
Brengsek,,,
Aku benar-benar kesal melihat perilaku Pras kepada ku tadi.Kenapa Ia membela wanita kampungan itu berlebihan tanpa memikirkan perasaan ku.
Apa Ia tidak sadar,jika Ia sudah menyakiti ku.
Ia membuat ku malu di depan wanita kampungan itu.Dan pasti nya wanita kampungan itu akan merasa senang karena Pras membela nya dari pada Aku.
Tanpa terasa air mata mengalir dari pipi ku.Rasa nya pedih sekali.Aku tidak pernah menyangka jika Pras akan seperti itu dengan ku.
Hati ku benar-benar kecewa dengan nya.
Aku berpikir jika Ia akan membela ku,ternyata pikiran ku salah.
Lihat saja nanti,Aku tidak akan memperdulikan nya.
Kring,,kring,,,
Ponsel ku berbunyi.
Aku melihat Pras yang menelpon ku,mau apa dia?Aku malas untuk mengangkat nya.
Aku pun membiarkan ponsel ku terus berdering.
Biarkan saja,Aku tidak ingin mengangkat nya dan berbicara dengan nya.
Tapi lagi-lagi telepon ku berdering terus menerus,sehingga membuat orang di sekitar ku menjadi terganggu.
Aku pun mengangkat telepon nya.
"Kamu dimana Dav??"Tanya nya pada ku.
"Mau apa lagi Kamu??Apa Kamu mau menyakiti ku lagi."Ucap ku dengan nya.
"Dav,,jangan begitu,Kamu salah paham dengan ku."Ucap nya lagi.
"Aku tidak ingin mendengarkan penjelasan mu.Nyata-nyata nya Kamu lebih membela wanita kampungan itu dari pada diri ku."Ucap ku marah.
"Dav,,maafkan Aku.Bukan maksud ku seperti itu.Aku hanya tidak ingin melukai Anin lagi.Ia sudah cukup menderita oleh kita berdua."Ucap nya lagi.
Ternyata Ia masih membela wanita kampungan itu.
"Jika Kamu menelpon ku hanya untuk menceritakan wanita itu sebaik nya Kamu tutup telepon nya sekarang juga,Aku tidak ingin mendengar nya."Ucap ku pada nya.
"Dav,,maaf kan Aku.."Ucap nya lagi.
"Aku tidak suka Kamu membahas wanita itu."Ucap ku lagi.
"Baiklah,kita tidak usah membahas nya.Kamu dimana sekarang??"Ucap nya bertanya padaku.
"Mau apa Kamu untuk tahu dimana Aku sekarang??"Tanya ku pada nya.
__ADS_1
"Aku kesini kan untuk menjemput mu.Aku tidak ingin pulang dengan sia-sia."Ucap nya lagi.
Perkataan Pras membuat ku sedikit luluh.
Ternyata Ia masih ingin pulang bersama ku.Sudah lah sebaik nya Aku lupakan masalah tadi.Bukan kah Pras juga sudah meminta maaf dengan ku.
"Aku di kantin kantor."Ucap ku lagi dengan tegas.
"Tunggu disana Aku akan menjemput mu."Ucap nya lagi sambil mematikan telepon.
Ada perasaan senang dalam hati ku,karena ternyata Pras lebih memilih menunggu ku dari pada pulang dengan wanita kampungan itu.
Aku pun melihat dari kejauhan Pras berjalan ke arah ku.
"Ayo kita pulang."Ucap nya pada ku sambil tersenyum.
Terlihat beberapa model yang berada disana melirik ke arah Pras.
Pras memang lelaki tampan dan berwibawa.Tak heran jika banyak wanita yang suka melirik nya.
Dan Aku pun tidak menyukai itu.
Pras hanya milik ku seorang.Tak ada yang bisa mengambil nya dari ku termasuk wanita kampungan itu.
"Aku tidak mau."Ucap ku masih pura-pura marah pada nya.
Pras pun mendekat ke arah ku.
