
Jika saat ini orang-orang berpikir aku adalah wanita pendendam atau egois,aku tidak perduli.Bukan aku yang memulai semua ini.
Bukan kah Ia yang dahulu meremehkan ku dengan tidak mau memakai desain ku.Awal nya aku tidak mempermasalahkan desain ku di pakai oleh nya.Walaupun sakit hati ku belum habis dengan nya.
Tapi demi profesional kerja,Aku sampingkan ego ku.
Aku tidak boleh mengikuti amarah ku,Aku harus tetap tenang.Aku tidak boleh menjadi jahat seperti dia.
Davina memang dengan jelas menunjuk kan keegoisan nya di depan semua orang.Sehingga semua orang pasti tahu jika Ia tidak menyukai ku.
Terkadang aku tidak habis pikir dengan nya.Ia yang terus menyakiti ku,tapi Ia seperti tidak ada rasa bersalah sama sekali.
Entah terbuat dari apa hati Davina itu.
Bu Maura mencoba konfirmasi denganku soal pembahasan tadi,Akhir nya Aku mengalah.
Pak Ghian hanya mendengar kan obrolan ku dengan Bu Maura.
Terlihat beberapa kali Ia ketahuan sedang menatap ku,saat aku melihat nya.Ia pura-pura tidak melihat ku.
Entah kenapa setiap Ia menatap ku seperti ini,jantung ku begitu kuat untuk berdetak.Ada rasa tak menentu yang Aku rasakan.
Padahal dulu Aku selalu bersikap biasa saja saat bertemu dengan nya.Tapi sekarang rasa nya begitu canggung.
Ada apa dengan mu Anin??
Tiba-tiba pak Ghian berdiri,Aku sedikit kaget karena dari tadi Ia hanya diam tidak bersuara atau pun berkomentar sedikit pun.
"Baik lah,di sini saya yang akan memutus kan.Jadi seperti omongan saya di awal Davina tetap saya cutikan untuk sementara waktu sampai promosi desain Anin selesai."Ucap pak Ghian dengan tegas.
Tunggu dulu,bukan itu yang Aku sepakati dengan bu Maura tadi.Aku ingin menyela pembicaraan,tapi Bu Maura memberi kode agar aku tidak membantah nya.
"Apa saya tidak salah dengar pak?Bagaimana dengan kontrak kerja saya?Apa bapak lupa jika saya sudah menandatangani kontrak kerja sampai tahun depan?"Ucap Davina dengan ketus.
Tentu saja dia protes,karena dia akan di non aktif kan.
"Kita tinggal menandatangani kontrak ulang.Nanti saya akan minta Maura menyiapkan semua nya."Ucap pak Ghian singkat.
"Tidak bisa begitu pak,apa bapak lupa jika Saya telah membawa nama begitu besar bagi perusahaan ini?"Ucap Davina dengan sombong nya.
"Apa kamu merasa begitu??Jadi kamu berpikir jika Perusahaan ini terkenal setelah kamu menjadi model di perusahaan ini?Apa kamu berpikir tanpa kamu di sini kemarin perusahaan ini bukan apa-apa??"Tanya pak Ghian lagi dengan sedikit emosi.
"Tentu saja,setelah Saya di perusahaan ini semua nya jadi berubah.Bapak tidak boleh melupakan itu.Tanpa saya perusahaan ini bukan apa-apa."Ucap Davina lagi.
__ADS_1
Terlihat pak Ghian tertawa kecil saat mendengar perkataan Davina.
"Davina,tolong jaga bicara mu.Kamu tidak boleh sombong seperti itu."Ucap Bu Maura mengingatkan.
"Saya tidak sombong,tapi ini adalah kenyataan nya."Ucap nya lagi masih dengan angkuh nya.
Apa sebenar nya yang di pikirkan oleh wanita ini,bagaimana bisa mas Pras menyukai wanita seperti dia.
"Teserah apa kata kamu,yang jelas tanpa kamu pun perusahaan saya sudah punya nama besar.Jadi jika saya kehilangan kamu pun tidak masalah untuk saya atau pun perusahaan saya.Saya permisi dulu."Ucap pak Ghian sambil beranjak pergi.
