
Aku mengamati portofolio yang berisi beberapa desain busana.Hasil nya lumayan menarik perhatian ku.
Sketsa desain nya begitu detail,seperti nya yang membuat nya sudah berpengalaman untuk membuat desain.
Portofolio seseorang yang mengirimkan lamaran ke perusahaaan ku.Aku memang sedang membuka lowongan untuk desainer fashion.Sudah banyak juga yang mengirimkan Portofolio ke perusahaan ini.
Setelah melalui tahap penyeleksian,portofolio ini yang membuat direksi tertarik.
"Bagaimana Ghian,apa Kamu juga tertarik pada portofolio tersebut?"Tanya Maura pada ku.
Maura merupakan kepala divisi desain fashion di perusahaan ku.Ia selalu mencari orang yang berkualitas untuk merancang busana di perusahaan ku.Dan Ia juga merupakan teman karib ku.
Aku dan Maura berteman sejak kami sama-sama mengenyam pendidikan di salah satu kampus ternama di kota ini.
Aku dan suami nya pun berteman baik.
"Cukup menarik,Aku suka pada desain yang di buat oleh nya.Kalo boleh tahu siapa yang membuat ini?"Tanya ku pada Maura.
"Seorang wanita muda."Ucap Maura sambil tersenyum pada ku sambil menyerahkan sebuah lembar CV pada ku.
Aku mengamati CV yang di berikan oleh Maura.
Anindya Putri,Aku sempat kaget melihat CV yang di berikan Maura.Ternyata Anin yang membuat desain tersebut.Sejak kapan Ia menyukai dunia fashion.
Aku langsung teringat kejadian di taman beberapa bulan lalu.Ia memang terlihat sedang sibuk menggambar sesuatu.Ternyata Ia sedang mengambar sketsa busana.
Saat itu Aku sempat melirik,tapi Ia dengan cepat menyembunyikan sketsa itu.Mungkin Ia malu untuk di lihat oleh ku.
Ternyata Ia berbakat juga.
"Maura,tolong besok Kamu atur jadwal untuk bertemu dengan wanita ini.Aku ingin bertemu dengan nya."Ucap ku pada Maura.
Maura tersenyum melihat ku.
"Baik Ghian,Aku akan mengirimkan email panggilan interview untuk nya."Ucap nya pada ku.
"Kenapa Kamu tersenyum begitu?apa ada yang lucu dengan ku??"Ucap ku pada nya.
"Aku sudah menyangka pasti Kamu tertarik pada wanita ini.Ia juga cantik."Ucap Maura sambil tersenyum.
"Ini pekerjaan Maura,bukan ajang mencari jodoh."Ucap ku sambil tertawa.
__ADS_1
Maura memang selalu berusaha mencarikan Aku pasangan.Kata nya Aku terlalu lama hidup sendiri.
Ia selalu mengingatkan ku untuk menikah.
"Ayolah Ghian,,sampai kapan Kamu mau sendiri terus??Tahun semakin berlalu."Ucap nya pada ku.
Aku tertawa mendengar nya.
"Maura,Kamu selalu mengkhawatirkan ku."Ucap ku pada nya sambil tertawa.
"Aku hanya tidak ingin Kamu di bicarakan oleh orang-orang karena saat ini Kamu masih sendiri."Ucap nya lagi.
"Biarkan lah orang mau berkata apa,Aku masih menikmati kesendirian ini."Ucap ku sambil tertawa.
"Tapi Aku sudah bosan mendengarkan gosip di kantor ini tentang mu.Di kantor ini banyak model cantik,dan Aku rasa mereka pasti dengan senang hati di dekati oleh mu."Ucap nya lagi.
"Tidak segampang itu Maura,Aku tidak suka dengan wanita-wanita seperti itu."Ucap ku lagi.
"Kamu terlalu banyak memilih Ghian,ingat tidak ada wanita yang sempurna."Ucap Maura lagi.
"Aku tidak memilih-milih Maura,Memang belum ada yang bisa membuat ku jatuh cinta sampai sekarang."Ucap ku lagi.
