
Malam ini terasa sepi,karena tidak ada nya Mas Pras di rumah.Aku mencoba menghibur diri dengan menonton televisi bersama bibi di ruang tengah.
Tadi mas Pras sudah menelpon ku,mengabari jika Ia sudah sampai dan ingin menuju ke hotel.Dan Ia berjanji malam ini akan menelpon ku setiba nya di hotel.
Jam sudah menunjukan pukul sepuluh malam.Belum juga ada tanda-tanda mas Pras menelpon ku.Aku pun membuka whatssap,siapa tau mas pas mengirim ku pesan.Ternyata juga tidak ada.
Kemana mas Pras,bukan kah di sana belum waktu nya tidur.Aku tahu selisih jam indonesia dan swiss sekitar enam jam an.Dan tidak mungkin mas Pras sudah tidur.
Aku ingin menelpon nya,tapi Aku takut jika Ia sedang bersama klien nya.Sebelum pergi mas Pras berpesan padaku untuk tidak sering menelponnya.Karena takut saat Aku menelpon Ia lagi bersama klien nya.
Jadi Ia minta Aku untuk menunggui nya sampai Ia yang menghubungi ku.
Sebaik nya Aku mengirimi Ia pesan saja,,
"Mas,,mas lagi dimana??"
Semoga saja mas Pras membalas nya,,
Tak lama kemudian mas Pras membalas pesan ku.
"Mas lagi meeting,,nanti mas telepon."
Mas Pras mengirimi sebuah foto Ia lagi di depan laptop dan di depan nya ada tiga orang lelaki dalam satu meja.
Berarti memang mas Pras lagi sibuk.Lebih baik Aku tidur saja.Nanti jika mas pras sudah selesai Ia pasti akan menelpon ku.
Aku pun menuju kamar dan tidur.
Pagi pun menjelang,Aku pun terbangun.Seperti nya mas Pras tidak ada menghubungi ku.Aku pun mengecek telpon dan benar saja mas Pras tidak ada menelpon ku.Dan tidak ada satu pesan pun yang masuk pada ku dari mas Pras.
Kemana pergi nya mas Pras??Sebaik nya Aku menelpon nya.
Aku pun menelpon mas Pras,terdengar nada sambung ke nomor nya mas Pras.Tapi tak ada jawaban.
Aku pun mencoba lagi,tapi tetap saja seperti itu.
Pikiran ku pun mulai tak tenang,kenapa Kamu tidak mengangkat telepon ku mas??Kamu lagi di mana??
Aku pun mencoba lagi,tapi tetap sama telepon ku tetap tak di angkat sama sekali.
__ADS_1
Aku pun mencoba untuk berpikiran positif kepada Mas Pras.Aku harus percaya dengan suami ku.
Sebaik nya Aku menunggu saja,mungkin memang mas Pras lagi sibuk dengan klien nya.Seperti kata mas Pras ini proyek besar dan sudah lama Ia menginginkan nya.Aku tidak boleh menganggu nya.
Dan mungkin sekarang Ia sedang kecapek an dan terlelap tidur.Mungkin saja rutinitas hari ini membuat Ia sangat lelah.Dan mungkin sesampai di hotel Ia langsung tertidur.
Aku harus mempercayai suami Ku.Ia tidak akan mungkin berbuat yang tidak-tidak lagi.Ia sudah berjanji padaku.
*****
"Sayang,,,Akhir nya Kamu datang juga."Ucap Davina pada ku.
Setelah sampai di bandara Aku langsung menuju hotel tempat Davina berada.Ia sudah menunggu ku disana.
"Sayang,,Kamu harus janji pada Ku,jika Kamu mengijinkan Aku untuk menelpon Anin,Jika Aku tak menelpon nya Ia bisa mencurigai ku."Ucap ku pada Davina.
"Boleh saja,,tapi tidak lebih dari lima menit.Dan Kau harus menelpon nya di depan ku."Ucap Davina lagi.
