
Aku tak mengejarmu saat kau pergi
Bukan karna ku tak cinta lagi
Tapi ku ingin berhenti
Kita saling menyakiti
Aku tak menahanmu tetap disini
Bukan karna tak bahagia lagi
Tapi kini ku sadari
Cinta tak harus saling miliki
Lebih baik berpisah
Dari pada terus terluka
Karena ku selalu yang salah
Jujur aku trauma
Terdengar Alunan lagu dari radio dalam mobil ku,menemani perjalanan ku menuju pengadilan agama.
Akhir nya waktu ini tiba juga,Aku akan melaksanakan sidang perceraian ku yang pertama.Aku harus tenang menghadapi ini semua,walaupun jujur dalam hati kecil ku ada perasaan sedih yang teramat dalam yang tidak bisa ku jelaskan.
Aku akan benar-benar kehilangan mas Pras.Pernikahan kami benar-benar kandas karena orang ketiga.
Anin,,kamu harus kuat.
Aku menghela nafas yang panjang,begitu berat rasa nya beban yang kurasakan saat ini.Sedangkan Aku tidak punya siapa-siapa untuk tempat ku mengadu atau pun bercerita.
Walaupun ada ibu panti,namun tetap saja Ia bukan keluarga kandung ku.
Aku benar-benar merasa sebatang kara di dunia ini.
Buliran air mata pun memaksa keluar dari kelopak mata ku,Aku pun bergegas menyeka nya.Aku tidak boleh menangis lagi.
Sudah terlalu sering Aku mengeluarkan air mata kesedihan.Aku melajukan kendaraan ku dengan pelan.
Sebelum ke persidangan Aku ingin mampir ke tempat ibu Panti terlebih dahulu.Aku ingin meminta nya untuk menemani ku datang ke sidang pertama nanti.
Aku sudah menelpon nya semalam.Dan ibu panti mau menemani ku.Hanya Ia yang aku punya sekarang ini.
Aku ingin semua nya cepat berakhir,agar Aku dan mas Pras bisa melanjutkan hidup kami masing-masing.
Dan aku akan menggelar status baru,gelar yang tidak pernah ada di mimpi ku.Yang dulu selalu Aku takut kan.
Kita hanya bisa berencana,namun Tuhan lah yang menentukan segala nya.
__ADS_1
Terlihat Bu panti sudah menunggu ku di depan panti.Terlihat Ia tersenyum saat melihat ku.
Ibu panti pun masuk ke dalam mobil.
Aku pun menyalami nya.
"Terima kasih ya Bu,sudah mau menemani Anin hari ini."Ucap ku pada ibu panti.
"Ini sudah kewajiban ibu nak menemani mu.Ibu akan selalu ada untuk kamu."Ucap ibu panti lagi sambil tersenyum.
"Terima kasih ibu."Ucap ku sambil memegang tangan ibu panti.
"Iya nak,kita pergi sekarang."Ucap Bu panti lagi.
Aku pun mengangguk dan melajukan kendaraan ku.
Dan Kami pun meninggalkan panti dan bergegas menuju pengadilan.
******
Setengah jam perjalanan,akhir nya kami tiba di di pengadilan.Sebelum masuk ke dalam pengadilan Aku sempat melihat mobil mas Pras sudah terparkir dihalaman pengadilan.
Rupa nya mas Pras sudah hadir.Aku mencoba menenangkan hati ku.
Sesampai di dalam terlihat di depan ruang sidang ada mas Pras dan Mami nya.Terlihat Mami tersenyum saat melihat ku.
Aku dan ibu panti langsung mendekati nya.Aku pun langsung menyalami nya.
Ia langsung memeluk ku.
"Mami sehat Mi?Anin juga merindukan Mami."Ucap ku pada Mami sambil memeluk nya.
Mami adalah ibu mertua yang sangat baik.Ia tidak pernah membeda-bedakan ku dengan anak kandung nya.Begitu pun juga dengan Papi.
