
Jangan pergi dari diriku
Tak sanggup harus hidup tanpamu
Kar'na jauh lebih indah
Bila kita bersama
Seperti yang terjadi kemarin
Kini harus aku lewati
Langkah demi langkah yang menyepi
Membalut luka lagi
Yang kutahan hingga kini
Habis sudah nafasku
Menyebutmu namamu,,,
Takkan hilang cintaku padamu
Takkan hilang walau kau memilih pergi
Takkan hilang
Sampai di ujung waktuku
Mencintamu,,
Alunan lagu mengiringi perjalanan ku malam ini.
Syair nya benar-benar mewakili perasaan ku saat ini.
Aku benar-benar merindukan sosok Anin saat ini.
Aku rindu semua tentang diri nya.
Terbayang oleh ku masa-masa indah yang dulu kami lewati bersama-sama.Apa pun yang kami lakukan terasa begitu indah.
Sampai akhir nya Aku menghancurkan kebahagiaan itu karena kebodohan ku.
Dan sekarang aku akan menjalani pernikahan yang tidak aku inginkan.
Andaikan waktu bisa di putar,Aku tidak akan menyakiti Anin.
Entah kenapa saat ini Aku jadi mati rasa dengan Davina,tidak ada lagi ketertarikan dengan nya.
Apalagi melihat tingkah laku nya beberapa bulan belakangan ini.Ia sangat arogan.
Aku sangat tidak suka wanita kasar.
Bahkan Ia jelas-jelas mengatakan jika Ia tidak menyukai keluarga ku.Karena keluarga ku dekat dengan Anin.
Pernikahan ku dengan Davina memang tinggal sebentar lagi,Semua sudah di persiapkan oleh nya.Aku hanya menunggu beres.
Ia sangat antusias menyambut pernikahan kami.
Semua nya ingin serba mewah.
Aku tak menyalahkan juga keinginan Davina,mengingat ini adalah pernikahan pertama nya.
Jadi wajar jika Ia ingin semua nya di persiapkan secara sempurna.
Belum lagi orang tua Davina adalah orang yang penting,yang mempunyai banyak relasi ternama,baik di dalam negeri atau pun di luar.
Bahkan Papi pun tidak berani untuk menentang pernikahan kami,mengingat siapa Papi nya Davina.
Jabatan memang bisa mengalahkan segala nya.
__ADS_1
Mataku tiba-tiba tertuju pada sebuah mobil di depan ku.
Seperti nya mobil sedang mengikuti mobil di depan nya.
Tunggu dulu,,Bukan kah mobil yang di kejar itu adalah mobil Anin.
Aku hapal sekali no plat mobil Anin.Karena Aku yang membelikan mobil itu untuk nya.
Aku melihat dari kejauhan,kenapa mobil ini seperti mengikuti Anin.
Mau apa dia,,
Kenapa dia mengikuti Anin.
Aku mengikuti nya dari belakang.
Tampak Anin mengendarai mobil dengan cepat.
Ada apa dengan nya,kenapa dia buru-buru sekali.
Aku mencoba menelpon Anin.
Tuuut,,tuut,,
Tak ada panggilan masuk.Seperti nya ponsel Anin mati.
Aku mencoba untuk menikung mobil di depan ku.
Tapi karena ramai nya kendaaan di jalan membuat ku ketinggalan di belakang.
Sial,,,
Aku menekan klakson begitu kuat,berharap kendaraan yang lain memberikan jalan untuk ku.
Aku melihat tidak terlihat lagi mobil Anin di depan.Dan mobil yang mengikuti nya juga sudah tidak terlihat lagi
Kemana mereka.
Aku mencoba terus mengikuti jalan,Aku yakin pasti mereka tidak memutar jalan.
Hampir sekitar lima belas menit Aku menyusuri jalan,tapi belum juga terlihat oleh ku mobil Anin.
Aku mencoba lagi untuk menelpon Anin,tapi tetap saja tidak aktif.
Aku sudah hampir putus asa mencari nya.
Tiba-tiba Aku melihat dari kejauhan sebuah mobil sedang di hadang oleh sebuah mobil di pinggir jalan yang sepi.