"Tapi Aku mohon jangan melakukan hal-hal yang membuat dia curiga."Ingat ku pada Davina lagi.
"Kenapa memang nya??Kamu takut??"tanya Davina lagi.
"Bukan begitu sayang,,Aku sudah menepati janji ku untuk menemui,Aku sudah mengikuti mau mu untuk tidak membawa nya."ucap ku lagi.
Aku pun bingung harus berkata apa lagi.Kenapa Davina tidak bisa mengerti posisi ku.
"Bukan begitu sayang,,Baik lah Aku tidak akan menelpon nya malam ini."Ucap ku lagi.
"Bukan kah Kamu sudah berjanji pada Ku Pras,bahwa Kamu akan meninggalkan nya."Ucap Davina lagi.
"Ya,Aku akan meninggalkan nya.Tapi beri Aku waktu.Aku tidak mungkin meninggalkan nya begitu saja."Ucap ku lagi.
"Kenapa tidak bisa??Bukan kah Ia sudah tau hubungan kita.biarkan saja."Ucap Davina lagi.
"Tidak semudah itu sayang,,Aku memikirkan orang tua ku.Mereka sangat menyayangi Anin.Mereka selalu berpesan pada ku untuk tidak menyakiti Anin."Ucap ku lagi.
Diana pun tertawa.
"Apa sih istimewa nya wanita itu sampe orang tua mu begitu menyayangi nya??Aku rasa juga jika mereka kehilangan menantu seperti dia,Mereka akan mendapat kan pengganti nya yang jauh lebih baik."Ucap Davina dengan bangga nya.
__ADS_1
"Karena Anin itu yatim piatu,Ia tidak punya siapa-siapa di dunia ini.Maka nya Papi dan Mami sangat menyayangi nya."Ucap ku lagi.
"Dan Kamu sangat mencintai nya??"Tanya Davina lagi.
Aku tahu Davina menyindir ku.Aku tidak ingin pertemuan Ku dengan nya di isi dengan pembahasan seperti ini.
Aku pun mendekati nya.
"Sayang,,Kamu tahu kan jika Aku sangat mencintai mu."Ucap ku lagi pada nya.
Davina menatap ku.
"Jika Kau mencintai ku,tolong tinggalkan wanita itu secepat nya."ucap nya padaku.
"Tentu saja,Aku akan meninggalkan nya untuk mu."Ucap ku lagi sambil tersenyum.
"Jika orang tua mu tidak setuju bagaimana??"Tanya Davina lagi.
Memang benar yang di katakan Davina,Papi dan Mami pasti akan menolak ny seandai nya Aku ingin meninggalkan Anin.Mereka pasti tidak akan menyetujui nya.
Anin adalah menantu kesayangan Papi dan Mami.Mereka begitu sayang pada Anin.Dan mereka sering menasehati Ku untuk tidak menyakiti Anin.
Begitu pun Kinan,Ia sangat menyayangi Anin,bahkan ketika Davina kembali Ia terang-terangan mengingatkan Davina untuk tidak merusak rumah tangga ku.Ia juga mengingat kan ku untuk tidak tergoda dengan Davina lagi.
"Sayang,,kenapa Kamu diam??"tanya Davina lagi.
"Tidak sayang,,Itu bisa di terima oleh Papi dan Mami seiring berjalan nya waktu.Percaya lah pada ku."Ucap ku pada nya.
"Aku ingin Kita cepat menikah sayang,,Aku ingin wanita itu cepat pergi dari hidup Mu."Ucap Davina lagi.
"Iya sayang,,Apa kita akan membahas ini sampai pagi??Ucap ku lagi.
Davina pun menggeleng.
"Kamu tidak merindukan ku sayang???"tanyaku sambil tersenyum pada nya.
"Tentu saja sayang Aku merindukan mu."Ucap Diana sambil menatap ku.
Aku pun mendekati nya,memeluk nya.Dan mulai menciumi nya.Ia pun menyambut ku.
__ADS_1
Dan malam ini menjadi Malam ku dan Davina.
*****