Pak Ghian pun berlalu dari ruangan.
"Sial,,"Davina berteriak hingga seisi ruangan kaget dengan sikap nya.
Davina menggebrak meja,semua yang ada di atas meja berjatuhan ke bawah.
"Dav,apa yang kamu lakukan??"Teriak bu Maura pada nya.
"Kamu,gara-gara kamu semua ini terjadi.Apa kamu mau membalas dendam dengan ku."Ucap nya pada ku.
Ia tidak memperdulikan ucapan bu Maura.
Tiba-tiba dia mendekat dengan ku dan ingin melayangkan tangan nya ke arah ku.
"Apa yang mau kamu lakukan pada ku??"Tanya ku pada nya.
"Aku ingin memberi mu pelajaran."Ucap nya seraya menaikan lagi tangan nya dan ingin menamparku.
Kali ini Aku menangkap tangan nya dan memelintir nya dengan sangat keras.
"Aawww,,apa yang kamu lakukan wanita kampungan."Teriak nya pada ku.
"Kamu yang lebih kampungan,seharus nya seorang model ternama seperti kamu bisa menjaga attitude mu.Bukan seperti ini."Ucap ku pada nya.
Ia menarik tangan nya dengan paksa,akhir nya terlepas juga dari ku.
"Aku diam bukan karena takut dengan mu.Tapi Aku tidak mau mencari masalah.Tapi jika kamu masih juga mengusik dan mengganggu hidup ku.Aku akan buat kamu menderita."Ucap ku pada nya.
Ia tersenyum dengan sinis.
"Apa yang bisa kamu lakukan pada ku??Aku tidak takut sama sekali pada mu.Dan kamu pun bukan tandingan ku."Ucap nya dengan angkuh nya.
"Oke,kita lihat saja bagaimana aku akan menunjukan pada mu siapa aku."Ucap ku sambil mengeluarkan ponsel.
__ADS_1
Aku menekan nomor mas Pras.Mungkin Davina memang harus di beri pelajaran.
Aku sengaja menghidup kan loud speaker ponsel ku.Agar semua bisa mendengar.
Tak lama kemudian nomor ku di angkat oleh mas Pras.
"Halo Anin,kamu menelpon mas.Ada apa sayang??"Ucap mas Pras pada ku.
Davina kaget melihat ku,mungkin Ia tidak menyangka jika Aku berani senekat ini pada nya.
"Mas aku mau kamu menjemput ku di kantor apakah bisa?"Tanya ku lagi.
"Tentu saja bisa sayang,aku jalan sekarang."Ucap mas Pras.
"Ehm,,tapi mas ada Davina di sini bagaimana?"Ucap ku pada mas Pras.
"Tidak masalah,Aku jalan sekarang.tunggu Aku."Ucap mas Pras sambil mematikan ponsel nya.
Terlihat wajah Davina berubah menjadi merah.Terlihat Ia menahan amarah dan malu.
Para model terlihat berbisik-bisik,mereka pasti sekarang sedang membicarakan ku dan Davina.
"Dasar wanita kampungan,lihat saja kamu."Ucap nya sambil berlari ke luar.
Aku tersenyum kepada Davina.Ada rasa puas di dalam hati ku melihat Ia sakit begitu.
Itu belum seberapa dibandingkan dengan sakit yang aku rasakan.
Bu Maura mendekat kepada ku.Ia langsung merangkul ku.
"Good job Anin,Dia memang pantas dapat perlakuan seperti itu."Ucap Bu Maura tertawa kecil pada ku.
"Sebenar nya saya tidak mau memulai nya Bu,tapi dia selalu menyakiti saya."Ucap ku pada Bu Maura.
"Yang kamu lakukan sudah benar nin."Ucap Bu Maura sambil tersenyum.
Pasti saat ini Davina sudah berlari ke depan menunggu mas Pras tiba di depan.
Aku tak perduli apa yang terjadi dengan mereka nanti.
Yang pasti nya Permainan ku baru saja di mulai...
*****
__ADS_1