Seperti nya itu mobil Anin.
Aku segera menancap kan gas mobil segera.Aku yakin itu pasti Anin.
Aku melihat ada seorang pria yang berdiri dekat pintu mobil Anin.
Seperti nya Anin tidak membuka kan pintu mobil untuk nya.
Aku langsung menekan klakson dengan kuat dan memberikan Ia sorotan lampu jauh.
Terlihat laki-laki itu terkejut,Ia langsung berlari ke dalam mobil.Dan segera pergi dari sana.
Aku langsung turun dan meneriaki lelaki itu.
Namun Ia begitu cepat,Aku tak bisa menahan nya.
Aku langsung berlari ke mobil Anin.
Terlihat didalam Anin begitu ketakutan.
Saat melihat ku Ia langsung keluar mobil dan memeluk ku.
"Mas Pras,,,tolong Anin mas,,"Ucap nya pada ku.
__ADS_1
Tangan nya begitu dingin dan badan nya begitu gemetaran.
"Anin,,tenang,,ada Aku di sini.Lelaki itu sudah pergi."Ucap ku menenangkan nya.
"Ia terlihat takut untuk melihat ke kiri kan kanan.Mas Anin mohon jangan dulu pergi."Ucap nya sambil terus memegang tangan ku.
"Aku tidak akan pergi Nin,aku akan disini menjaga mu."Ucap nya pada nya.
Ia menarik nafas yang panjang.
Tiba-tiba Ia menangis.
"Anin,,tenang lah Anin."Ucap ku menenangkan nya.
"Anin takut mas,,Anin takut jika lelaki itu kembali lagi."Ucap nya terbata.
"Siapa dia?apa kamu mengenal nya?"Tanyaku pada nya.
Anin menggeleng.
"Dia mengikuti Anin dari parkiran kantor tadi,dan Ia terus mengikuti dan meneror Anin lewat telepon mas."Ucap Anin lagi.
"Meneror mu??Apa yang dia katakan pada mu?"tanya ku penasaran.
"Dia bilang jika dia akan menjaga Anin dan tidak akan melepaskan Anin."Ucap Anin lagi.
"Apa kamu ada nomor ponsel nya?"Tanya ku lagi.
Anin mengangguk,dan memberikan ponsel nya pada ku.
Aku lalu menghidupkan ponsel,dan melihat nomor yang menelpon Anin tadi.
Aku menghidupkan ponsel Anin,dan melihat nomor telepon yang menelpon nya.
Aku mencoba menelpon nya.Tapi nomor tersebut tidak bisa di hubungi
Seperti nya nomor itu sengaja hanya untuk meneror Anin.
Aku melihat Anin,Ia masih terlihat cemas.Muka nya masih pucat.Ia masih melihat ke kiri dan kanan takut jika mobil itu kembali.
"Kamu pulang dengan Mas saja."Ucap ku pada nya.
Anin nampak terdiam.Ia tidak menjawab.
"Apa kamu berani pulang sendirian?"Tanya ku lagi.
"Tidak mas,Anin tidak berani."Ucap Anin pada ku.
Aku lalu menelpon supir kantor,aku meminta Ia datang kesini untuk membawa mobil ku.
"Kamu masuk duluan ke dalam mobil,nanti Aku akan mengantar mu pulang."Ucap ku pada nya.
"Maafkan Anin mas,jika Anin membuat mas repot.Tapi Anin sungguh takut jika laki-laki itu kembali."Ucap nya pada ku.
"Iya tidak apa,mas juga tidak akan membiarkan kamu pulang sendirian."Ucap ku pada Anin.
Anin pun masuk ke dalam mobil.Aku memberikan Ia minum yang tersedia di mobil ku.Agar Ia sedikit tenang.
Tak lama kemudian supir datang dan membawa mobil Anin.
Aku dan Anin pun melaju menuju ke kost an Anin.
Aku melihat Anin,terlihat Ia begitu cemas.
Kasihan Anin,,,
Terlalu banyak yang Ia rasakan saat ini.Masalah tak habis-habis datang dalam hidup nya.
Ingin rasa nya Aku memeluk nya saat ini,,,
*****
__ADS_1