
Maaf Tuan,,Kandungan nya Nona Davina tidak bisa Kami selamatkan.Nona Davina mengalami pendarahan.Kami sudah berusaha semaksimal mungkin,tapi kandungan nona Davina tidak dapat bertahan.
Kata-kata dokter di UGD tadi masih terngiang di telinga ku.Davina mengalami keguguran.
Davina keguguran,dan Aku kehilangan anak ku,,
Aku masih memandangi Davina yang masih belum sadar.Ada perasaan menyesal dari hati kecil ku karena Aku yang menyebab kan semua ini terjadi pada nya.
Jika Aku bisa mengontrol ucapan ku mungkin Aku tak membuat Davina kehilangan anak nya.
Benturan keras di perut Davina yang menyebabkan Davina mengalami keguguran.Saat Ia jatuh pingsan Ia sempat menghantam meja yang ada di depan nya.
Sehingga Kandungan Davina tidak dapat di selamatkan lagi.
Aku sudah berusaha cepat untuk membawa nya kerumah sakit terdekat.
Tapi Tuhan berkehendak lain,Kami harus kehilangan calon bayi itu.
Apa yang harus Aku katakan pada nya saat Ia tersadar nanti.Bagaimana Aku akan memberitahu nya bahwa Ia kehilangan anak nya.
Aku duduk di sebelah Davina,Aku berharap Ia cepat siuman.
Kring,,kring,,
Ponsel ku berbunyi.
Terlihat Mami menelpon ku.
Aku pun berjalan keluar ruangan untuk mengangkat telepon Mami.
"Ya Mi,,ada apa Mi???"Tanya ku pada Mami.
"Kamu lagi di mana Pras??Kenapa Kamu tidak cerita pada Mami jika Anin pergi dari rumah."Ucap Mami pada ku.
Dari mana Mami tahu jika Anin pergi dari rumah.Apakah saat ini Mami sedang ada di rumah ku.
"Mi,,Mami lagi di mana sekarang Mi??"Tanya ku lagi.
"Mami di rumah mu Pras,dan Bibi mengatakan jika Anin pergi dari rumah dan membawa semua barang nya.Jelaskan pada Mami Pras ada apa semua ini??"Tanya Mami pada ku.
"Nanti Pras jelaskan pada Mami.Sekarang ini Pras lagi di rumah sakit Mi."Ucap ku pada Mami.
"Rumah sakit??Siapa yang sakit Pras??Kamu tidak kenapa-kenapa kan??"Tanya Mami pada ku yang mulai terlihat cemas.
Bagaimana ini??Apakah Aku harus mengatakan pada Mami bahwa Davina mengalami keguguran.
"Nanti Pras ceritakan Mi,Pras selesaikan dulu urusan di sini ya Mi."Ucap ku pada Mami.
Lebih baik menjelaskan pada Mami di rumah saja.
"Mami menunggu penjelasan dari Mu Pras.Dan Mami harap Kamu cepat membawa Anin pulang kerumah.Sebelum Papi Kamu tahu."Ucap Mami lagi.
__ADS_1
Aku sudah berusaha menyembunyikan kepergian Anin dari keluarga ku.Karena Aku takut jika Mami dan Papi tahu,mereka akan marah besar.
Dan akhir nya Mami pun mengetahui nya.Aku harus cepat membawa Anin kembali ke rumah.
Setelah berpamitan Aku pun mematikan telepon dan kembali ke kamar.
Terlihat Davina sudah mulai siuman,Aku pun bergegas mendekati nya.
"Dav,,Kamu sudah sadar??syukur lah,,"Ucap ku sambil mengenggam tangan nya.
"Sayang,,Aku di mana??"Ucap nya pada ku.
"Kamu sedang ada di rumah sakit Dav,,tadi Kamu pingsan."Ucap ku pada nya.
Ia pun langsung memegang perut nya.Seperti Davina tahu jika terjadi apa-apa dengan kandungan nya.
"Pras,,apa kandungan ku baik2 saja??"Tanya nya pada ku.
Terlihat wajah cemas dari nya.Ia terus memegang perut nya.
Aku hanya terdiam sambil memandang wajah nya.
