
Tak ada yang meminta ku seperti ini,,,
Tapi menurut ku Tuhan itu baik,,,
Merangkai cerita ku sehebat ini,,
Alunan lagu terdengar dari DVD di mobil ku,,
Aku yakin Tuhan pasti memberikan yang terbaik untuk ku.
Ternyata nama laki-laki itu Ghian,,,
Laki-laki yang sering Aku temui di taman.
Yang mengikuti ku karena pertengkaran Ku dengan Davina.
Ia selalu muncul tiba-tiba di hadapan ku.
Yang selalu ramah padaku.Dan karena nya hari ini Aku sedikit tenang.
Aku tak peduli jika nanti ada wartawan yang membuat berita tentang ku,Aku tidak perduli.
Biarkan saja semua orang tahu tentang mereka berdua.
Aku berhak atas mas Pras bukan Davina.
Aku melajukan mobil ku dengan kencang menuju ke rumah.Entah sudah berapa kali mas Pras menelpon ku.
Aku tak mengangkat nya sama sekali.
Aku tak perduli,hati ku sudah cukup terluka dengan mereka berdua.
Aku pun masuk ke dalam rumah.
"Dari mana Kamu??kemana saja Kamu Anin.Kenapa tidak mengangkat telepon ku??"Ucap nya padaku.
Aku tak memperdulikan omongan nya.
Ia pun menarik tangan ku.
"Anin,,Kamu dengar Saya lagi berbicara dengan Mu!!!"Ucap Mas Pras padaku.
Aku menatap nya.
"Apa yang mau bicara kan dengan ku??"Tanya ku pada nya.
"Kamu dari mana??Kenapa tidak mengangkat telepon ku."Ucap nya pada ku.
"Dari menemui wanita itu."Ucap ku lagi.
"Apa yang Kau perbuat pada nya??"Tanya mas Pras lagi.
"Aku hanya mengingat kan nya untuk menjauhi mas."Ucap ku sambil teriak pada nya.
"Sejak kapan Kamu menjadi arogan seperti ini Anin.Kamu bukan seperti Anin yang ku kenal."Ucap nya pada ku.
Aku tertawa mendengar nya.
"Sejak Kamu menyakiti ku mas!!"Ucap ku sambil menatap nya.
Apa Ia benar-benar tidak merasa bersalah sama sekali.Ia begitu santai menghadapi masalah ini.
"Kamu sudah melakukan hal gila,Kamu tahu apa akibat dari perbuatan Mu??"Ucap mas Pras lagi.
"Aku bisa melakukan hal yang lebih gila lagi Mas."Ucap ku sambil tertawa.
"Kamu tolong mengerti Aku Anin."Ucap nya pada ku.
__ADS_1
"Kalo mas minta di mengerti,lantas siapa yang mengerti Anin mas??Apa mas tidak tahu bagaimana sakit nya Anin??"Ucap ku lagi.
Mas Pras terdiam.
Ia minta di mengerti dalam hal apa??Aku harus mengerti jika Ia dan Davina memiiki hubungan??
Lantas Ia tidak mengerti bagaimana sakit nya Aku.Melihat kebersamaan mereka.
"Kamu terlalu egois mas,,"Ucap ku pada nya.
"Jika Kamu tidak bisa menerima nya Kamu boleh meninggalkan ku Nin.",Ucap nya pada ku.
Aku kaget mendengar perkataan mas Pras pada ku.Ia meminta ku untuk meninggal kan nya.
Ia benar-benar tidak perduli dengan perasaan ku.
Aku pun melewati nya,Aku sudah terlalu lelah dengan semua ini.
"Anin,,Aku belum selesai bicara pada mu."Ucap nya pada ku.
"Anin,,Anin dengar kan Aku dulu."teriak nya pada ku.
Aku tidak memperdulikan nya.
Aku terus berjalan sambil menangis.Aku tidak tahu harus berkata apa lagi.
Mas Pras benar-benar ingin meninggalkan ku.
Aku pun masuk ke kamar dan mengunci pintu.
Aku tidak ingin di ganggu dulu.Aku ingin sendiri.
Sesampai di kamar Aku menangis sejadi-jadi nya.
