
Sudah dua hari Aku meninggal kan mas Pras.Aku pun sengaja tidak mengaktif kan handphone ku.Karena Aku memang ingin tenang berapa hari ini.
Banyak yang jadi pertimbangan ku saat ini.Ingin lanjut atau pisah dengan mas Pras.
Ibu panti sudah menasehati ku,beliau mengatakan jika ini masalah yang biasa di dalam rumah tangga.Boleh di bilang ini adalah ujian untuk ku.
Manusia terkadang khilaf dan bisa lupa akan segala nya.Seperti mas Pras saat ini.
Ibu panti juga menasehati ku untuk memberi mas Pras satu kali kesempatan lagi.Siapa tau Ia mau berubah dan mau memperbaiki segala nya.
Aku tidak yakin akan itu.Karena Aku sudah dengar dari Mas Pras jika Ia menikahi ku karena kasihan melihat ku.Bukan karena mencintai ku.
Mungkin Ia menjadikan ku sebagai pelarian nya karena ingin melupakan Davina.
Betapa pintar nya Kamu bersandiwara Mas,,,
Kamu buat Aku mempercayai mu,seolah Kamu benar-benar mencintai ku.Padahal di hati mu masih ada wanita itu.
Apa yang harus kulakukan sekarang??
Aku pun mengaktif kan handphone ku.Aku ingin melihat apa ada mas Pras menghubungi ku.
Terlihat banyak pesan yang masuk dari mas Pras.
"Anin,,aku mohon kembali,,"
"Anin,,Aku minta maaf,,"
"Anin tolong hubungi Aku."
"Anin,,Aku mohon pulang kerumah."
Ternyata Ia mengkhawatirkan ku,,
Aku membaca semua pesan nya.Seperti nya Ia menyesal.
Apa Aku harus memberi mas Pras kesempatan sekali lagi??
Apa Aku menghubungi nya sekarang??
Tapi tunggu dulu,,siapa tau itu hanya rencana mas Pras agar Aku bisa mempercayai nya lagi.
Agar Ia tidak mendapat masalah dari orang tua nya.
Mas Pras bukan nya pintar berbohong,,selama berapa tahun ini Aku hidup dengan kebohongan nya.Kebohongan nya dalam mencintai ku.
Andai kan waktu bisa di ulang,,Dan kembali ke masa lalu.
Aku tidak ingin mengenal mu mas,,
Kring,,kring,,,
Telepon ku berbunyi.
Terlihat Mami mas Pras menelpon ku.
'"Halo Mi,,,"Ucap ku pada Mami mas Pras.
"Anin,,kemana saja sayang,,kenapa handphone nya tidak aktif kemarin??"Tanya Mami pada ku.
Ternyata Mami mas Pras mengkhawatir kan ku juga.
__ADS_1
Dan Ia mencoba menghubungi ku juga.
"Iya Mi maaf.Handphone Anin rusak Mi."Aku berbohong pada Mami.
Maaf kan Anin Mi,,Anin terpaksa berbohong.
"Rusak kenapa sayang??kenapa Pras tidak memberi tahu Mami.Pras juga susah di hubungi berapa hari ini."Ucap Mami lagi.
Ternyata Mami mas Pras tidak mengetahui jika Aku pergi dari rumah.Dan mas Pras pun tidak menceritakan nya.
"Iya Mi,kemarin tidak sengaja kebanting dengan Anin."Ucap ku lagi.
"Hati-hati sayang,,Anin mama ingin hari ini Kamu kerumah Mami."Ucap Mami pada ku.
Bagaimana ini,jika Aku menolak nya Mami pasti akan mencurigai ku.Tapi jika Aku kesana pasti Aku akan bertemu mas Pras.
"Anin,,kenapa diam saja sayang???Mami ingin bertemu dengan mu."Ucap Mami lagi.
"Iya Mi,,nanti siang Anin ke sana ya Mi."Ucap ku pada Mami.
"Baik lah sayang,,Mami tunggu ya."Ucap Mami pada ku.
Tak lama kemudian Mami menutup telepon nya.
Aku tidak mempunyai pilihan lagi.Aku kesana karena Mami bukan karena mas Pras.