"Pras,,katakan pada ku bahwa kandungan ku baik-baik saja."Ucap nya pada ku.
"Kenapa Janin ku tidak ada lagi Pras???"Ucap nya lagi.
Aku pun masih terdiam.Aku bingung harus menjelaskan apa pada nya saat ini.
Aku pun mendekat ke arah nya dan langsung memeluk nya.
Ia pun menangis sejadi-jadi nya di pelukan ku.
"Pras,,Aku tidak mau kehilangan anak kita,Katakan jika ini hanya mimpi."Ucap nya pada ku.
"Kamu harus merelakan nya Dav,,Tuhan belum mengijinkan kita untuk memiliki nya."Ucap ku sambil mengelus kepala nya.
Davina terus menangis di pelukan ku.Terlihat Ia begitu terpukul.
Ada perasaan bersalah dalam diri ku.Untuk kali ini Aku menyakiti hati wanita lagi.
Apa yang Kamu lakukan Pras???Kenapa Aku merasa menjadi lelaki brengsek saat ini.
Aku sudah mengkhianati istri Ku dan sekarang Aku menyebabkan Davina kehilangan janin nya.Anak dari ku.
Aku benar-benar merasa seperti lelaki yang tidak berguna saat ini.
"Maaf kan Aku Dav,,,"Ucap ku pelan sambil terus memeluk nya.
"Aku sangat menginginkan anak itu Pras."Ucap nya lagi pada ku.
"Dav,,tenang lah Dav,,Kamu tidak boleh seperti ini."Ucap ku sambil terus menenangkan nya.
__ADS_1
Davina masih menangis terisak di pelukan ku.Terlihat Ia begitu terpukul atas kejadian ini.
"Apa Kamu tidak merasa sedih Pras??"Tanya nya pada ku.
Ia menatap ke arah ku.
"Tentu saja Aku sedih Dav,,itu adalah anak ku.Aku sangat menginginkan nya."Ucap ku pada nya.
Davina masih terisak di pelukan ku.
"Pras,,Aku mohon jangan tinggalkan Aku Pras.Kamu akan tetap bersama ku kan??"Ucap Davina sambil menatap ku.
Terlihat wajah cemas Davina saat mengatakan hal tersebut.Seperti nya Ia takut jika Aku akan meninggalkan nya.
"Kamu jangan berpikiran yang tidak-tidak dulu Dav,sebaik nya Kamu istirahat."Ucap ku sambil tersenyum.
Aku mencoba menenangkan nya.
"Kamu di sini menemani ku kan sayang??"Ucap nya lagi.
Aku pun mengangguk.
Tak ada yang bisa ku lakukan saat ini,Aku memang harus berada di samping Davina saat ini.Aku harus menyemangati nya agar Ia cepat pulih.
Aku seperti nya harus menunda pencarian Anin,Aku tidak mungkin meninggalkan Davina dalam kondisi seperti ini.Aku tidak ingin Ia semakin terpuruk.
"Sayang,,berjanji lah untuk tidak meninggalkan ku."Ucap Davina lagi sambil mengenggam tangan ku.
Aku mengangguk sambil memegang tangan nya.
Biarkan lah saja Aku membohongi nya.Yang penting saat ini Aku membuat hati nya tenang dahulu.
"Aku ingin Kamu di sini sayang,,Aku tidak mau Kamu meninggalkan ku sendiri Pras."Ucap nya lagi.
"Aku janji Dav,,Aku tidak akan meninggalkan mu.Percaya lah."Ucap ku pada nya.
Terlihat Ia mulai kelihatan agak tenang saat mendengar perkataan ku.
Apa yang kulakukan,Aku mengatakan hal yang bakal membuat masalah untuk ku.
Mengapa Aku berjanji untuk tidak meninggalkan nya.Bagaimana dengan Anin??
Bukan kah Aku mau mencari Anin dan meminta Anin untuk memperbaiki semua nya dan memulai dari awal lagi.
Bagaimana Aku bisa melakukan itu jika Aku sudah berjanji pada Davina untuk terus bersama nya.
Arrrg,,sial,,,
Aku berada di situasi sulit saat ini,,,
*****
__ADS_1