam hati Ia menertawakan ku.
"Ehh,mungkin Saya akan mengikuti fashion show untuk Minggu depan pak.Mungkin sehabis ini nanti saya akan ke dokter pribadi saya dan meminta vitamin yang bagus untuk saya."Ucap ku pada pak Ghian.
Sial,,
Terpaksa aku yang mengalah,bukan nya tanpa alasan aku mengalah begini.Jika Pak Ghian mencutikan ku selama enam bulan ke depan,Maka aku akan benar-benar kehilangan pekerjaan ku.
Seiring berjalan nya waktu karir ku akan meredup.
Bukan tanpa alasan Aku takut begini,sekarang ini sudah banyak sekali model-model baru yang berkecimpung di perusahaan ini.
Mereka pun bukan dari kalangan bawah,rata-rata mereka sudah mempunyai nama semua.Dan berhasil menjadi bintang iklan.
Dan jika mereka menggantikan posisi ku,maka tidak akan lagi aku akan mendapatkan kontrak untuk event selanjut nya.
__ADS_1
Dan karir ku akan redup begitu saja.Aku tidak mau itu terjadi.
"Apa kamu yakin kamu bisa Dav??"Tanya Bu Maura pada ku.
"Iya buk,saya bisa ikut Minggu depan."Ucap ku dengan tersenyum.
"Maaf pak boleh saya bicara,"Ucap Anin tiba-tiba.
Semua nya melihat ke arah nya.Berani juga dia bersuara.
"Ya Anin silahkan."Ucap pak Ghian pada nya.
"Pak boleh kan dalam event ini Davina tidak usah memakai desain saya?"Ucap Anin tiba-tiba.
Aku kaget mendengar perkataan wanita kampungan ini.
Sialan,
Apa maksud wanita kampungan ini,berani sekali dia bicara seperti itu.
Apa dia merasa hebat sekarang ini sampai dia berani berkata seperti itu.
"Maksud mu apa Anin,kamu mau mencari masalah denganku?"Ucap ku marah sambil berdiri menunjuk nya.
"Davina saya minta harap tenang dulu."Ucap Bu Maura menenangkan ku.
Aku pun kembali duduk dengan perasaan kesal.
"Saya minta tolong jangan pakai emosi di sini,mungkin kita bisa dengar dulu alasan Anin."Ucap bu Maura lagi berusaha menenangkan.
Jelas saja wanita kampungan itu ingin mempermalukan ku disini.
"Anin kalo boleh tahu apa alasan mu tidak ingin Davina ikut event nanti."Tanya Bu Maura pada ku.
"Saya rasa dia tidak pantas memakai desain ku buk.Karena desain saya terlalu sederhana untuk nya."Ucap Anin pada Bu Maura.
Ternyata dia sadar diri juga siapa dia.Dia pikir dia siapa bisa menyingkirkan ku.
"Apa cuma itu alasan nya nin?"Ucap Bu Maura lagi.
Anin hanya mengangguk.
"Ya Bu,saya rasa Davina memang pantas mengenakan gaun yang mewah.bukan desain saya."Ucap nya lagi pada Bu Maura.
Terlihat pak Ghian hanya diam saja.Entah apa yang dia pikirkan sekarang ini.
Bu Maura mendekati pak Ghian dan berbincang sesuatu.
Entah apa yang sedang mereka bicarakan.Aku tidak sabar mendengar keputusan mereka nanti.
__ADS_1
Anindya,,gadis kampungan itu telah membuat ku malu.Lihat saja nanti.Aku akan membuat perhitungan dengan nya.
*****