"Iya sayang Mami sehat."Ucap Mami pada ku.
"Syukurlah Mi,Papi tidak ikut ke sini Mi?"Tanya ku pada Mami.
"Papi lagi di luar kota sayang,tadi Papi titip salam untuk mu sayang."Ucap Mami pada ku.
"Ehh,,ibu sudah lama kita tidak bertemu."ucap Mami pada ibu panti.
Mami pun menyalami ibu panti juga.
Terlihat mas Pras diam dan menatap ke arah ku.Ia langsung mendekat ke arah ku.
Aku pun menyalami nya.
Ia menyambut nya dan langsung berkata pada ku.
"Bisakah mas bicara pada mu sebentar."Ucap mas Pras pada ku.
__ADS_1
"Mau bicara apa mas?"Tanya ku pada nya.
"Ada hal penting yang ingin Mas bicarakan pada mu sebentar saja."Ucap nya memohon pada ku.
Aku terdiam,ada perasaan bimbang menerima ajakan mas Pras.Tapi di sisi lain Aku penasaran dengan apa yang ingin ia bicara kan pada ku.
Aku menatap pada Mami dan ibu panti.Terlihat mereka memberi isyarat agar Aku mengikuti mas Pras.
Aku pun mengangguk dan langsung mengikuti mas Pras.
Kami duduk agak berjauhan dari Mami dan ibu panti.
"Apa yang mau mas bicarakan lagi dengan Anin."tanya ku pada nya.
Ia tersenyum menatapku.
"Mas sangat merindukan mu nin."Ucap mas Pras pada ku.
"Apa yang ingin mas bicarakan pada Anin."Ucap ku memotong pembicaraan mas Pras.
Aku tidak mau terbawa perasaan lagi pada nya.Jujur memang aku masih menyayangi mas Pras.Tapi Aku tidak mau kembali pada nya.
Aku membiarkan rasa ini terus ada hingga nanti ia benar-benar hilang dari perasaan ku.
"Mas hanya ingin bilang,jika nanti kita benar-benar berpisah mas mohon Jangan jauhi Mami.Mas tidak mau mami sedih."Ucap mas Pras pada ku.
Aku terdiam,ada perasaan sedih dalam hati ku.Mami memang sangat baik pada ku.
"Iya mas,Anin akan sering mengunjungi Mami.Anin tidak akan lupa dengan Mami.Mami sudah Anin anggap seperti ibu kandung Anin sendiri."Ucap ku pada mas Pras.
"Mas senang mendengar nya,mas harap Anin pun bisa begitu dengan mas juga.Jangan pernah benci dengan mas.Mas masih sangat menyayangi mu."Ucap mas Pras pelan.
"Anin sudah memaafkan mas.Anin tidak akan benci dengan mas.Anin selalu mendoakan yang terbaik untuk mas."Ucap ku pada nya.
"Terima kasih Anin,walaupun ini berat untuk mas.Tapi mas akan menerima nya.Mas tidak mau membuat mu terluka lagi.Mas akan mempermudah proses ini nanti nya."Ucap nya pada ku.
Ada perasaan lega dan perasaan sedih mendengar perkataan mas Pras.Ia seperti sudah pasrah dengan keadaan ini.
"Terima kasih mas.Anin hargai niat baik mas.Anin doakan mas bisa bahagia dengan pilihan mas."Ucap ku sambil berdiri.
"Andai nya kamu tahu Anin apa yang mas rasakan saat ini,,"Ucap mas Pras.
Belum sempat mas Pras melanjutkan pembicaraan nya.Terdenngar panggilan suara untuk masuk ke dalam ruangan sidang.
Tak lama nama ku dan mas Pras pun di panggil untuk memasuki ruang persidangan.
"Seperti nya kita sudah di panggil mas,ingat janji mas dengan Anin.Mas akan mempermudah semua nya."Ucap ku dengan mas Pras.
Mas Pras cuma mengangguk pelan dan mengikuti ku memasuki ruangan sidang.
*****
__ADS_1