Aku Benci Mencintai Dia!!!

Aku Benci Mencintai Dia!!!
Bab 102


__ADS_3

"Ajarin aku cara nya menerima keadaan tanpa harus membenci kehidupan."


Aku menghela nafas panjang di depan gedung pengadilan Agama.


Akhir nya aku resmi bercerai dari mas Pras.Mulai hari ini Aku resmi menyandang status baru.Ada air mata yang tertahan saat ini.Aku tidak pernah bermimpi bisa seperti ini.


Saat sidang terakhir tadi mas Pras tidak datang,mungkin Ia sengaja tidak ingin mempersulit persidangan.Aku pun memberanikan diri untuk pergi sendirian ke sini.


Mungkin sebaik nya Aku ke tempat ibu panti.


Aku pun bergegas ke parkiran dan menuju ke tempat ibu panti.


Hari ini memang Aku sudah ijin kerja dengan Bu Maura,jadi hari ini aku benar-benar free dan bisa kemana pun ku mau.


Sebaiknya Aku membelikan dulu makanan untuk anak-anak di panti.Mereka pasti senang jika melihat Aku membawa makanan untuk mereka.


Mereka memang selalu bergembira setiap kali melihat ku datang.Karena mereka tahu jika aku kesana pasti aku membawakan mereka sesuatu,entah itu makanan atau pun pakaian baru untuk mereka.


Bahkan ada beberapa anak yang menjadi anak asuh aku dan mas Pras sampai kami menyekolahkan mereka.


Aku sudah menganggap mereka seperti adik ku sendiri.Aku pernah merasakan masa-masa seperti mereka saat ini yang berjuang untuk masa depan.


Sekitar setengah jam perjalan Aku tiba di toko kue langganan ku.Aku bergegas turun dari mobil.


Aku bergegas memilih kue-kue yang akan ku bawa ke panti.


"Kak Anin,,"teriak sebuah suara memanggil ku.


Aku pun menoleh ke suara tersebut,ternyata Kinan yang memanggilku.


Aku tersenyum melihat Kinan,Aku memang sangat merindukan nya.


"Kinan,kakak kangen kamu."Ucap ku sambil memeluk nya dan menciumi nya.


"Kinan juga kangen dengan kakak.Kakak sehat?"Ucap nya padaku.


"Iya sayang,kamu sehat?bagaimana dengan Papi dan Mami,sehat-sehat juga kan?"tanya ku pada Kinan.


"Iya kak,Papi dan Mami juga sehat.Sudah seminggu ini mereka di Ausie kak mengurus pekerjaan papi."Ucap Kinan lagi.

__ADS_1


Ternyata orang tua mas Pras tidak ada di sini.


"Syukurlah jika Papi dan Mami sehat,kakak senang mendengar nya."Ucap ku lagi.


Kinan pun mengajak ku untuk duduk sebentar di sana sambil minum teh.Ia rindu untuk bercerita dengan ku.


Tidak ada salah nya juga aku menemani Kinan.Aku juga rindu bercerita dengan adik ipar ku ini.


"Sidang kakak sudah putus Kinan,Kakak dan mas Pras sudah resmi bercerai."Ucap ku pada Kinan.


"Iya kak Kinan sudah tahu,kemarin Kinan sudah dengar dari Mami.Mas Pras bercerita dengan mami jika hari ini sidang putusan kalian."Ucap Kinan pada ku.


"Kinan sedih kak karena kakak dan mas Pras tidak bersama lagi,Kinan tidak mau punya kakak ipar seperti Davina "Ucap Kinan lagi.


Apa maksud Kinan menyebut Davina sebagai kakak ipar,apa Ia sudah mau menikah dengan mas Pras.


"Apa mereka sudah mau menikah Kinan?"Tanya ku hati-hati.


Kinan mengangguk kecil,terlihat muka nya sedih harus bercerita pada ku.


"Iya kak Minggu lalu Papi nya Davina menelpon Papi dan mengancam Papi."Ucap Kinan pada ku.


