Aku Benci Mencintai Dia!!!

Aku Benci Mencintai Dia!!!
Bab 70


__ADS_3

Aku terbangun lebih awal dari biasanya,Aku tersadar bahwa Anin sudah tidak ada di samping ku


Kemana dia??


Anin,,di mana Kamu sayang???


Teriak ku memanggil nya.Seperti nya Anin lagi di kamar mandi.


Aku memastikan lagi apakah benar Anin ada di kamar mandi.


Tapi tetap tidak ada jawaban dari Nya.


Aku langsung beranjak dari kasur menuju ke luar kamar.Tujuan ku hanya satu,ke kamar sebelah.Pasti Anin ada di sana.


Aku langsung membuka pintu kamar,tapi tidak ada siapa-siapa di sana.


Kemana Anin pergi???


Aku pun bergegas ke bawah,Aku yakin Anin pasti ada di bawah.Sesampai di bawah hanya ada bibi yang sedang menyiapkan sarapan pagi.


Anin,,Anin,,,"Teriak ku memanggil nya.


"Pagi Tuan,,,"Ucap bibi pada ku.


"Bi,,,Anin mana bi???"Tanya ku pada bibi.


"Nona Anin tadi pagi-pagi sekali pergi Tuan.Ia tidak mau memberitahu saya."Ucap bibi takut-takut bicara pada ku sambil menunduk.


"Kenapa bibi tidak memberi tahu Saya."Ucap ku membentak nya.


"Maafkan Saya tuan,,Saya pikir Tuan tau jika non Anin pergi."Ucap nya sambil menunduk.


Aku pun bergegas berlari ke atas untuk mengambil handphone ku.


Aku langsung menelpon Anin.


Tuut,,tuuut,,


Tidak ada jawaban dari Anin.


Aku mencoba lagi.


"Anin,,Kamu dimana??"Ucap ku pada Anin setelah ia mengangkat telepon ku.


"Maafkan Anin mas,,Anin tidak bisa untuk tinggal disana lagi."Ucap nya pada ku.


Deg,,


Ada perasaan kaget dan sedih saat Aku mendengar Anin berkata seperti itu.


Aku akui aku benar-benar tidak mau untuk kehilangan Anin.


Aku sangat mencintai istri ku.


"Anin,,Aku mohon jangan tinggalkan Aku Nin,,Aku janji Aku akan memperbaiki semua nya.Kita mulai dari awal ya sayang."Ucap ku pada nya.


"Anin tidak bisa mas,,Bukan kah Mas yang ingin mengakhiri segala nya.Jadi mas harus menerima apa pun yang menjadi keputusan Anin."Ucap nya padaku.

__ADS_1


"Kamu dimana sayang??biarkan mas bertemu dengan mu.Kita bicarakan dahulu."Ucap ku lagi pada nya.


Aku masih berusaha untuk membujuk nya.Aku ingin Anin bisa luluh dengan permohonan dari ku.


Aku benar-benar tidak mau kehilangan dia.


"Kita akan bertemu di pengadilan nanti mas."Ucap Anin sambil mematikan telepon nya.


Aku mencoba menelpon lagi.


Tapi kali ini ponsel Anin sudah tidak aktif.


Anin,,Aku tidak mau kehilangan Kamu,Aku tidak ingin bercerai dari mu.


Aku akan melakukan semua cara agar Kamu bisa kembali lagi pada ku.


Arrrg,,,,sial,,,


Aku membanting vas bunga yang ada di atas meja.


Terlihat bibi kaget melihat ku.


Tapi Ia tak berani bertanya pada ku.


Ia hanya diam mematung tak berani berkata apa-apa.


Aku harus mencari Anin.


Aku akan membawa Anin kembali ke rumah ini secepat nya.


*****


Apa yang sebenar nya ingin Ia perbaiki lagi.Bukan kah Ia yang sudah menghancurkan segala nya.


Apa guna nya lagi bertahan dalam situasi seperti ini,,


Sekarang ini Aku sudah benar-benar kehilangan arah.


Bertahan menyakitkan,,meninggalkan pun lebih menyakitkan,,


Aku tidak mungkin terus seperti ini,jika Aku masih tinggal di rumah itu Aku tidak bakalan bisa untuk melupakan mas Pras.


