
"Anindya,,kamu tidak akan bisa kabur dari ku,,"
Sebuah pesan masuk ke ponselku pagi ini.
Aku langsung membuang ponsel ku.
Ternyata laki-laki itu lagi,mau apa dia sebenar nya dengan ku.
Kenapa Ia seperti ingin meneror ku,apa salahku dengan nya.
Perasaan Aku tidak pernah menyakiti seseorang.
Tapi kenapa kejadian ini menghampiri ku.
Aku sangat takut saat ini,,
Aku takut jika di ikuti lagi oleh lelaki itu.
Lelaki itu benar-benar membuat ku trauma.
Aku sangat takut jika sewaktu-waktu Ia akan mendatangi ku lagi.
Aku bergegas keluar kamar.
Aku tidak mau berlarut-larut memikirkan hal ini.
Terlihat anak panti lagi sarapan bersama,ada ibu panti juga di sana.
Tunggu dulu,apakah itu mas Pras yang duduk di samping ibu panti.
Apa semalam Ia juga menginap di sini.
"Pagi Anin,,kamu sudah bangun."Tanya nya pada ku saat melihat ku.
Aku mendekat ke arah meja makan.
"Sarapan dulu sayang,,"Ucap bu panti pada ku.
'Iya Bu nanti saja.Anin belum lapar buk."Ucap ku pada ibu panti.
"Mas menginap di sini semalam?"Tanya ku pada nya.
"Iya nin,ibu yang meminta nak Pras buat tidur di sini.Karena hari sudah larut semalam."Ucap ibu panti pada ku.
"Apakah kamu sudah enakkan nin?"Tanya mas Pras pada ku.
Aku mengangguk.
"Terima kasih ya mas sudah nolongin Anin semalam."Ucap ku pada mas Pras.
Ya biar bagaimana pun karena mas Pras lelaki itu pergi.Aku juga tidak tahu apakah itu kebetulan atau bagaimana,tiba-tiba mas Pras bisa ada di sana.
Tunggu dulu,,
Apakah orang itu suruhan nya mas Pras??
__ADS_1
Apakah dia di bayar oleh mas Pras untuk menganggu ku.Dan mas Pras ingin menarik simpati ku lagi.
Aku melihat ke arah mas Pras.
"Ada apa Anin?"Tanya nya pada ku.
"Apa lelaki semalam itu orang suruhan mas??"Tanya ku pada nya.
"Maksud mu??'Tanya mas Pras lagi.
"Iya lelaki semalam yang meneror Anin adalah orang suruhan mas,biar Anin bisa luluh lagi dengan mas."Ucap ku pada nya.
"Pikiran macam apa itu nin??Aku tidak mungkin melakukan hal jahat itu pada mu."Ucap nya lagi pada ku.
"Kenapa bisa kebetulan ada mas disana.Tahu dari mana mas jika Anin ada di sana."Ucap ku lagi.
"Aku mengikuti mu dari kamu keluar kantor,dan aku melihat ada yang aneh.Maka nya aku mengikuti mu."Ucap nya pada ku.
"Mas tidak berbohong pada ku??"Tanya ku pada nya.
"Tentu saja mas tidak berbohong.Mas bicara apa ada nya."Ucap nya lagi padaku.
Aku pun terdiam.
"Anin,seperti nya yang di katakan nak Pras itu benar.Pras tidak mungkin melakukan hal bodoh seperti itu."Ucap ibu panti membela mas Pras.
"Maaf kan Anin mas jika Anin menuduh mas."Ucap ku pada nya.
"Tidak apa Anin,mas mengerti jika Kamu berpikir seperti itu."Ucap mas Pras pada ku.
"Apa lelaki itu masih menghubungi mu?"tanya mas Pras pada ku.
"Jika kamu belum berani untuk pergi sendiri,mas siap mengantar kamu ke mana saja."Ucap mas Pras pada ku.
"Tidak usah mas,Anin bisa sendiri."Ucap ku pada mas Pras.
