
Braaak,,
Davina membanting pintu mobil dengan sangat kuat.
Seperti nya Ia sangat kesal melihat Mami begitu dekat dengan Anin.
Davina memang tidak bisa mengambil hati Mami dan Kinan.Bukti nya Kinan nyata-nyata menunjukan jika Ia tidak menyukai Davina.
Kinan berani selalu berkata kasar pada Davina.Saat Aku memperingati nya,Kinan pasti berkata jika Davina tidak akan pernah Ia akui sebagai kakak ipar sampai kapan pun.
Dan Aku tidak bisa melarang nya.Karena Kinan tipe anak yang tidak suka di paksa.
"Kamu kenapa Dav?Tanya ku pada nya.
"Aku rasa kamu pasti tahu apa yang membuat ku begini."Ucap Davina pada ku.
"Aku sudah bilang pada mu jika Keluarga ku sangat sayang pada Anin.Dan kamu bilang jika Kamu tidak mempermasalahkan itu."Ucap ku lagi.
Dulu Aku sempat bilang dengan Davina jika Keluarga ku belum bisa untuk menerima nya,apakah ia masih mau bertahan dengan ku.Jawaban nya iya.Ia tidak akan mempermasalahkan itu.
Bagi nya selama Aku tetap dengan nya Ia akan bersabar menghadapi sikap keluarga ku.Walaupun mereka lebih menyukai Anin.
"Tetapi keluarga mu membuat ku sakit hati.Mereka nyata-nyata menyanjung Anin di depan ku tanpa memikirkan perasaan ku."Ucap Davina lagi.
"Itu karena orang tua ku sudah menganggap Anin seperti anak mereka sendiri,apa kamu lupa jika Anin itu anak yatim piatu.Pantas jika orang tua ku peduli pada nya."Ucap ku pada nya.
Aku harap Ia bisa mempunyai hati sedikit untuk kasihan pada Anin.
"Tapi setidak nya hargai Aku,Aku ini adalah calon istri mu.Seharus nya orang tua mu tidak usah memperlihatkan kedekatan mereka pada ku."Ucap Davina masih belum puas.
"Kamu tahu kan jika orang tua ku belum bisa menerima ini semua,karena masalah ini dari diri ku,bukan Anin."Ucap ku lagi.
"Jadi Kamu membela wanita itu juga??"Ucap nya lagi dengan emosi.
"Aku sedang malas bertengkar Dav,jika Aku membela wanita itu,mungkin Aku tidak akan pulang dengan Kamu sekarang ini."Ucap ku sambil terus menyetir.
Aku memang sedikit kecewa ketika Anin tidak mau ikut dengan Papi dan Mami tadi.Aku tidak mau ia terus berada di sisi lelaki itu.
Aku bisa merasakan jika Ghian menyukai Anin.Terlihat dari cara Ia menatap Anin.Aku bisa tahu jika itu adalah tatapan cinta.
Dan lagi-lagi Aku harus melihat mereka bersama.Setiap hari nya Anin akan terus bertemu dengan nya.Dan kemungkinan benih-benih cinta akan tumbuh di hati Anin juga.
__ADS_1
"Ahhh sial,,"Ucap ku sambil meninju setir mobil.
"Kamu kenapa??"Ucap Davina melihat ku penuh curiga.
"Tidak apa."Ucap ku singkat.
"Apa yang kamu pikirkan,kenapa Kamu begitu marah?"Tanya Davina lagi.
"Aku hanya ingin semua masalah ini cepat selesai dan semua bisa baik-baik saja.Aku ingin hidup tenang."Ucap ku lagi.
Aku harap Davina tidak berpikir jika Aku sedang memikirkan Anin.
"Aku juga berharap begitu sayang,Aku ingin cepat di terima di keluarga mu."Ucap Davina pelan.
Untung saja Davina tidak curiga pada ku.
"Semua butuh proses Dav,Aku rasa kamu juga harus merubah sikap mu pada mereka.Coba kamu bersikap sedikit rendah hati,mungkin Mami dan Kinan akan bisa baik pada mu."Ucap ku lagi.