Tatapan Pras yang selalu membuat ku luluh,tatapan penuh cinta yang selalu membuat ku tergila-gila pada nya.
"Ayo sayang,,"Ajak Pras lagi dengan lembut.
"Baik lah,,sayang,,,pegang tangan ku."Ucap ku pada nya sambil mengulurkan tangan ku pada nya.
Terlihat beberapa wanita di sana berbisik-bisik melihat ku.Aku yakin saat ini mereka iri melihat kemesraan ku dengan Pras.
Pras pun menyambut tangan ku dan tersenyum.
"Manja sekali Kamu Dav,,"Ucap nya sambil tersenyum pada ku.
"Biarkan saja,biar Kamu tidak di lirik-lirik wanita lain."Ucap ku pada nya sambil tersenyum sinis ke arah wanita-wanita itu.
Aku memang tidak mau untuk menegur model-model baru seperti mereka.Menurut ku mereka tidak sebanding dengan ku.
Maka nya Aku sering di jauhi oleh mereka,karena Aku tidak pernah bersahabat dengan mereka.Aku jauh lebih senior dari pada mereka,maka nya Aku harus menjaga wibawa ku sebagai model profesional.
Pras pun tersenyum pada ku.
Aku memang sengaja berbuat seperti itu biar para wanita itu tau jika Pras adalah pasangan ku.
Bukti nya mereka langsung berhenti berbicara setelah Pras menggandeng tanganku.
__ADS_1
Tidak ada yang boleh menganggu Pras dari ku.
Siapa yang berani merusak kebahagiaan ku,Aku akan membuat hidup nya menderita.
Kami pun berjalan menjauh dari kantin sambil bergandengan tangan.
*****
Seperti nya Davina sudah terlihat tenang,emosi nya juga sudah mulai reda.
Ia sudah bersikap seperti biasa nya dengan ku.Aku berhasil membujuk nya.
Aku melakukan ini bukan tanpa alasan.Aku tak ingin Ia menyakiti Anin lagi.Sudah terlalu banyak penderitaan yang Anin hadapi saat ini.
Tadi nya Aku ingin membiarkan saja Davina pergi,Aku juga tidak perduli lagi mau seperti apa ke depan nya nanti.
Tetapi Anin meminta ku untuk mengejar nya,Anin memohon untuk membiarkan Ia pergi.Ia tidak ingin lagi hidup nya di bayang-bayangi oleh ku atau Davina.
Apa Aku akan menerima nya??
Tentu tidak,Aku tidak akan melepaskan Anin begitu saja.Aku tidak mau kehilangan wanita baik seperti dia.
Aku akan mengatur semua nya biar Anin tidak berpisah dengan ku.
Aku tidak mau salah langkah lagi.Menikahi Davina bukan solusi yang tepat untuk saat ini.
Jika boleh memilih,Aku ingin mengakhiri semua nya dengan Davina.Aku tidak ingin berurusan lagi dengan nya.Agar Aku bisa fokus untuk memperbaiki semua nya dengan Anin.
"Sayang,,kita mau kemana lagi??"Tanya Davina pada ku sambil menatap ku.
"Kamu mau kemana sayang??"Tanya ku pada nya.
"Aku ingin ke mall sayang,ada yang ingin Aku beli."Ucap nya lagi.
"Baiklah sayang,Aku akan mengantarmu kemana saja hari ini."Ucap ku sambil tersenyum pada nya.
Davina pun langsung memeluk ku.
"Aku suka melihat mu seperti ini lagi sayang,Aku benar-benar mencintai mu."Ucap nya pada ku sambil memeluk ku.
Aku pun hanya tersenyum dengan nya.
"Iya sayang."Ucap ku sambil tersenyum pada nya.
Maaf kan Aku Dav,jika harus berpura-pura seperti ini.Aku tidak ingin Kamu menyakiti Anin lagi.Aku harus menjaga Anin dari amarah mu.
Aku tidak mau jika Davina terus membayang-bayangi hidup Anin.
Aku ingin Anin bahagia.
*****
__ADS_1