Kejadian semalam akan terulang kembali.


Aku tidak ingin terus seperti ini.Aku harus melanjutkan hidup ku.


Aku tiba di salah satu kost an di pusat kota.Aku harus tinggal di tempat yang tidak di ketahui oleh mas Pras.


"Selamat pagi pak,,,"Ucap ku pada satpam di depan kost an.


"Pagi mbak,,ada yang bisa saya bantu??"Ucap nya padaku.


"Perhari ini saya sudah menempati salah satu kamar di kost an ini pak.Kebetulan kemaren saya sudah menelpon bu Ayu."Ucap ku pada nya.


"Ohh mbak Anin ya??"Tanya nya padaku.


Aku tersenyum pada nya.Seperti nya Bu Ayu sudah memberitahu pak satpam jika Aku akan masuk hari ini.

__ADS_1


"Iya pak."Ucap ku pada nya.


"Mari saya antar mbak ke kamar."Ucap nya padaku.


Aku dan pak satpam pun berjalan masuk ke dalam lorong kost an.


Situasi di sini tidak terlalu ramai,juga nyaman untuk di tempati.


Seperti nya penghuni di sini rata-rata adalah orang kantoran.Karena saat Aku disini tidak terlihat lagi penghuni di kost an ini.


Kami pun tiba di kamar pojokan.


"Ini mbak,,kamar nya mbak.Jika ada butuh apa-apa saya ada di pos depan ya mbak."Ucap pak satpam pada ku.


"Baik pak,,terima kasih ya."Ucap ku pada pak satpam.


Pak satpam pun berlalu dari ku.


Aku mulai masuk ke dalam kamar.Ruangan yang cukup nyaman.


Walaupun tak begitu besar,tapi ku rasa Aku akan betah di sini untuk sementara waktu.


Paling tidak mas Pras tidak di mana keberadaan ku saat ini.Aku tidak ingin terus-terusan bertemu dengan nya.Aku takut aku semakin luluh dan tidak mau meninggalkan nya.


Menjauh dari nya adalah pilihan yang tepat saat ini.Aku harus bisa menjauhi mas Pras.Bukan kah Ia sudah mengkhianati ku dengan wanita itu,hingga wanita itu mengandung anak nya.


Tak ada lagi alasan ku untuk bertahan,Aku harus bisa berdiri sendiri.


Aku mengambil ponsel di dalam tas,Aku harus mengaktifkan nya karena Aku ingin menelpon ibu panti.Aku ingin bertemu dengan nya.Tapi tidak di panti.Karena Aku yakin mas Pras pasti akan mencari keberadaan ku di sana.


Terlihat banyak pesan masuk dari mas Pras.


Seperti nya mas Pras kelihatan gelisah melihat kepergian ku.Ia seperti nya tidak menyangka jika Aku akan pergi meninggalkan nya.


Aku bergegas menelpon ibu panti.


"Assalammualaikum,,ada apa nak menelpon ibu??"Ucap ibu panti pada ku.


"Wallaikumsalam buk,,Anin ingin bertemu ibu.Bisakah kita bertemu di luar bu??"Tanya ku pada ibu panti.


"Apa Kamu lagi ada masalah nak??"Tanya nya lagi pada ku.


Seperti nya ibu panti mengetahui jika Aku sedang ada masalah.


"Nanti Anin ceritakan ya bu,,Apa kah ibu bisa bertemu dengan Anin??"Tanya ku lagi memastikan.


"Tentu saja bisa sayang,,nanti beri tahu ibu di mana kita bertemu nak."Ucap nya pada ku.


Selesai memberi tahu di mana Kami akan bertemu,Aku pun mematikan telepon.


Aku bergegas merapikan kost an ku terlebih dahulu sebelum pergi menemui ibu panti.


Aku harus betah di kost an ini,Ini adalah rumah baru ku.Aku harus mulai terbiasa tinggal di lingkungan ini.Aku harus bisa melupakan kehidupan mewah yang di berikan oleh mas Pras.


Bukan kan sebelum menjadi istri mas Pras,Aku juga tidak punya apa-apa.


Dan sekarang Aku kembali menjadi Anindya yang dulu.

__ADS_1


Anindya yang sebatang kara,,,


******


__ADS_2