
Hati wanita mana yang rela di sakiti dan di khianati.
Apa lagi Ia begitu mencintai suami nya.
Suami yang sangat Ia percayai,tempat berlindung nya dengan tega mengkhianati cinta nya.
Pada siapa lagi Ia harus percaya??
Pada siapa lagi Ia akan berlindung??
Ini lah yang terjadi dengan diri ku saat ini.
*Suami ku mengkhianati ku,,,
Rumah tangga yang Kami bangun dua tahun ini hancur karena orang ketiga,,masa lalu nya.
A*ku masih terdiam di sini.Di hadapan orang tua mas Pras,Mas Pras dan Kinan.
Mereka sudah mengetahui semua nya.
Tanpa perlu ku bercerita,semua nya terbongkar begitu saja.
Ada perasaan sedih saat melihat mas Pras begitu bersikeras untuk menikahi Davina.
Awal nya Aku berpikir jika Ia akan meninggalkan wanita itu,ternyata Aku salah.
Ia lebih memilih untuk menikahi wanita itu.
Dan menjadikan wanita itu sebagai istri kedua nya.
Tentu saja Aku tidak sudi,walaupun Ia berkata bahwa Ia menikahi Davina untuk status anak nya.Aku sudah tidak mempercayai nya lagi.
Mereka berdua sudah berulang kali menyakiti ku.
Aku memang masih sangat mencintai mas Pras.Tetapi Aku yakin jika Aku masih bersama nya hidup ku akan jauh dari kata bahagia.
*Wanita itu pasti akan terus mengancam ku untuk meninggalkan mas Pras.
Aku akui,Aku belum bisa membahagiakan mas Pras*.
Karena sampai saat ini,Aku belum bisa memberi Ia keturunan.Pasti Davina lebih bisa mendapatkan perhatian Mas Pras dari pada diri ku.
"Aku ingin bercerai dari mu mas!!!"Ucap ku pada nya.
Kata-kata itu keluar begitu saja dari mulut ku.
Awal nya Aku ragu untuk mengucapkan nya,apa lagi di depan orang tua mas Pras.
Tetapi hati ku sungguh sakit dan terluka.Tak ada yang pantas Aku pertahan kan lagi.
__ADS_1
Terlihat wajah kaget orang tua mas Pras saat Aku berbicara seperti itu.
Mami langsung memegang tangan ku.
"Anin,,Mami mohon pada mu sayang,,jangan lakukan itu."Ucap Mami sambil menangis pada ku.
"Mami tidak ingin kehilangan menantu seperti mu."Ucap Mami lagi padaku.
"Maaf kan Anin Mi,,mungkin ini jalan yang terbaik untuk Mas Pras dan Anin Mi."Ucap ku berusaha tegar.
"Walaupun Anin bukan istri mas Pras,Anin tetap menjadi anak Papi dan Mami."Ucap ku berusaha tegar dan tersenyum.
"Anin,,Aku minta maaf,,Aku mohon jangan tinggal kan Aku.Aku menikahi nya untuk status anak itu saja.Bukan karena Aku ingin memilih nya."Ucap mas Pras pada ku.
"Diam Kamu Pras!!!Kamu tidak malu berbicara begitu pada istri mu."Ucap Papi pada mas Pras.
Papi terlihat sangat marah pada mas Pras.Ia sedikit pun tidak memberikan mas Pras kesempatan untuk berbicara.
Seperti nya Ia benar-benar kecewa pada mas Pras.
"Harus nya dari awal Kamu sudah tau apa akibat dari perbuatan Mu.Papi sudah mengingatkan mu.Tapi Kamu tidak memperdulikan perkataan Papi"Ucap Papi pada mas Pras.
Mas Pras hanya terdiam.
"Mas Pras benar-benar tega dengan kak Anin.Kinan benci mas Pras."Ucap Kinan sambil menangis.
Seperti nya Kinan juga kecewa dengan mas Pras.
Aku terharu melihat mereka semua begitu peduli dan sangat menyayangi ku.
Mereka juga yang menjadi alasan ku masih bertahan dengan mas Pras selama beberapa bulan belakangan ini.