Apa yang harus Aku lakukan saat ini???
Pada siapa lagi Aku akan mengadu??Aku butuh tempat cerita saat ini.
Aku ingin bertemu dengan nya,berkeluh kesah tentang kehidupan ku.Boleh di bilang Ia adalah Ibu kedua bagi ku.
Ia yang merawat ku dari kecil.Hingga akhir nya Aku bisa kuliah dan bekerja.Hingga akhir nya Aku bertemu dengan mas Pras.
Mungkin Aku bisa menemui nya.Bercerita dengan nya.
Ia pasti bahagia melihat ku nanti.
*****
"Sayang,,apa yang Kamu katakan pada nya??"
Tanya Davina pada ku.Ia menunggu apa yang kuperbuat pada Anin.
Ia memintaku untuk memarahi Anin dan memberi Ia pelajaran karena telah menyakiti nya.
Aku pun terpaksa berbohong pada Davina.Aku mengatakan jika Aku sudah memarahi Anin.
Dan Anin berjanji tidak akan melakukan nya lagi.
Dan Davina mendengar nya.
Kring,,kring,,,
Ponsel ku berbunyi lagi.
Mami menelpon ku.
Apa lagi yang ingin Mami katakan pada ku.
__ADS_1
"Ya Mi ada apa??"Tanya ku pada Mami.
"Pras Kamu sudah melihat berita hari ini??"Ucap Mami pada ku.
"Berita apa Mi??Aku bertanya pada Mami.
"Davina di labrak Anin Pras.Kenapa bisa seperti itu Pras??Apa yang sebenar nya terjadi."Ucap Mami pada ku.
Ternyata berita itu benar-benar di publish oleh Media.Kacau,Davina pasti akan kena imbas nya.
Semua orang pasti tau jika Ia sekarang sedang berhubungan dengan suami orang.
Pasti Ia akan jadi bahan pembicaraan orang-orang.
Semua gara-gara Anin.
Ia tidak memikirkan dampak dari perbuatan nya.
"Pras bisa jelaskan Mi.Itu hanya salah paham saja."Ucap ku membela diri.
"Mau jelaskan apa lagi Pras??Disini sudah jelas Anin melakukan nya karena Ia terluka."Ucap Mami pada ku.
"Mi,Anin hanya salah paham Mi pada Davina."Ucap ku pada Mami.
"Mami sudah katakan Pras jauhi Davina!!"Ucap Mami pada ku.
"Bukan kah Mami tahu jika Davina dan Pras itu berteman baik dari dulu."Ucap ku membela diri.
"Tapi tau batasan Pras,,Kamu harus menghargai istri mu.'Ucap Mami lagi.
"Iya Mi,,Pras akan meminta maaf pada Anin."Ucap ku pada Mami.
"Baik lah,,Mami mau kalian akur-akur ya Pras."Ucap Mami lagi.
Setelah menjawab pertanyaan Mami.Aku pun menutup telepon.
Mungkin Aku harus memperbaiki keadaan dahulu.Aku harus meminta maaf pada Anin.
Nanti Aku cari cara lagi untuk membuat Anin menjauhi ku.
Saat ini Aku belum bisau saja.
Aku tidak ingin Mami dan Papi menjadi marah pada ku.
Karena mereka sangat tidak ingin jika Aku menyakiti Anin.
Sebaiknya Aku meminta maaf pada Anin dahulu.
Aku pun naik ke atas.
Terlihat pintu kamar terbuka.Apakah Anin sudah keluar.
Aku pun masuk ke kamar mencari Anin tapi tidak ku temui.
Aku pun menuju balkon tetap tidak ku temui.
Aku pun ke bawah dan mencoba bertanya pada Bibi.
"Bi,Anin kemana ya??"Tanya ku pada Bibi.
"Non Anin baru saja pergi Tuan membawa koper nya."Ucap Bibi lagi.
"Anin pergi??bawa koper bi??Tanya ku lagi.
"Ya Tuan,bibi juga tidak tau Nona akan ke mana."Ucap bibi lagi.
Aku mencoba menelpon nya,tapi tidak aktif.
__ADS_1
Anin,Kamu kemana???
*****