"Aku harus bagaimana lagi Pras?apa kamu lupa jika Aku sudah seperti orang bodoh untuk mencari perhatian keluarga mu.Tetapi mereka tetap seperti itu pada ku."Ucap Davina lagi.
Mungkin Mami dan Kinan tahu jika Davina itu hanya menginginkan Aku.
"Kita sama-sama berdoa agar mereka bisa menerima kamu seperti Anin."Ucap ku pada nya.
Aku hanya diam mendengar perkataan Davina.
"Aku minta mulai sekarang jangan membahas nama nya di depan ku.Dan Aku minta kamu cepat menikahi ku."Ucap nya lagi.
Davina memang benar-benar egois.Ia sama sekali tidak mau mengalah.
Sampai Ia meminta Papi nya untuk menelpon Papi dan mengancam akan membuat nama baik papi rusak,jika Aku tidak menikahi nya.
Tentu saja Papi takut,mengingat Papi Davina mempunyai peran besar di dunia perbisnis an saham.
Papi lalu menelpon ku dan meminta agar Aku cepat menyelesaikan masalah ini.Papi tidak mau Papi Davina berbuat yang tidak-tidak.
Jika Aku tidak mau menikahi nya,pasti Ia akan membuat hal-hal yang bisa membuat Papi dalam masalah besar.
"Iya kita akan mempersiapkan semua nya."Ucap ku pasrah.
Aku tidak bisa lagi menolak nya kali ini.Karena ini sudah membawa nama papi.
__ADS_1
"Iya sayang,Aku ingin mempersiapkan sebaik mungkin.Aku ingin mengadakan pesta yang besar."Ucap Davina pada ku.
"Apa tidak sebaik nya yang sederhana saja?"Ucap ku lagi.
"Sayang,apa kamu lupa jika ini pernikahan pertama ku.Semua
harus terlihat mewah di acara ini."Ucap nya lagi.
Teringat lagi dengan ku bagaimana Aku dan Anin menyiapkan acara pernikahan kami.Semua nya begitu sederhana.
Anin juga tidak banyak menuntut ini itu pada ku,Ia menyerahkan semua nya pada Mami untuk menyiapkan semua nya.
Apa yang menjadi pilihan Mami dan Kinan,Ia menyetujui nya.
Sangat berbeda dengan Davina.Ia tetap penuh dengan kemewahan.Aku juga tidak bisa melarang nya mengingat ini adalah pernikahan pertama nya.Tentu saja Ia menginginkan yang terbaik untuk nya.
"Iya atur saja bagaimana baik nya Dav,Aku ikut saja."Ucap ku lagi.
"Baiklah mulai Minggu ini Aku akan mengajak Kinan untuk menyiapkan semua nya."Ucap nya lagi.
"Apa kamu yakin?Kinan susah untuk di dekati"Ucap ku pada nya.
Aku takut jika nanti Kinan akan menolak jika Davina mengajak nya pergi.
"Aku akan coba sampai dia menyukai ku nanti."Ucap Davina lagi.
"Ya semoga saja Kinan bisa luluh oleh mu."Ucap ku lagi.
"Apakah kamu tidak yakin dengan ku sayang?"Tanya nya pada ku.
"Aku yakin pada mu,Kamu pasti bisa membuat Kinan menyukai mu."Ucap ku pada nya.
Davina tersenyum pada ku.
Ya semoga saja Kinan bisa di ajak bekerja sama kali ini.Walaupun Aku tidak yakin usaha Davina akan berhasil.
Karena yang Aku tahu bagi Kinan,Kakak ipar nya tetap lah Anin.
Tak ada yang bisa menggantikan nya.Ia benar-benar sudah menganggap Anin seperti kakak kandung nya sendiri.
Apalagi Ia tahu jika Davina yang menghancurkan rumah tangga ku dan Anin.
__ADS_1
Aku yakin Kinan tidak akan pernah memaafkan nya.
******