"Dia bilang jika Mas Pras tidak menikahi Davina dalam waktu dekat,maka Ia akan bercerita pada semua relasi bisnis papi jika Anak nya di rusak i oleh mas Pras."Ucap Kinan lagi.


Aku menghela nafas panjang,ternyata Papi nya Davina tidak jauh beda dengan anak nya.Pantas saja anak nya seperti itu juga.


Mungkin Davina juga yang meminta papi nya untuk mendesak Papi agar mau menikahi nya dengan mas Pras.


"Lalu tanggapan Papi bagaimana Kinan?"Tanya ku lagi.


"Papi tidak bisa berbuat banyak Kak,Mami pun jatuh sakit saat mendengar kabar tersebut.Akhir nya kami pun mendatangi keluarga mereka Minggu kemarin "Ucap Kinan lagi.


Ada perasaan sedih dan kecewa saat mendengar cerita Kinan.Ternyata mas Pras dan keluarga nya sudah merencana kan pernikahan mereka sebelum sidang cerai ku di putuskan.


Dada ku terasa sangat sesak saat ini,Aku tidak bisa menyalahkan Papi dan Mami juga.Karena mereka tidak bisa berbuat banyak juga.


Semua ini kesalahan mas Pras.Kenapa Ia harus memulai semua ini.


"Kakak tidak marah pada papi dan Mami kan kak?"Tanya Kina hati-hati.

__ADS_1


Aku tersenyum pada Kinan.


"Tentu saja tidak sayang,Kenapa Kakak harus marah,memang itu harus di lakukan oleh mas Pras.Mas Pras harus bertanggung jawab atas apa yang dia perbuat pada Davina."Ucap ku lagi.


"Iya kak,mas Pras memang kelihatan menyesal dengan apa yang dia perbuat.Tapi saat ini Ia tidak bisa menolak nya.Akhir-akhir ini Ia kadang suka pulang ke rumah dalam keadaan mabuk."Ucap Kinan lagi.


Mas Pras minum alkohol??bagaimana bisa mas Pras berbuat seperti itu.Yang aku tahu mas Pras tidak pernah mau menyentuh minuman beralkohol.


Dari awal dekat dengan mas Pras Aku sangat tahu jika Ia sangat tidak mau menyentuh minuman haram itu.


"Kamu tahu dari mana Kinan jika mas Pras minum Kinan?"Tanya ku pada Kinan.


"Bibi yang menelpon Mami kak,karena hampir tiap malam mas Pras pulang larut dan dalam keadaan mabuk."Ucap Kinan lagi.


Ada perasaan sedih aku mendengar mas Pras bisa berubah seperti itu.Apa begitu berat beban nya sehingga Ia Mampu untuk berbuat hal itu.


"Apa Mami sudah menelpon mas Pras?"Tanya ku lagi.


"Sudah kak,tapi mas Pras tidak mau mengangkat telepon dari kami kak.Seperti nya mas Pras tahu jika ia akan di nasehati oleh Mami.Kemarin Kinan sudah kerumah tapi mas Pras tidak ada."Ucap Kinan lagi.


"Mudah-mudahan saja mas Pras cepat sadar ya,dan bisa kembali seperti dulu."Ucap ku pada Kinan.


Aku memang merasa kecewa dengan mas Pras dengan apa yang sudah di perbuat oleh nya pada ku.Tapi mendengar hal ini membuat ku sedih.


Aku tidak mau mas Pras jadi begini,Aku sudah ikhlas dengan apa yang terjadi pada hubungan ku dengan nya.


Aku ingin Ia bisa berbahagia dengan Davina.Aku tidak mau Ia mengecewakan kedua orang tua nya.


Apa aku harus bertemu dengan nya??


Anin,sadar lah,,


Kamu tidak boleh lagi menemui nya,Ia bukan suami mu lagi.


Berhenti lah untuk peduli pada nya.


Kalian sudah punya kehidupan masing-masing.


Jadi biarkan lah semua nya berjalan dengan kehidupan masing-masing.

__ADS_1


*****


__ADS_2