Aku Benci Mencintai Dia!!!

Aku Benci Mencintai Dia!!!
Bab 68


__ADS_3

"Anin,,,"


Sebuah suara memanggil namaku.Kebetulan Aku lagi berhenti di sebuah toko kue.Rencana nya Aku akan ke rumah Mami mas Pras.Untuk memberi tahu jika pagi ini Aku akan ke pengadilan Agama untuk mengurus proses perceraian.


Bagaimana pun orang tua mas Pras juga orang tua ku.Aku harus meminta ijin pada mereka dahulu.


Aku pun melihat ke arah suara yang memanggilku.


Ternyata Ghian,,


"Hai,,sendirian saja??"Tanya nya padaku.


Aku pun mengangguk.


"Mau membeli kue ya??"Tanya nya lagi.


Lagi-lagi Aku hanya mengangguk.


"Kamu mau ke mana pagi-pagi begini??"Tanya nya padaku lagi.


"Ada yang harus ku urus."Ucap ku singkat.


"Pras tidak mengantar mu??"Tanya nya lagi.


Kenapa Ia harus bertanya tentang mas Pras.Ia tidak tau pagi ini mood ku hancur gara-gara mas Pras menerima wanita itu di rumah.


"Tidak,,lagi ada Davina di rumah ku."Ucap ku cuek.


"Davina???Davina ke rumah mu??kenapa Kamu meninggalkan mereka berdua??"Tanya nya padaku.


Mungkin Ghian bingung kenapa Aku membiarkan mas Pras berdua dengan wanita itu.


"Tidak apa,,Mereka juga sebentar lagi akan menikah."Ucap ku lagi.


Muka Ghian terlihat kaget saat mendengar omongan ku.


"Maaf,,Aku tidak bermaksud menyakiti mu dengan pertanyaan ku."Ucap nya pada ku.


"Tidak apa,,Aku sudah merelakan nya untuk wanita itu."Ucap ku sambil tersenyum.


"Jadi Kamu akan bercerai dari Pras nin??"Tanya nya lagi.


Aku hanya mengangguk pelan.


Sebenar nya Aku tidak ingin membahas tentang ini.Karena akan membuatku semakin sakit.


Tak lama kemudian pesanan Ku telah siap,Aku harus segera pergi dari sini.Sebelum Ghian bertanya lebih jauh lagi.


"Aku duluan ya,,"Ucap ku pada Ghian.


"Anin,,apakah boleh Aku meminta nomor telepon mu??"Ucap Ghian lagi.


Untuk apa Ia meminta nomor telepon ku.


"Aku buru-buru,,next time ya bye,,,"Ucap ku sambil berlalu dari nya.


Aku memang sengaja beralasan karena Aku tidak ingin memberi nya nomor telepon ku.


"Anin,,tunggu,,"Ucap nya pada ku.

__ADS_1


Tapi Aku cepat berlalu tanpa menghiraukan panggilan nya.Aku masuk ke dalam mobil dan cepat berlalu dari sana.


Aku tidak ingin membuat masalah baru dengan memberikan nomor telepon kepada lelaki lain.


Masalah ku dengan mas Pras belum selesai.Jadi Aku tidak ingin membuat masalah baru.


Aku melajukan kendaraan ku menuju rumah orang tua mas Pras.


Tak berapa lama Aku pun tiba.


Suasana rumah begitu hening.Kemana penghuni rumah ini??


"Assalammualaikum,,,"


Ucap ku sambil masuk ke dalam rumah.


Disana terlihat Papi,Mami,mas Pras dan Davina sedang terlibat dalam pembicaraan yang serius.


Ternyata mereka berdua sudah tiba di sini.


"Anin,,"Ucap Mami mengagetkan ku.


Terlihat wajah kaget mereka saat melihat kedatangan ku.


"Maaf jika Anin langsung ke dalam."Ucap ku berbasa basi.


"Anin duduk sini sayang."ucap Papi pada ku.


Aku pun mendekat dan duduk di samping Papi.


"Apa benar yang di katakan Pras jika Kamu ingin mengurus perceraian hari ini?"Tanya Papi pada ku.


Aku bingung harus berkata apa saat ini.


"Anin mami mohon Kamu jangan bercerai dari Pras."Ucap Mami lagi.


