
All the storms we weathered, everything that we went through.
Now, without you, what on earth am I to do?
When I called the mathematicians and I asked them to explain
They said, "Love is only equal to the pain"
And when everything was going wrong
You could turn my sorrow into song
Oh, it hurts like so
To let somebody go
To let somebody go,,,
Alunan lagu dari Coldplay menemani perjalanan ku siang hari ini.
Lagu favorite yang sekarang ini sering Aku dengarkan,benar2 menggambar kan situasi ku saat ini.
Aku benar-benar sulit untuk melepas Anin.
Kenapa Aku bisa sebodoh ini,Aku menghancurkan semua nya.
Dunia ku seperti tidak ada tujuan saat ini,Aku merasa Aku benar-benar sendiri.Banyak yang menyalahkan ku atas kejadian ini.
Begitu banyak yang sayang pada Anin.
Tapi kenapa Aku malah menyakiti nya.
Sudah hampir seminggu ini Anin menghilang,Ia benar-benar tidak bisa di hubungi.Entah harus kemana lagi Aku mencari nya.
Tak ada yang tau di mana dia berada.
Aku merindukan dia,,,,
Kriing,,kring,,
Ponsel ku berbunyi,Aku melirik siapa yang menelpon ku.
Mau apa dia??
"Ya Halo Dav,ada apa???"Tanya ku pada nya.
"Aku menuju kerumah mu sekarang,Kamu pulang sekarang."Ucap nya pada ku.
Kerumah ku??Mau apa Dia kesana.
"Aku lagi sibuk.Aku tidak bisa pulang sekarang."Ucap ku pada nya.
"Baiklah Aku akan menunggu mu di rumah."Ucap nya pada Ku.
__ADS_1
"Terserah,,"Ucap ku sambil mematikan telepon.
Entah masalah apa lagi yang akan di ciptakan oleh Davina.Semakin kesini Aku mulai bosan menghadapi tingkah laku nya.
Bagaimana mungkin Aku meninggalkan Anin demi wanita seperti Davina.
Aku melajukan kendaraan ku menuju kantor.Aku tidak ingin bertemu dengan Davina.Biarkan saja Ia di rumah.Pasti nanti Ia akan bosan dan pulang.
Sesampai di kantor Aku langsung menyelesaikan pekerjaan ku.Sudah seminggu ini pikiran ku kacau sehingga Aku tidak bisa fokus untuk menyelesaikan semua pekerjaan.
Hampir dua jam Aku berkutat dengan laporan yang ada.
Kring,,kring,,
Tiba-tiba ponsel ku berbunyi.
Itu pasti Davina,biarkan saja.
Tapi lagi-lagi ponsel ku berbunyi,Aku melihat di layar bibi memanggil ku.Aku segera mengangkat nya.
"Ya Bi Ada apa?"Tanya ku pada nya.
"Maaf Tuan jika saya menganggu Tuan.Saya ingin mengatakan jika ada Nona Davina di sini."Ucap nya pada ku.
Aku lupa untuk memberitahu bibi jika Davina ingin kesana.
"Iya Bik,biarkan saja.Tadi Ia sudah memberitahu saya."Ucap ku lagi.
"Anu Tuan,,Nona Davina membereskan semua barang nona Anin dan foto-foto Tuan."Ucap bibi hati-hati.
Davina benar-benar kelewatan,lancang sekali wanita itu.
"Maaf Tuan,tadi sudah saya mencegah nya,tapi nona Davina mengancam akan memecat saya Tuan."Ucap bibi lagi.
"Ya sudah bi,saya pulang sekarang juga."Ucap ku sambil mematikan telepon.
Aku langsung bergegas menuju kerumah.Aku tidak ingin Davina membuang semua barang-barang milik Anin.
Apa Ia lupa jika Aku pernah berkata pada nya untuk tidak ke rumah itu lagi.
Setelah sampai di rumah,Aku langsung mencari Davina.
Terlihat di ruangan televisi,ada beberapa kardus besar.Disana barang-barang milik Anin di kemas oleh Davina.
Tak lama kemudian Ia muncul dari atas.