Aku pun menyiap kan semua barang ku.
Mungkin nanti Aku bisa membawa pulang barang ku dulu untuk pulang kerumah.
Aku tidak mungkin membawa barang-barang ini pulang kerumah Mami mas Pras.
Ia akan mencurigai ku nanti,,
"Bu,Anin mau pamit."Ucap ku pada Ibu panti.
"Syukur lah nak jika Kamu mendengar kan perkata ibu."Ucap nya pada ku.
"Iya Bu,mudah-mudahan saja mas pras bisa berubah."Ucap ku lagi pada ibu panti.
"Pasti nak,,Ibu yakin Pras pasti akan berubah."Ucap Bu panti lagi.
Aku tidak mengatakan. pada Bu Panti jika Aku pulang karena Mami mas Pras menelpon ku.
"Semoga saja Bu,Anin ingin rumah tangga Anin kembali pulih Bu."Ucap ku pada Bu panti.
Ibu panti pun memeluk ku.
"Ya nak,,ibu selalu berdoa yang terbaik untuk mu.Jika Kamu butuh ibu Kamu boleh pulang kesini.Ini rumah mu."Ucap Bu panti pada ku.
Aku sangat menyayangi ibu panti.Ia adalah Ibu buat ku setelah ibu kandung ku.Ia yang merawat ku dari kecil mengganti kan posisi ibu ku.
"Terima kasih ibu."Ucap ku pada nya.
Setelah berpamitan Aku pun kembali menuju rumah.Aku berharap mas Pras tidak ada di sana.
Aku belum mau bertemu dengan nya.
******
Entah dimana lagi Aku harus mencari Mu Anin,,
__ADS_1
Kamu benar-benar menghilang bagai di telan bumi.
Kenapa Aku menjadi takut kehilangan nya??
Awal nya Aku merasa bahagia saat Anin menghilang.Aku merasa bahwa tidak ada lagi yang menganggu ku dan Davina.
Tapi semakin kesini Aku merasa kehilangan sosok Anin,,
Aku rindu mendengar tawa nya,Aku rindu perhatian nya.
Bahkan Aku tidak memperdulikan Davina lagi karena sibuk mencari keberadaan Anin beberapa hari ini.
Aku meminta Davina untuk mengerti keadaan ku sampai Anin kembali lagi.
Dan Ia pun mengiyakan.
Entah Ia terpaksa melakukan nya atau pun tidak.
Aku cuma ingin Anin kembali kerumah.
Awal nya Aku ingin Ia kembali kerumah karena Mami,tapi ternyata Aku pun merasa kehilangan nya.
Aku merasa rumah begitu sepi tak ada diri nya.
Tak ada yang menyambut ku saat Aku pulang kerja.Tak ada yang membuat ku sarapan di pagi hari.
Tak ada yang menemani ku tidur sambil memandang Wajah ku dan memeluk ku.
Aku merindukan nya,,
Kring,,kring,,
Telepon ku berdering.
Davina menelpon ku.
"Sayang,,Kamu lagi dimana??"Ucap nya pada ku.
"Dikantor sayang,,,ada apa???"Tanya ku lagi.
"Aku mau Kamu mengantar ku berobat sayang."Ucap nya lagi.
"Kamu masih sakit sayang??"Tanyaku pada nya.
"Iya sayang,,dan setiap pagi Aku selalu mual."Ucap nya pada ku.
Ternyata Davina benar-benar sakit.Ia benar-benar menunggu ku untuk berobat.
Aku pikir kemarin hanya akalan nya saja untuk menyuruh ku bertemu dengan nya.
Ternyata Ia memang sedang sakit,,
"Iya sayang,,sebentar lagi Aku akan menuju kesana."Ucap ku pada nya.
"Kamu benar-benar mau kemari sayang??"Tanya nya pada ku.
"Iya sayang,,tunggu Aku."Ucap ku pada nya.
"Iya sayang,,terima kasih."Ucap nya pada ku.
Aku pun bergegas membereskan pekerjaan ku.Aku ingin cepat ke apartement Davina dan membawa nya ke dokter.
__ADS_1
*****