"Apa Kamu tidak suka dengan wanita??"Tanya Maura pada ku.
Memang beberapa bulan lalu Aku sempat mendengar kabar jika Aku di gosip kan menyukai sesama jenis.Karena Aku tidak pernah kelihatan dekat dengan seorang wanita.
Aku pun tidak mengubris atau mencari tahu siapa yang membuat berita tersebut.Menurut ku itu tidak penting dan hanya membuang waktu ku saja.
"Syukurlah jika Kamu masih menyukai wanita,Aku juga tidak ingin jika sahabat ku salah jalan."Ucap nya sambil tertawa.
Sebenar nya Aku berbohong pada Maura.Saat ini Aku memang sedang menyukai seseorang.Sejak pandangan pertama Aku langsung jatuh hati pada nya.
Aku suka kesederhanaan nya.Aku suka kepolosan nya.
Aku selalu bahagia setiap bisa bertemu dengan nya,walaupun hanya sebentar.
Namun Aku tidak berani untuk mendekati nya karena Ia masih berstatuskan istri orang.
Dan Aku tidak mungkin juga bercerita kepada Maura.Aku bisa habis-habisan di marah oleh nya jika Ia tahu hal itu.
"Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini Kamu cepat di pertemukan dengan seorang wanita yang bisa membuat mu jatuh cinta."Ucap Maura lagi.
__ADS_1
"Amin,terima kasih Maura ku.Kamu memang yang terbaik,sahabat terbaik ku."Ucap ku sambil tersenyum pada nya.
Ia pun tersenyum mendengarku.
"Aku hanya ingin Kamu bahagia Ghian,Aku tidak ingin Kamu terlalu lama sendiri."Ucap Maura lagi.
"Doakan saja yang terbaik untuk ku Maura,Aku pasti akan segera mendapatkan wanita pujaan ku."Ucap ku sambil tersenyum.
"Semoga saja."Ucap nya pada ku sambil tersenyum.
"Apa Kamu mau makan siang bersama ku Ghian??"tanya nya lagi pada ku.
"Seperti nya Kamu duluan saja,Aku masih harus mengecek laporan dahulu."Ucap ku pada nya.
"Oke,kalo begitu Aku duluan ya."Ucap nya dan berlalu dari ku.
Sepeninggalan Maura aku masih menatap Portofolio milik Anin.Ada perasaan senang dalam hati ku.Jika Anin berminat kerja di kantor ini berarti setiap hari Aku akan selalu bertemu dengan nya.
Aku pun tersenyum-senyum sendiri.Membayangkan akan bertemu dengan Anin besok.
Akhirnya Aku bertemu dia lagi.
******
Aku masih belum percaya dengan apa yang Aku lihat barusan.Aku mendapatkan email panggilan interview pekerjaan an.
Ada kebahagiaan tersendiri dalam hati ku,ternyata masih ada juga perusahaan yang tertarik dengan Portofolio desain busana ku.
Sudah beberapa lamaran yang Aku kirim ke beberapa perusahaan fashion,dan Aku hampir putus asa untuk mencari pekerjaan karena tidak pernah ada kabar baik yang Aku dapati.
Sedangkan untuk kembali ke perusahaan tempat lama Aku berkerja sudah tidak membuat ku tertarik.Karena begitu menguras waktu ku.
Aku langsung memikirkan apa saja yang akan Aku katakan besok saat interview besok.
Rasa nya tidak sabar menunggu besok,semoga ada kabar baik besok untuk ku.
Aku ingin bekerja dan menghasilkan uang sendiri.Aku tidak ingin bergantung lagi pada mas Pras.
Aku harus lepas dari bayang-bayang nya.Jika nanti gugatan ku di kabulkan,Aku akan menghilang dan memulai kehidupan baru tanpa campur tangan mas Pras lagi.
Semoga saja ke depan nya Aku selalu di permudahkan dalam segala hal.
__ADS_1
Aku ingin menunjukan pada mas Pras jika Aku bisa bahagia tanpa diri nya.
*****