
Aku mengamati sosok dari kejauhan,terlihat seorang wanita yang sedang duduk menyeruput minuman nya di sebuah cafe di salah satu mall ini.
Wanita kampungan,,
Ternyata Aku benar-benar bertemu dengan nya lagi.
Anindya,,
Wanita yang membuat Pras hampir saja meninggalkan ku.Ia pikir Ia bisa menghancurkan hidup ku..
Tidak segampang itu,,
Ia tidak tau bagaimana licik nya Aku untuk merebut Pras dari hidup nya.
Aku harus memberi Ia pelajaran,agar Ia tidak lagi bersikap ceroboh kepada ku.
Aku sangat membenci wanita ini!!!!
Walaupun Pras sudah berjanji menikahi ku tetapi Aku masih punya urusan dengan wanita kampungan ini.
Aku pun berjalan mendekat ke arah nya dan mendekat ke arah meja nya.Aku langsung duduk di hadapan nya.
Terlihat Ia menatap ke arah ku.
Tak ada reaksi sama sekali.Ia begitu tenang.
"Halo Anin,,sudah lama ya kita tidak bertemu."Ucap ku pada nya sambil tersenyum terpaksa.
"Seperti nya Aku sedang tidak ada janji dengan mu."Ucap nya pada ku tanpa melihat ke arah ku.
Reaksi nya masih begitu tenang.
"Aku kebetulan tidak sengaja lewat sini,dan melihat mu.Aku hanya ingin memastikan jika Kamu baik-baik saja."Aku berucap sambil tersenyum sinis dengan nya.
"Waw,,Kamu baik sekali Davina.Seperti yang Kamu lihat,Aku baik-baik saja kan."Ucap nya sambil tersenyum.
"Benar kah??Apa yang Kamu rasakan saat ini??Sebentar lagi Pras akan menjadi milik ku."Ucap ku pada nya lagi sambil tersenyum meledek nya.
Ia tersenyum ke arah ku.
"Ya ambil saja,Kebetulan Aku juga sudah tidak membutuhkan dia lagi."Ucap nya seraya menyeruput minuman nya.
Menyebalkan sekali,kenapa Ia begitu tenang menghadapi ku.
"Aku cuma mengingatkan saja agar Kamu tidak menganggu Pras lagi.Karena sebentar lagi Ia akan menjadi milik ku."Ucap ku lagi tegas pada nya.
"Ya,,ya Aku tahu tapi tentu Pras menikahi mu setelah Aku dan dia resmi bercerai kan?jika belum ada putusan dari pengadilan.Pras masih suami sah dari ku."Ucap nya pada ku sambil tersenyum.
__ADS_1
"Apa saat ini Kamu sedang mengancam ku??"tanya ku pada nya.
Ia menatap ke arah ku sambil tersenyum.
"Apa Kamu sedang merasa terancam sekarang??Apa Pras sudah mulai ragu untuk menikahi mu?"Ucap nya sambil tertawa.
"Maksud Kamu apa??Kamu jangan main-main dengan Aku,Kamu lupa jika Aku sedang mengandung anak Pras."Ucap ku lagi.
Aku memang sengaja tidak memberitahu orang-orang jika Aku keguguran.Karena Aku tidak mau orang menghasut Pras untuk meninggalkan ku.
"Aku tahu,maka nya itu Aku merelakan Pras untuk mu.Karena Aku kasihan melihat mu."Ucap nya lagi sambil tersenyum.
Wanita kurang ajar,berani nya Ia berkata seperti itu pada ku.
"Aku yang lebih kasihan melihat mu.Karena Kamu tidak punya siapa-siapa lagi sekarang."Ucap ku pada nya sambil tersenyum.
Pras pernah cerita pada ku jika wanita kampungan ini sebatang kara di dunia ini.
Lagi-lagi Ia tersenyum pada ku.
"Walaupun Aku sebatang kara,setidak nya Aku lebih berpendidikan dari Mu.Attitude ku masih jauh lebih baik dari diri mu.Tidak merebut suami orang!!!"Ucap nya pada ku sambil tersenyum sambil menatap ke arah ku.
"Kurang ajar,,Kamu,,,,"Aku mengangkat tangan mu dan langsung ingin menampar wajah nya.