"Sayang,,Kamu sudah pulang??"Ucap nya pada ku.
"Apa yang Kamu lakukan Davina??Siapa yang menyuruh Kamu melakukan ini??"Ucap ku marah pada nya.
"Aku hanya menyingkirkan barang-barang yang tidak penting di rumah ini."Ucap nya pada ku.
"Lancang sekali Kamu,Siapa yang menyuruh mu??"Ucap ku melotot kepada nya.
__ADS_1
Ia menatap ke arah ku.
"Aku yang mau,Aku tidak mau ada sedikit pun barang wanita kampungan itu di rumah ini."Ucap nya pada ku.
Aku menarik tangan nya dengan kasar.
"Kembalikan barang-barang itu ke tempat asal nya tadi.Ini rumah Anin,Kamu tidak berhak menyingkirkan semua ini."Ucap ku pada nya.
"Aww,,sakit Pras.Apa Kamu sudah gila??Kamu menyakiti ku."Ucap nya sambil meringis.
"Aku bisa berbuat yang lebih lagi dari ini,jika Kamu tidak mengikuti kata-kata ku."Ucap ku sambil melepaskan nya.
"Memang apa yang salah dengan ku??Bukan kah sebentar lagi kita akan menikah."Ucap nya pada ku.
"Jika tingkah laku mu di luar batas seperti ini,Aku mungkin berpikir ulang untuk menikahi mu."Ucap ku pada nya.
"Apa Kamu sedang mengancam ku Pras??Apa Kamu lupa jika Kamu sudah memilihku dari pada wanita kampungan itu."Ucap nya lagi.
"Aku menyesal melakukan itu pada Anin."Ucap ku lagi sambil menatap nya.
"Maksud Kamu apa Pras??Kamu tidak ingin menikahi ku setelah apa yang Kamu perbuat pada ku."Ucap nya dengan suara yang lantang.
"Aku sudah katakan jangan kembali ke rumah ini lagi.Aku tidak ingin Kamu menganggu apa yang ada di rumah ini."Ucap ku pada nya.
"Apa Kamu ingin jika kita menikah nanti,Aku harus melihat semua ini setiap hari nya?Ucap nya pada ku.
"Seandainya Kita menikah,Kita akan tinggal di apartement mu bukan di sini."Ucap ku lagi pada nya.
"Apa maksud mu Pras??Jadi rumah ini tetap di tempati wanita kampungan itu??"Ucap nya lagi.
"Tentu saja,rumah ini memang milik nya.Dan jika Kami benar-benar berpisah Aku akan memberikan semua apa yang menjadi milik Anin."Ucap ku lagi.
"Gila,,Kamu mau memberikan semua nya pada wanita kampungan itu dan memulai dengan ku dari nol lagi??"Tanya nya pada ku.
Ada perasaan kesal di dalam hati ku saat Davina bertanya seperti itu.Ia seperti tidak siap bersama ku jika Aku tidak mempunyai apa-apa lagi.
"Tentu saja,bukan kah jika Kamu mencintai ku Kamu bisa menerima ku apa ada nya??Apa yang Aku punya sekarang itu semua berkat doa Anin selama ini untuk ku."Ucap ku lagi pada nya.
"Beruntung sekali wanita kampungan itu mendapatkan harta mu begitu saja."Ucap nya sambil tertawa.
"Apa ada yang salah Dav??Menurut ku itu semua tidak bisa menebus semua kesalahan ku pada nya.Ia sudah terlalu menderita."Ucap ku pada Davina.
"Terserah Kamu saja Pras.Aku tidak mengerti dengan jalan pikiran mu."Ucap Davina dengan marah.
Tiba-tiba Ia mengambil tas nya di sofa dan langsung pergi meninggalkan ku dengan kesal.
Ia sama sekali tidak berpamitan pada ku.Aku pun membiarkan Ia berlalu dari ku.
Aku menatap semua barang-barang milik Anin.Sedih rasa nya melihat ini semua.
Sekarang Aku hanya bisa menatap semua barang-barang ini.Tapi tidak dengan orang nya.
Kamu di mana sayang???
__ADS_1
Aku sangat merindukan mu,,,,
******