
"Tumben mas mau mengajak ku dinner???"
Kata-kata itu yang keluar dari mulut Anin saat di dalam mobil.
Sehabis dari rumah Mami Aku langsung mengajak Anin untuk dinner di sebuah Restaurant romantis.
Aku ingin membuat Ia senang hari ini.
"Memang nya salah jika Aku ingin mengajak mu??"Ucap Ku pada Anin.
Anin hanya diam saja,,
Anin mungkin merasa jika Aku sedang membujuk nya agar Ia mau memaafkan ku.
Aku tidak mau memikir kan apa-apa lagi untuk saat ini.Aku hanya ingin memperbaiki hubungan ku dengan Anin.
"Kamu kemana beberapa hari ini Anin??"Tanya ku pada nya.
"Apakah mas mengkhawatirkan ku mas??"Tanya nya pada ku.
"Tentu saja,,Aku benar-bebar khawatir pada mu.Aku mencari mu setiap hari."Ucap ku pada nya.
"Bukan kah mas senang jika Aku pergi??"Ucap Anin pada ku.
"Kenapa Kamu berkata demikian??"Ucap ku pada nya.
"Mas lebih tau jawaban nya apa Mas."Ucap Anin lagi.
Seperti nya Anin belum bisa melupakan kejadian itu.
"Kamu ketempat ibu panti??"Tanya ku pada nya.
Anin mengangguk.
Ternyata benar dugaan ku,seandai nya Aku ingat pertama kali tujuan Anin kesana.Mungkin Aku tidak lelah mencari Anin kemarin-kemarin.
"Aku baru saja mau mencari mu kesana sore ini."Ucap ku lagi.
Ia hanya diam saja.
Seperti nya Anin tidak tertarik untuk membahas nya lagi.
lebih baik Aku tidak usah membahas nya lagi.Bukan kah Ia sudah kembali di sini.
Aku tidak akan membiarkan Ia pergi lagi meninggalkan ku.
Tak berapa lama Kami pun tiba di Restaurant,Kami langsung menuju ke meja yang sudah Aku pesan sebelum nya.
Disana sudah terhidang makanan beserta buket bunga yang sudah ku siap kan untuk Anin.
Terlihat raut wajah bahagia dari muka Anin.
"Kamu suka sayang??"Ucap ku pada nya.
Anin pun tersenyum.
"Ini buat Anin mas??"Tanya nya pada ku.
"Tentu saja,,Aku menyiap kan ini semua untuk mu."Ucap ku pada nya.
Terlihat muka terharu Anin mendapat kan kejutan.
"Kamu suka??"Tanyaku pada nya.
__ADS_1
"Iya Anin suka mas,,terima kasih mas."Ucap nya pada ku sambil tersenyum.
Aku suka melihat nya kembali ceria lagi.
Kami pun mulai menyantap makan malam kami,di iringi oleh alunan musik yang indah.
"Pras??Kamu Pras kan??"Ucap seorang wanita secara tiba-tiba.
Aku tidak mengenal siapa wanita ini.
"Maaf,,Siapa ya??"Ucap ku bertanya pada nya.
"Kamu lupa padaku??"Tanya nya lagi pada ku.
Terlihat Anin melihat ke arah ku,mungkin Ia ingin bertanya siapa wanita ini.
"Aku Mila teman Davina.Kita bertemu di acara kemarin.Kamu dengan siapa kesini??"Tanya nya pada ku.
Deg,,,
Apa yang harus ku katakan pada wanita ini.Jika Aku berkata pergi bersama Anin,Ia pasti akan berkata pada Davina.
"Pras pergi dengan ku,Aku istri nya."Ucap Anin pada wanita itu.
Tampak wanita itu kaget mendengar perkataan Anin.
"Kamu istri nya??"Tanya nya pada Anin.
"Iya Aku istri sah mas Pras.Mas Pras cuma punya satu istri yaitu Aku."Ucap Anin sambil berdiri.
Wanita itu hanya diam.Mungkin Ia tidak percaya dengan apa yang baru Ia dengar.
"Ehh,,kalo begitu saya permisi dulu."Ucap wanita itu sambil berlalu dari ku dan Anin.