Aku melihat reaksi Davina saat mendengar Mami berkata seperti itu.


Terlihat raut wajah kesal saat Ia mendengar Mami berkata begitu.


"Mi,,bukan kah mas Pras yang ingin menikah dengan Davina.Anin tidak bisa untuk bertahan lebih lama lagi."Ucap ku pada mereka.


"Sampai kapan pun Papi dan Mami tidak akan merestui nya!!"Ucap Papi dengan nada Marah..


"Pi,,jangan bicara begitu.."Ucap mas Pras memotong perkataan Papi.


"Diam Kamu!!!"Papi tidak mau mendengar perkataan mu."Ucap Papi lagi.


Terlihat Mami menangis,seperti nya Mami begitu sedih.Hingga Ia tidak dapat berkata apa-apa lagi.


"Aku cuma ingin Pras menikahi ku!!"Ucap Davina tiba-tiba.


"Aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi.Semakin hari kandungan ku semakin membesar."Ucap Davina lagi.


"Kamu boleh menikahi dengan Pras,tapi di rumah ini yang Saya anggap menantu saya cuma Anin."Ucap Papi lagi.


"Aku tidak perduli,Aku cuma membutuhkan Pras untuk menjadi suami dan Ayah buat anak ku.Yang lain Aku tidak perduli."Ucap Davina lagi.


"Dasar perempuan tidak tau malu,,Keluar Kamu dari sini."Ucap Papi marah.

__ADS_1


Mungkin Papi sudah tidak bisa lagi mengontrol emosi nya mendengar Davina berbicara.


"Dav,,please,,jangan membuat masalah."Ucap mas Pras.


"Aku tidak perduli Pras!!!Yang Aku mau cuma Kamu."Ucap nya lagi.


"Jika Kamu adalah perempuan yang baik,Kamu tidak akan berbicara seperti itu."Ucap ku pada nya.


Rasa nya ingin ku menampar nya saat ini karena Ia tidak menghormati Papi dan Mami sama sekali.


"Aku tidak butuh ceramah mu!!"Ucap nya lagi.


"Jika Kamu menginginkan mas Pras,Kamu harus bisa menerima orang tua nya juga."Ucap ku lagi pada nya.


"Aku sudah mengusir mu,sekarang cepat lah pergi dari rumah ku."Ucap Papi lagi.


Davina langsung berdiri dan menarik tangan mas Pras.


"Ayo Pras,,kita pergi dari sini.Keluarga mu benar-benar tidak punya tanggung jawab."Ucap nya lagi.


Mas Pras terdiam.Mumgkin saat ini Ia galau ingin pergi atau tetap di sini.


"Pras,,Kamu dengar Aku tidak??"Ucap Davina lagi.


"Aku masih ingin di sini.Kamu pulang duluan."Ucap mas Pras lagi.


Davina pun langsung marah dan beranjak pergi.


Ia seperti nya malu karena mas Pras menolak ajakan nya.


Tinggal Mas Pras terdiam saat ini,Ia tahu sebentar lagi Ia akan di sidang oleh Papi dan Mami.


*****


Anin,,


Wanita yang malang,,


Tidak seharus nya di usia yang sekarang Ia harus menjadi seorang janda.Masih terlalu dini untuk diri nya.


Masih teringat oleh ku bagaimana ekspresi nya saat Ia mengatakan bawha Ia akan bercerai.Terlihat raut wajah sedih di wajah nya.


Sebenar nya ada perasaan senang jika Anin dan Pras berpisah.Paling tidak peluang ku untuk mendekati Anin lebih gampang lagi .


Dari awal bertemu Anin Aku memang sudah jatuh hati pada nya.


Ia gadis yang sederhana jauh dari kemewahan.


Padahal Ia bisa saja hidup glamour dengan kesuksesan suami Tapi Ia tidak menunjukan itu.


Itu juga yang membuat ku suka pada nya.


Aku sangat menyukai senyum nya,,begitu tulus tidak ada kepalsuan di dalam nya.


Entah mengapa Pras tidak pernah mensyukuri wanita seperti Anin.


Malah Ia mengganti dengan Davina yang attitude nya jauh di bawah Anin.


Entah lah,,

__ADS_1


Selera manusia memang berbeda-beda.


*****


__ADS_2