
Aku terus mencoba menelpon ke ponsel Anin,,tapi nomor Anin tetap tidak bisa di hubungi.
Bagaimana ini jika Ia benar-benar kabur.Apa yang harus Aku jelaskan pada Papi dan Mami.
Apa mungkin Ia kerumah orang tua ku.Aku pun mencoba menelpon Kinan,untuk menanyakan apakah ada keberadaaan Anin di sana.
Tuuut,,,tuuut,,
Kinan tak mengangkat telepon ku.Kemana Ia pergi??Apa Ia tidak tahu jika Aku sekarang lagi panik.
Aku tidak mungkin langsung kerumah orang tua ku untuk mencari Anin.Aku bisa di marah habis-habisan lagi oleh orang tua ku.
Aku pun terus melajukan kendaraan ku.
Aku tak tahu harus mencari Anin ke mana.Ia tidak mempunyai saudara di sini.Bahkan teman dekat pun tak ada.
Pikiran ku pun langsung menuju ke Ghian.Apa Ia pergi bersama lelaki itu???
Ya bisa saja mereka bersama.Aku jadi teringat perubahan sikap Anin sekarang terhadap ku.Ia sudah berani menjawab perkataan ku dan bersikap arogan.
Pasti Ia bersikap seperti itu karena Ia ada yang melindungi nya.Mungkin saja Ghian.
Apa Aku harus mencari nya ke sana???
Tapi apa yang akan ku tanyakan,Aku tidak ada bukti jika mereka benar-benar bersama.
Aku pun jadi membayangkan Anin bersama Ghian tinggal di satu apartement berdua,dan melakukan hal yang tidak-tidak.
Sial,,,
Itu tidak bakalan terjadi.
Tiba-tiba kecemburuan menyelimuti hati ku.Aku benar-benar takut jika pikiran ku menjadi kenyataan.
Aku mencoba menelpon Anin lagi.
Ponsel nya tetap tidak aktif.
Apa Aku coba ke kantor Davina saja??Aku menunggu Ghian di sana dan mengikuti nya.
Aku tidak mungkin kesana dan bertemu Davina untuk bertanya.Karena saat ini suasana di sana masih sangat panas karena kejadian Anin dan Davina tadi siang.Pasti orang-orang masih menunggu berita lanjutan tentang Kami.
Aku tidak ingin menambah masalah dengan muncul bersama Davina.Mungkin sekarang Aku tidak usah bertemu dulu dengan Davina.
Aku tidak ingin dulu muncul di publik bila bersama Davina.Aku ingin meredakan berita dahulu.
Aku tidak mau namaku muncul lagi di pemberitaan.Papi dan Mami bisa marah besar pada ku.
Kriing,,kriing..
Ponsel ku berbunyi.
Apakah Anin yang menelpon ku??
__ADS_1
Ternyata Davina yang menelpon ku.
"Ya Dav,,ada apa??"tanyaku pada nya.
"Kamu di mana sayang???"ucap nya pada ku.
"Aku lagi di jalan mencari Anin."Ucap ku lagi.
"Anin??kenapa dengan wanita itu??"Tanya Davina lagi.
"Ia pergi dari rumah dan tidak tau kemana."Ucap ku lagi.
"Bagus lah itu sayang,,biarkan saja Ia pergi.Ia selalu membuat kekacauan."Ucap Davina lagi.
"Bukan begitu sayang,,Aku tidak ingin mencari masalah dengan Mami.
"Jadi Kamu ingin mencari nya??"Tanya Davina pada ku.
"Iya karena Mami ingin bertemu kami berdua.Apa yang harus ku jelaskan pada Mami nanti nya."Ucap ku pada Davina lagi.
"Pras harus nya kamu senang jika wanita kampungan itu pergi.Itu bisa mempermudah jalan Kita berdua."Ucap Davina lagi pada ku.
"Dav please,,,,Tolong ngertiin Aku sekali ini.Aku tidak mau Mami jadi kepikiran."Ucap ku lagi.