"Kamu lihat kan mas hasil dari perbuatan Mu,orang-orang menyangka jika Kamu benar-benar suami wanita itu."Ucap Anin pada ku.
"Itu tidak yang seperti yang Kamu bayang kan Nin.Orang cuma tau jika Aku dan Davina hanya dekat."Ucap ku membela diri.
"Dekat??Apa Kamu merasa tidak bersalah mas???"Tanya Anin lagi pada ku.
Aku pun terdiam.
"Semua orang sudah tau jika sekarang mas dan Davina mempunyai hubungan."Ucap Anin lagi.
"Dan mas masih bilang itu cuma dekat.Apa mas tidak tau jika perbuatan mas itu akan merusak segala nya mas???Tanya Anin pada ku.
"Aku memang bersalah nin,dan Aku mau memperbaiki segala nya."Ucap ku lagi.
"Memperbaiki apa mas??Jika mas belum bisa lepas dari wanita itu,semua nya tidak akan berubah mas."Ucap Anin pada ku.
Tiba-tiba handphone ku berdering,,
Davina menelepon ku.
Aku yakin Ia pasti akan memarahi ku.
Pasti ini ada hubungan dengan teman nya tadi.
Biarkan saja,Aku tidak mau mengangkat nya.
"Kenapa tidak di angkat mas???"Tanya Anin pada ku.
"Tidak usah,tidak penting juga."Ucap ku pada Anin.
__ADS_1
"Yakin mas tidak penting??Dari wanita itu kan??"Ucap Anin lagi.
Aku hanya terdiam.
"Jika Mas tidak berani mengangkat nya,berarti mas masih menjaga perasaan nya."Ucap Anin lagi.
Bagaimana ini,jika Aku mengangkat nya pasti Davina akan berbicara yang tidak-tidak pada ku.
Namun apabila Aku tidak mengangkat nya,Anin akan curiga pada ku.
Telepon ku terus berdering,,Davina memang keterlaluan.Ia terus menelpon ku.
"Mas mau mengangkat nya apa Anin yang mengangkat nya??"Ucap Anin pada ku.
Akhir nya Aku pun mengangkat telepon Davina.
"Pras,,Kamu lagi dimana??"Ucap nya pada ku.
Apa yang harus ku jawab pada Davina,,
"Pras,,Kamu dengar Aku bicara tidak."Ucap nya pada ku.
"Iya Dav,,Aku mendengar mu.Ada apa??"Ucap ku pura-pura bertanya pada nya.
"Kamu lagi bersama wanita itu bukan??"Ucap nya pada ku.
"Iya,,Aku lagi bersama Anin."Ucap ku pada nya.
"Aku mau Kamu sekarang ke apartement ku Pras."Ucap nya pada ku.
"Aku tidak bisa Dav,,Aku masih ada urusan.Nanti ku telepon lagi."Ucap ku sambil mematikan telepon.
Aku pun langsung menonaktifkan Ponsel Ku.
"Mau apa dia dari Mu mas??"Tanya Anin pada ku.
"Tidak ada,,Dia hanya menanyakan Aku di mana."Ucap ku pada Anin.
"Apa Ia ingin Kamu menemui nya??"Tanya Anin lagi.
"Anin,,please,,jangan membahas hal ini.Aku tidak ingin mengacaukan acara kita."Ucap ku pada nya.
"Kamu lupa mas kalo dari awal Kamu sudah menghancurkan kan segala nya."Ucap Anin lagi.
"Aku sudah bilang jika Aku akan memperbaiki segala nya."Ucap ku pada nya.
"Tinggalkan wanita itu mas!!"Ucap Anin pada ku.
Aku terdiam mendengar Anin berkata.
"Kenapa Mas diam??Mas tidak bisa melakukan nya???"Tanya Anin pada ku.
Sial,,
Seandai nya Davina tidak hamil saat ini,mungkin Aku bisa menjawab pertanyaan Anin.
Aku bisa meninggalkan Davina.
Tapi sekarang,Aku lagi di hadapkan masalah besar.
Andai Kamu tahu nin,,,
****"
__ADS_1