Anin dengan cepat menahan tangan ku.
Sial,,
Berani juga wanita kampungan ini.
"Jangan coba-coba berani menyentuh ku.Aku pastikan Pras tidak akan menikahi mu jika Kamu melakukan itu.."Ucap nya sambil melepas tangan ku dengan kasar.
Kurang ajar,,Apa Aku tidak salah dengar,Ia sedang mengancam ku.Besar juga nyali wanita kampungan ini.
Beberapa pasang melihat ke arah Kami berdua.Seperti nya orang-orang sudah mulai menyadari jika situasi sudah mulai tidak baik.
"Kamu mengancam ku??Aku bisa melaporkan Kamu dengan Pras.Dan Dia bisa membuat perhitungan dengan mu."Ucap ku sambil tertawa.
"Silahkan saja,Ia pasti sangat bahagia jika tahu saat ini Kamu sedang bersama ku."Ucap nya lagi.
Apa maksud wanita ini,apa Pras sedang mencari nya??Apa Ia menghilang dari Pras.
Biarkan saja,semakin Ia menghilang semakin mempermudah kan ku untuk mendapat kan Pras seutuh nya.
"Apa Kamu lupa jika Pras sudah tidak memperdulikan mu.Ia hanya kasihan pada mu bukan peduli."Ucap ku lagi pada nya.
Ia memandang ke arah ku.Lalu Ia tersenyum lagi.
__ADS_1
"Benar kah itu??Apa Pras berkata begitu pada mu??"Tanya nya lagi pada ku.
"Tentu saja.Pras selalu cerita apa saja pada ku tentang mu.Tak ada yang Ia sembunyikan termasuk perasaan nya sekarang pada mu.Ia sudah tidak mencintai mu lagi."Ucap ku lagi pada nya sambil tersenyum.
Kali ini pasti Ia tidak bisa berkata apa-apa lagi.Ia pasti akan sakit saat mendengar pengakuan dari ku saat ini.
Ia tertawa melihat ku.
"Apa Pras juga mengatakan jika beberapa hari yang lalu Ia bercinta dengan ku sepanjang malam???"Ucap nya pada ku.
Deg,,
Jantung ku langsung berdetak cepat saat mendengar Anin mengatakan hal itu.Amarah ku terasa memuncak.Ingin rasa nya Aku berteriak saat ini.
Aku tidak boleh emosi.
Tenang Davina,,tenang,,,
Wanita ini pasti berbohong,Pras tidak mungkin melakukan hal itu.Bukan lah Pras sudah mengatakan jika Ia sudah tidak mencintai wanita kampungan ini lagi.
Ia pasti sengaja membuat perkataan yang membuat Aku marah.
"Aku tidak percaya dengan mu."Ucap ku sambil tersenyum walaupun Aku emosi mendengar perkataan nya.
"Terserah,Yang jelas Pras sangat menikmati permainan malam itu.Dan Ia meminta ku untuk tidak meninggalkan nya."Ucap nya lagi sambil tersenyum.
"Masa bodoh dengan ucapan mu.Yang jelas Aku lebih mempercayai ucapan Pras dari diri mu."Ucap ku pada nya.
"Terserah mau percaya atau tidak dengan ku.Yang jelas Aku masih bisa merasakan jika Ia masih mencintai ku.Aku bisa merasakan hangat nya pelukan dan ciuman nya malam itu pada ku."Ucap nya pada ku sambil tersenyum.
Ia lalu berdiri dan bersiap meninggalkan ku.
"Jika Kamu mau melihat nya,Kamu bisa melihat cctv di kamar Kami.Bukan kah Kamu sudah bebas kan keluar masuk di rumah itu.Selamat menonton Davina."Ucap nya sambil tersenyum dan meninggalkan ku.
Arrrgh,,,
Aku berteriak kesal.
Semua mata tertuju pada ku.Mereka mulai berbisik membicarakan ku.
Dasar wanita kampungan,,
Lihat saja,Aku akan membuat hidup mu selanjut nya seperti di neraka.
Tidak akan Aku biarkan Kamu bahagia walaupun Pras sudah menjadi milik ku!!!!
*****
__ADS_1