
Pras terus melajukan kendaraan nya.Ia pun mengenggam tangan ku dengan lembut.
"Sayang,apa Kamu baik-baik saja?"Tanya nya hati-hati dengan ku.
Aku pun menatap nya.
"Sayang,Aku ingin di nikahi oleh mu secepat nya."Ucap ku dengan nya.
Terlihat Pras menatap ku.
Aku tidak bisa menunggu terlalu lama lagi.Aku tidak perduli jika proses perceraian nya dengan wanita kampungan itu belum selesai.
"Apa Kamu lupa sayang,jika urusanku dengan Anin belum selesai."Ucapnya pada ku.
"Ya Aku tahu,tapi Kita bisa menikah secara agama dahulu sayang.Setelah kamu sah bercerai nanti Kita bisa langsung menikah secara sah."Ucap ku lagi.
Terlihat Pras diam mendengar perkataan ku.
Ini yang Aku takut kan,Aku takut Pras mulai berubah pikiran lagi.
"Sayang,apakah kamu tidak mau??"Tanya ku lagi dengan nya.
"Sayang,tolong mengerti kondisi ku saat ini.Aku tidak Aku tidak bisa melakukan itu sekarang."Ucap nya pada ku dengan lembut.
Pras pun menepikan mobil nya di pinggir jalan.Mungkin ia takut berdebat dengan ku akan menganggu konsentrasi nya dalam membawa mobil.
"Kenapa sayang??Kamu tidak mau menikahi ku??"tanya ku lagi dengan nya.
"Kenapa Kamu selalu berpikiran seperti itu sayang,Aku pasti menikahimu.Tapi tolong beri Aku waktu untuk menyelesaikan semua nya terlebih dahulu."Ucap nya lagi dengan ku.
"Bukan kah semua nya sudah jelas sayang,wanita itu sudah mengajukan gugatan pada mu."Ucap ku lagi.
"Kedua orang tua ku yang menjadi masalah saat ini.Mereka tidak mau Aku berpisah dengan Anin."Ucap Pras dengan ku.
Aku pun terdiam mendengar perkataan Pras.Aku tahu jika kedua orang tua Pras memang sangat menyayangi wanita kampungan itu.
Aku juga bingung mengapa kedua orang tua Pras menjadi begitu menyukai wanita itu dari pada diri ku.
Padahal Aku beda jauh dari wanita kampungan itu.
"Lalu Kamu tidak ingin berpisah dengan nya?"tanya ku dengan nya dengan nada selidik.
Aku mulai tersulut emosi setiap kali Pras beralasan.
"Mengapa Kamu selalu berpikiran seperti itu sayang??beri Aku waktu sayang untuk menyelesaikan semua ini."Ucap nya lagi pada ku.
"Aku harus menunggu sampai kapan sayang??Aku sudah mulai lelah menunggu ini semua."Ucap ku pada pras.
Terasa bulir air mata memaksa untuk mengalir di pipi ku.Aku berusaha untuk menahan nya.
"Aku pasti menikahi mu sayang,biarkan Aku menyelesaikan ini semua."Ucap nya lembut pada ku.
Aku hanya diam mendengar perkataan nya.
Tiba-tiba ponsel Pras berdering.
__ADS_1
"Halo,Apa??Iya Mas akan segera kesana."Ucap nya dengan gugup.
Aku menatap ke arah nya.
"Ada apa sayang?Apa yang terjadi?tanya ku pada nya.
"Mami pingsan,dan sekarang di bawa ke rumah sakit.Kita kesana sekarang."Ucap nya sambil melajukan kendaraan.
Aku hanya terdiam.
Ada apa lagi ini?
Entah mengapa perasaan ku menjadi tidak enak saat ini.Aku merasa jika ini adalah rencana keluarga Pras untuk mendamaikan Pras dengan wanita kampungan itu.
Aku yakin Mami Pras baik-baik saja.Karena baru semalam Pras bercerita jika Ia bertemu dengan Mami dan keadaan nya baik-baik saja.
Tetapi Aku tidak mungkin mengatakan ini pada Pras,karena pasti Ia akan pikir Aku tidak perduli dengan Mami nya.
Keadaan di dalam mobil hening saat ini,terlihat Pras tidak tenang saat ini.Ia terus melajukan kendaraan dengan cepat.
Terlihat Ia sangat panik mendengar kabar tentang Mami nya.
Aku pun tidak berani untuk berbicara apa-apa lagi dengan nya.
*****
Aku bergegas turun dari mobil dan bergegas memasuki rumah sakit.