Aku tidak mau berurusan lagi dengan mas Pras.Dan aku tidak mau mencari masalah lagi dengan Davina.
Aku harus berani menghadapi masalah ini.
Tiba-tiba ibu panti datang.
"Anin,ada teman mu datang."Ucap Bu panti pada ku.
Siapa yang datang kesini??
"Siapa bu??"tanya ku pada Bu panti penasaran.
Belum sempat Bu panti menjawab terlihat Bu Maura tersenyum dan menyapa ku
"Haloo Anin,,,"teriak ibu Maura pada ku sambil tersenyum.
Terlihat pak Ghian menyusul di belakang Bu Maura.
"Ibu maura,pak Ghian,dari mana??"Tanya ku pada mereka sambil mendekat ke arah mereka.
__ADS_1
"Kami ingin menjenguk kamu nin,bagaimana kabar mu Nin??"tanya bu Maura pada ku.
"Sudah agak enakan buk."Ucap ku pada Bu Maura.
"Ayo duduk dulu sini."Ucap Bu panti pada Bu Maura dan pak Ghian.
Ibu panti mempersilahkan Bu maura dan pak Ghian duduk di ruangan makan.
Terlihat mas Pras menatap kurang suka ke arah pak Ghian.
"Tidak usah Bu,biar kami duduk di depan saja."Ucap ku pada Bu panti.
"Ayo pak buk,kita duduk di ruang tamu saja."Ucap ku pada mereka.
Pak Ghian dan Bu Maura pun mengikuti ku dari belakang.
Aku memang sengaja menghindari mas Pras dari pak Ghian.
Kami pun berjalan ke depan menuju ruang tamu.
"Anin,bagaimana keadaan mu."Ucap pak Ghian pada ku.
"Sudah enakan pak.Maaf pak jika hari ini saya tidak masuk."Ucap ku pada pak Ghian.
"Tidak apa,saya mengerti jika kamu tidak masuk.Saya sudah meminta security untuk mencari tahu siapa lelaki itu.Mudah-mudahan kita cepat menemukan nya "Ucap pak Ghian pada ku.
"Terima kasih banyak pak."Ucap ku pada pak Ghian.
"Mungkin sebaik nya untuk sekarang kamu tidak usah lagi membawa mobil sendiri.Jika kamu tidak keberatan saya tidak apa mengantar jemput mu."Ucap pak Ghian pada ku.
"Iya nin kalo saran saya juga seperti itu,lebih baik kamu bareng dengan pak ghian saja,bukan kah tempat tinggal kalian juga satu arah kan."Ucap Bu Maura pada ku.
Belum sempat Aku menjawab tiba-tiba mas Pras keluar dan menjawab.
"Tidak usah repot-repot.Mulai sekarang Anin biar aku yang mengantar nya."Ucap mas Pras tiba-tiba keluar dari pintu dalam.
Terlihat pak Ghian menatap ke arah mas Pras.
"Kamu yakin Jika Anin mau?Apa anin mau di antar dengan mu?"Tanya pak Ghian pada mas Pras sambil tersenyum.
Mas Pras terdiam saat pak Ghian bertanya seperti itu.
Apa-apaan mereka berdua seperti anak kecil.
"Memang nya kamu juga yakin jika Anin mau di antar dengan mu?"Ucap mas Pras lagi dengan pak Ghian dengan nada menyindir.
"Cukup mas,Anin minta tolong tidak usah membuat keributan."Ucap ku pada mas Pras dengan tegas.
"Anin tidak akan meminta tolong pada siapa-siapa.Anin bisa pergi sendiri."Ucap ku tegas pada mereka.
Terlihat mas Pras dan pak Ghian terdiam mendengar perkataan ku.
Aku tidak suka dengan cara mereka berdua.Apa mereka tidak malu berperilaku seperti anak kecil.
Aku tidak akan merepoti siapa-siapa.
__ADS_1
Aku bisa sendiri!!!
******