Aku Benci Mencintai Dia!!!

Aku Benci Mencintai Dia!!!
Bab 62


__ADS_3

Rasakan kau Anin,,,


Aku senang berhasil membuat Pras meninggalkan mu.


Terbukti Pras lebih mementingkan Aku dari pada diri mu.


Pras meninggalkan nya di sana tanpa sepatah kata pun.


Aku senang melihat Pras panik saat melihat ku terjatuh.Ia benar-benar takut kehilangan anak nya.


Pras membawa mobil dengan kecepatan tinggi sambil terus memegang tangan ku.


Aku hanya membohongi nya,sebenar nya perut ku tidak ada kontraksi sama sekali.


Aku hanya tidak ingin Ia meninggalkan Aku dan pergi bersama wanita itu.


"Sayang,,jangan ngebut-ngebut.Perut ku sudah tidak terlalu sakit lagi."Ucap ku pada nya.


"Tapi Kita harus kerumah sakit Dav,,Aku tidak mau terjadi apa-apa dengan mu dan anak itu."Ucap nya pada ku.


"Tapi Aku sudah baik-baik saja sayang."Ucap ku meyakinkan nya.


Aku tidak mau seandai nya kerumah sakit,pasti Pras meminta ku untuk di rawat dengan alasan agar Aku bisa istirahat.


"Jangan membantah ku Dav,,Aku tidak mau anak ku kenapa-kenapa."Ucap nya lagi.


Ada perasaan senang saat mendengar Pras berkata seperti itu.


Ternyata Ia sangat menginginkan anak ini.Aku bisa menjadikan anak ini sebagai senjata untuk mendapat kan Pras dan menikah dengan nya.


Aku ingin Ia cepat meninggalkan Anin dan hidup dengan ku.


Seandai nya Pras menikahi ku,Aku rela meninggalkan semua karir ku saat ini.


Aku akan fokus mengurusi Pras dan anak ku.


Aku hanya ingin Pras menjadi milik ku.


Tanpa terasa Kami pun tiba di rumah sakit.


Pras langsung membawa ku ke dalam.


Kami pun langsung di antar ke dokter kandungan.


Hampir lima belas menit dokter mengecek kandungan ku.


"Bagaimana dok,keadaan kandungan Davina??"Ucap Pras bertanya pada dokter.


"Kalo saya saran kan nona Davina jangan terlalu lelah,karena kandungan nya ini lemah."Ucap dokter pada Pras.


"Lemah??lemah bagaimana dok??"Ucap Pras lagi.


Aku kaget saat mendengar dokter mengatakan hal tersebut.Aku tidak ingin terjadi apa-apa dengan kandungan ku.


"Iya jika saya lihat kandungan nona perkembangan nya sangat lambat.Nona seperti nya harus istirahat dan jangan terlalu banyak beraktivitas."Ucap dokter lagi.

__ADS_1


"Tapi kandungan saya bisa di selamat kan dok??"Ucap ku bertanya pada dokter.


"Mudah-mudahan bisa nona,,ini saya kasih resep obat dan vitamin.Diminum teratur dan banyak istirahat ya."Ucap nya lagi.


"Dok saya mohon,tolong berikan obat apa saja agar kandungan Davina baik-baik saja."Ucap Pras pada dokter.


"Saya sudah memberikan yang terbaik Tuan."Ucap dokter sambil tersenyum pada ku.


"Apakah Davina perlu di rawat dok??"Tanya Pras lagi pada dokter.


"Tidak perlu tuan.Nona Davina cukup istirahat di rumah saja."Ucap nya lagi pada Pras.


Ada perasaan lega saat mendengar penjelasan dokter.Aku memang tidak ingin menginap di rumah sakit ini.


Setelah selesai,Aku dan Pras pun berlalu dari dokter.


Setelah menebus resep dokter,Aku dan Pras pun berlalu dari rumah sakit menuju ke parkiran mobil.


"Mas Pras,,,"Ucap seseorang meneriaki Pras.


Ternyata itu adalah Kinan.Ia baru saja turun dari mobil.


Ia pun menghampiri ku dan Pras.


"Kinan,,sedang apa Kamu disini??"Tanya Pras pada Kinan.


Terlihat Pras canggung saat bertemu dengan Kinan.