"Terserah Kamu Pras,,cari Ia sampai ketemu."Ucap Davina sambil mematikan telepon.
Aku membiarkan Ia menutup telepon.Aku sedang tidak ingin berdebat saat ini.Karena Aku benar-benar pusing sekarang.
Ia selalu tidak mengerti keadaan ku saat ini.Yang Ia tahu cuma tentang diri nya.
Memang benar yang di katakan oleh Davina jika kepergian Anin bisa mempermudah segala nya.
Tapi tidak sekarang,,Aku harus mencari nya dahulu.
Aku sudah berusaha menelpon nya dari tadi.Tetap tidak terhubung*.
Kemana Anin pergi???
*****
Suasana di sini begitu tenang.Halaman depan panti yang sangat luas dan asri karena di tumbuhi rumput dan bunga membuat indah untuk di pandang mata.
Aku merindukan tempat ini.
Tempat masa kecil ku di habis kan.
Tempat ku berkumpul bersama teman-teman ku yang juga kehilangan orang tua nya.
Saat itu Kami belum mengerti apa-apa.Kami hanya bermain dan bermain.
Kasih sayang Ibu panti membuat Kami tidak merasa kehilangan orang tua.Karena Kami menganggap Ibu panti lah yang menjadi orang tua buat Kami.
Kami mulai sadar jika Kami adalah yatim piatu di saat kami sudah bersekolah.Kami sudah di ajari apa itu keluarga lengkap.Dari sana Aku mulai tahu bahwa suatu keluarga mempunyai Ayah dan Ibu.
__ADS_1
Pulang sekolah Aku langsung bertanya pada Ibu panti.Dan Ibu panti pun menjelaskan pada ku.
Aku baru sadar ternyata Aku dan teman-teman ku di panti selama ini tidak punya siapa-siapa.
Kami hanya di titip kan di panti ini.Dan Ibu panti yang merawat Kami sepenuh kasih.
Kami saling menguatkan,,
Hingga akhir nya di saat Kami dewasa Kami terpisahkan dengan sendiri nya.Karena ada yang mengikuti suami nya keluar kota.Atau ada yang sudah menikah dan sibuk dengan istri nya.
Semua punya kesibukan masing-masing sekarang.
"Anindya,,,"Sebuah suara mengagetkan ku dari depan ku.
*Terlihat Ibu panti memanggil ku.Ia berdiri di depan pintu.
Ternyata Aku melamun dari tadi di sini.
Aku pun tersenyum pada nya.
Aku pun menghampiri nya*.
"Ibu,,Anin kangen."Ucap ku sambil memeluk nya.
Ia pun memeluk ku.
"Kamu baik-baik saja nak??"Tanya ibu panti pada ku.
Aku terdiam.Aku bingung harus berkata apa pada nya.
"Apa Pras menyakiti mu??"Tanya Bu panti lagi.
Sebaik nya nanti saja Aku bercerita yang sebenar nya pada Ibu panti.Ia memang harus tau yang sebenar nya terjadi pada ku.
Karena memang cuma Ibu panti tempat ku bercerita selain pada Kinan.
"Anin boleh tinggal di sini dulu ya Bu."Ucap ku pada Ibu panti.
"Tentu saja boleh nak,ini rumah mu."Ucap ibu panti lagi.
"Terima kasih ibu."Ucap ku pada nya.
"Iya nak,,Ayo masuk."Ucap nya sambil menarik ku masuk ke dalam.
Aku merindukan tempat ini.Suasana nya masih sama seperti dulu.Tidak ada yang berubah sama sekali.
Terlihat anak-anak seperti ku sedang asyik bermain.Tawa riuh mereka membuat suasana begitu ramai.Aku tersenyum melihat nya.
Mereka bermain tanpa beban.Mereka tidak mengetahui jika nanti mereka dewasa,mereka akan menghadapi kehidupan yang kejam.
Menghadapi berbagai masalah silih berganti.Seperti Aku saat ini.
*****
__ADS_1