"Anin,,dengarkan Mami,,Mami mohon kita cari jalan keluar nya sayang,,"Ucap Mami membujuk ku.
Aku menatap Mami.
Aku memang begitu menyayangi wanita ini,Ia sudah seperti ibu kandung ku sendiri.Ia tidak pernah membeda-bedakan ku dengan Kinan.
Ia benar-benar menganggap ku seperti anak kandung nya sendiri.
Aku memegang tangan nya.
"Mami,,Anin sangat menyayangi Mami,Mami sudah seperti orang tua kandung Anin sendiri.Tapi Mami juga pasti ingin melihat Anin bahagia kan Mi??"Ucap ku pada Mami.
"Anin sudah tidak menemukan lagi kebahagian pada mas Pras Mi.Ia sudah tidak mencintai Anin lagi.Anin sudah berusaha menjadi yang terbaik untuk nya.Namun Anin gagal,tetap Davina yang menjadi pilihan mas Pras."Ucap ku lagi pada Mami.
"Kak,,Kinan tau kak perasaan kak Anin saat ini,Kakak memang pantas meninggalkan mas Pras.Ia tidak layak di sebut suami jika terus menyakiti Kakak."Ucap Kinan sambil menatap tajam ke arah mas Pras.
Terlihat mas Pras tidak berani menjawab perkataan ku atau pun Kinan.
__ADS_1
Ia hanya diam tak bersuara.
"Papi hargai keputusan mu nak,,apa pun yang menurut Anin benar lakukan lah."Ucap Papi pada ku.
"Iya Pi,,maafkan Anin Pi jika keputusan Anin ini mengecewakan Papi dan Mami."Ucap ku pada Papi.
Semua yang ada di ruangan ini hening.
Mungkin mereka sudah tidak berani lagi untuk membujuk ku.
Setelah berpamitan Aku dan mas Pras pun pulang ke rumah.
Di sepanjang perjalanan Aku hanya diam.
"Anin,,Aku mohon pikir kan lagi,Aku masih mencintai mu Nin."Ucap mas Pras padaku.
Aku tersenyum pada nya.
"Jika kamu mencintai ku,Kamu tidak akan melakukan itu mas."Ucap ku pada nya.
"Aku khilaf Nin,,,maafkan Aku."Ucap nya pada ku sambil memberhentikan mobil.
Ia menangis sambil menatap ku.
"Aku mohon nin,,maafkan Aku.Aku tidak ingin kehilangan Mu."Ucap nya lagi pada ku.
"Apa Kamu sanggup meninggalkan wanita itu mas??"Ucap ku pada nya.
"Ia lagi mengandung anak ku Nin,,Aku menikahi nya karena anak itu saja,Aku janji setelah anak itu lahir Aku akan menceraikan nya."Ucap nya lagi pada ku.
Segampang itu mas Pras berkata seperti itu,Ia menganggap sebuah pernikahan adalah hal yang main-main.Yang Ia bisa akhiri begitu saja.
"Aku tidak bisa mas,,Aku sudah tidak mempercayai mu lagi."Ucap ku pada nya.
"Apa Kamu tidak mencintai ku lagi nin??"Ucap nya pada ku.
Aku menatap mata nya,,
"Karena Aku mencintai mu mas,,Aku melepaskan mu.Aku ingin mas hidup bahagia bersama wanita itu."Ucap ku pada mas Pras.
Aku mencoba untuk tegar walaupun berat bibirku mengatakan mengikhlaskan nya untuk wanita itu.
"Aku tidak mau berpisah dengan mu Nin,,aku masih mencintai mu."Ucap nya pada ku.
"Tapi Aku tidak bisa lagi hidup dengan mu mas,,Aku sudah lelah di sakiti oleh mu."Ucap ku pada nya.
Ia hanya terdiam menatap ku.Aku tidak ingin termakan bujuk rayu mas Pras lagi.Aku yakin Ia tidak akan bisa lepas dari Davina.
Aku mencoba mengikhlaskan nya untuk wanita itu.
__ADS_1
*****