"Mas sedang apa disini bersama Davina??"Tanya Kinan curiga sambil melihat ke arah ku.


"Apakah Kak Anin tau mas mengantar Davina??"Tanya Kinan lagi.


"Iya,,Anin tau."Ucap Pras lagi.


"Kamu seharus nya tidak usah merepotkan mas Pras untuk mengantar mu.Bukan kah Kamu bisa kesini sendirian??"Ucap Kinan tiba-tiba pada ku.


"Kinan cukup,jangan membuat keributan di sini."Ucap Pras mengingat kan Kinan.


Aku senang melihat Pras membentak Kinan seperti itu.Seandai nya Ia tahu jika Aku kesini memeriksa kandungan ku pasti Ia akan terkejut.


"Mas,,tolong jangan menyakiti Kak Anin lagi."Ucap Kinan pada Pras.


"Mas tidak melakukan apa-apa pada nya.Mas hanya mengantar Davina tidak lebih."Ucap Pras lagi pada Kinan.


"Kinan tolong,jangan ikut campur urusan ku dan Pras.Biarkan Mas mu yang menentukan pilihan nya."Ucap ku pada Kinan tiba-tiba.


Aku kesal mendengar nya yang terus memojokkan ku.


Aku tidak ingin Ia menganggap bahwa Aku yang terus mengejar Pras.


"Davina,,diam!!"Ucap Pras padaku.


"Kenapa??Kamu takut jika Kinan tau yang sebenarnya??"Tanya ku pada nya.


"Tau apa??ada apa ini mas???"Tanya Kinan lagi.

__ADS_1


"Davina Aku mohon jangan menambah masalah."Ucap Pras lagi pada ku.


"Sampai kapan Kamu mau menyembunyikan nya Pras????Aku sudah tidak bisa menunggu lagi.'Ucap ku pada nya.


"Apa yang sebenar nya terjadi dengan Kalian??"Tanya Kinan lagi.


"Aku hamil anak pras.sekarang ini Aku sedang mengandung anak nya."Ucap ku pada Kinan.


"Davina!!!Aku bilang diam!!!"Bentak Pras padaku.


Aku sudah tidak memperdulikan nya lagi.Saat ini saat yang tepat untuk memberi tahu tentang kandungan ku.


Keluarga Pras harus tau,Aku butuh pengakuan.


"Apa,,kamu hamil???benar kan ini mas???"Tanya Kinan lagi sambil menatap tajam ke arah Pras.


"Kinan,,mas mohon tenang dulu.Mas akan jelaskan."Ucap Pras pada Kinan.


"Mas apakah benar yang di katakan wanita ini??"Tanya Kinan lagi pada Pras.


Pras hanya terdiam.


Aku pun mengeluarkan hasil USG dan memberikan nya kepada Kinan.


Tampak Kinan terdiam memegangi nya.


Plak,,,


Tiba-tiba Kinan menampar ku.


"Kinan,,apa yang Kamu lakukan??"Teriak Pras pada Kinan.


"Dasar wanita murahan.Kamu tidak malu merusak rumah tangga orang."Ucap Kinan pada ku.


"Berani nya Kamu Kinan menampar ku."Ucap ku marah pada nya.


"Itu memang pantas untuk wanita penggoda seperti mu."Ucap nya sambil menatap ku.


"Kamu jangan menyalahkan Aku saja,Kamu tanya pada mas mu,mengapa ini bisa terjadi."Ucap ku sambil memegang pipiku.


Aku tidak menyangka Kinan bisa berbuat begitu pada ku.Ia benar-benar marah mendengar pengakuan ku.


"Kinan tidak menyangka mas bisa berbuat begitu mas pada Kak Anin.mas benar-benar jahat!!"Ucap Kinan sambil pergi dan masuk ke dalam mobil.


"Kinan,,tunggu dulu Kinan.Dengarkan mas dulu."Ucap Pras mengejar Kinan ke mobil.


Tapi Kinan tidak memperdulikan nya.Ia menyalakan mobil dan berlalu dari Pras.


Terlihat Pras terdiam menatap kepergian Kinan.Aku tau saat ini Ia pasti sedang berpikir bagaimana menjelaskan semua ini pada keluarga nya.


Aku tidak perduli,,


Yang penting Kinan sudah tau jika Aku sedang mengandung anak ku.


*****

__ADS_1


__ADS_2