Sebuah pesan yang kuterima dari Kinan,yang mengatakan jika Mami pingsan tiba-tiba.
Aku merasa cemas saat ini,jangan sampai terjadi apa-apa pada Mami.
Mami selalu mengirimi ku pesan agar ku bisa main kerumah nya,tapi aku selalu menolak dengan berbagai macam alasan.
Aku melakukan itu semua bukan tanpa alasan,tapi Aku tidak mau jika Aku harus merasakan kesedihan teramat dalam.Aku sedih saat melihat mami memohon pada ku untuk tidak berpisah dengan mas Pras.
Mami selalu menangis setiap menelpon atau bertemu dengan ku.Itu yang membuat ku merasa bersalah pada nya.Aku merasa bersalah karena telah membuat hati nya luka.
Aku menghentikan langkah ku saat memasuki ruangan.Aku melihat ada Davina di antara mereka.
Terlihat Mami terbaring lemas,di samping nya ada mas Pras,papi dan Kinan.Dan Davina berada di samping mas Pras.
Syukur lah jika Davina sudah di terima di keluarga ini,walaupun ada sedikit rasa sakit yang kurasakan saat ini.
"Kak Anin,Kakak datang."Ucap Kinan sambil mendekati ku.Ia langsung memeluk ku.
"Kinan kangen sekali dengan kakak."Ucap nya padaku.
Aku pun tersenyum mendengar perkataan Kinan.Ia memang selalu manja pada ku.
"Kakak juga kangen Kamu Kinan."Ucap ku.
"Anin,mendekat lah pada Kami,Mami rindu pada mu nak."Ucap Mami dengan suara terbata.
Aku pun langsung mendekati Mami dan melewati Mas Pras dan Davina.
__ADS_1
Terlihat raut wajah tidak bersahabat dari Davina saat melihat ku.
Aku tidak perduli itu,Aku mendekati Mami,mencium tanga nya dan mencium pipi nya.
"Mami,jangan berpikir yang tidak-tidak ya,Anin akan di sini bersama Mami."Ucap ku menenangkan Mami.
"Terima kasih sayang,Mami senang melihat mu."Ucap mami pada ku.
Aku hanya mengangguk mendengar perkataan Mami.Terlihat Papi tersenyum sambil mengenggam tangan ku.
Mungkin Ia mau mengucapkan terima kasih,karena Aku mau datang kemari melihat Mami.
Aku sangat sayang kepada mereka.Mereka benar-benar seperti orang tua ku.Mereka benar-benar tulus pada ku.
Harus nya duniaku sempurna,karena mempunyai kedua mertua yang begitu tulus pada ku.Tapi mas Pras menghancurkan segala nya.
Aku melihat Davina bergegas keluar ruangan,mungkin Ia mulai risih melihat Mami yang terus bercerita dengan ku.
Mas pras pun tidak mengikuti nya,ia masih berdiri berseberangan dengan ku.Ia terus menatap ku tanpa suara.
"Kak Anin,kakak menginap di sini kan?"Tanya Kinan pada ku.
"Iya Kinan,Kakak akan menemani Mami."Ucap ku sambil tersenyum.
"Terima kasih sayang,Mami bahagia melihat mu di sini."Ucap Mami sambil mengenggam tangan ku.
"Iya Mi,Anin akan jaga Mami.Mami harus cepat pulih."Ucap ku sambil tersenyum pada nya.
"Anin,Kamu tinggal di mana sekarang sayang?"Tanya Papi pada ku.
"Anin ngekost Pi,ada tak jauh dari rumah yang lama Pi."Ucap ku sambil tersenyum.
Aku tak mau mengatakan dengan detail di mana tempat tinggal ku sekarang ini.Aku tidak mau mas Pras mengetahui nya.
"Anin,kembali lah kerumah."Ucap mas Pras tiba-tiba padaku.
Aku,Kinan,Papi dan Mami melihat ke arah nya.
"Aku mohon kembali lah kerumah.Aku benar-benar merindukan mu."Ucap mas Pras dengan suara yang berat.
Aku bingung ingin berkata apa saat ini,Aku benar-benar ingin mas Pras tidak membahas itu sekarang.
Aku tidak mau jika kedua orang mas Pras juga ikut membujuk ku.Aku tidak bisa kembali lagi ke rumah itu.
Mata ku pun menatap sosok di depan pintu yang saat ini menatap ke arah ku dengan tajam.
Terlihat Ia begitu benci dengan ku.
Terlihat buliran air mata di pipi nya.
Davina,,
Ia mendengarkan semua nya.
******
__ADS_1