Aku Benci Mencintai Dia!!!

Aku Benci Mencintai Dia!!!
Bab 85


__ADS_3

Aku menatap lama ke arah pintu utama kantor Davina,tapi Davina belum juga terlihat.Apa Ia masih sibuk??


Hampir setengah jam Aku menunggu nya di dalam mobil,dan saat Aku menghubungi ponsel nya,satu pun panggilan ku tidak di jawab nya.


Sebaik nya Aku harus turun dan bertanya pada satpam.


Aku pun memarkirkan mobil dan turun.Dan berjalan ke arah pintu utama.


Dari kejauhan Aku melihat sosok seorang wanita sangat tidak asing oleh ku.Senyuman yang begitu tulus dari bibir nya.Yang sering Aku dapatkan setiap hari berapa bulan belakangan ini.


Anindya,,


Terlihat oleh ku dua orang perempuan yang keluar dari pintu utama kantor.Mereka mengobrol sambil tertawa.Dan salah satu nya adalah Anindya.


Itu benar-benar Anin,sedang apa Ia di kantor ini?Kenapa Ia sering ke sini.Apa benar Ia ada hubungan dengan pimpinan kantor ini.


Karena setahu ku laki-laki itu terus memperhatikan Anin.


"Ternyata Kamu tidak sebaik yang ku pikir Nin.Kamu benar-benar memanfaatkan situasi ini."Ucap ku dalam hati.


Ada perasaan cemburu dalam hati ku,Aku membayangkan Anin menjalani hubungan dengan laki-laki itu.


Aku pun berjalan mendekat ke arah nya.


"Anin,sedang apa kamu di sini??"Ucap ku pada nya.


Ia terkejut melihat kedatangan ku.


"Mas Pras,sedang apa di sini??"Tanya nya pada ku.


"Kamu yang sedang apa di sini??Kenapa Kamu sering sekali ke kantor ini?"Tanya ku pada nya.


"Apa kamu ada hubungan dengan laki-laki itu??"Tanya ku membabi buta pada nya.


Entah mengapa ada rasa amarah jika Aku mengingat laki-laki itu.Masih teringat jelas oleh ku bagaimana tersenyum saat melihat Anin.


Aku tidak rela Anin di dekati oleh laki-laki lain.


"Maksud kamu apa mas?Kamu jangan mencari masalah di sini."Ucap Anin marah dengan suara yang pelan.


Teman Anin buru-buru pamit pada Anin,dan langsung berlalu dari kami.


Mungkin Ia sadar jika situasi sedang tidak baik saat ini.


"Sudah lah,Kamu sama saja dengan wanita lain nya.Tidak bisa melihat lelaki kaya langsung dengan mudah nya tergoda."Ucap ku lagi dengan senyum sinis.


"Kamu keterlaluan mas,Hentikan ucapan mu."Ucap Anin lagi.

__ADS_1


Terlihat muka nya merah menahan amarah.


"Aku hanya mengingat kan,Kamu masih istri sah ku,jadi tolong jangan menjadi wanita murahan seperti ini."Ucap ku lagi.


Plak,,,


Anin menampar pipi ku.


Terlihat orang-orang menatap ke arah kami berdua.


"Aku benci melihat mu mas."Ucap nya sambil menangis.


Ia pun berlalu dari ku.


Aku dengan cepat menarik tangan nya.Ia dengan cepat menangkis nya dengan kasar.


"Jangan sentuh aku Mas,"Ucap nya pada ku dengan kasar sambil melepaskan tangan nya.


"Mau kemana Kamu?Kamu belum menjawab pertanyaan ku."ucap ku pada nya.


"Bukan urusan mu mas,ingat ya mas kita tidak ada hubungan apa-apa lagi."Ucap Anin padaku.


"Kamu masih istri ku Nin,kita belum berpisah.Aku masih mencintai mu Nin."Ucap ku pada Anin.


Aku berharap Anin luluh mendengar perkataan ku.


"Berhenti lah mas untuk bicara yang tidak-tidak.Kamu tidak mau mencari masalah dengan Davina kan??"Ucap Anin pada ku.


Aku bukan nya takut pada Davina,tapi Davina selalu mengancam akan bunuh diri jika Aku sempat membuat nya kecewa lagi.


Dan itu akan membuat ku dalam masalah besar.


"Kenapa diam mas?Kamu takut?"Ucap nya lagi sambil tersenyum dengan sinis.


"Aku minta Kamu berhenti menganggu hidup ku mas,Aku ingin hidup ku tenang saat ini."Ucap Anin pada ku.


"Aku tidak menganggu mu,Aku hanya ingin kamu kembali pada ku."Ucap ku pelan.


"Tidak ada yang bisa di perbaiki lagi mas,aku sudah mati rasa terhadap mas."Ucap nya pada ku.


"Kamu berbohong padaku kan Nin,katakan jika Kamu masih mencintai ku."Ucap ku sambil menatap wajah nya.


"Aku tidak mencintai mu lagi mas,sejak hari itu Aku sudah mati rasa pada mu."Ucap Anin dengan suara bergetar.


"Aku minta mas,mulai sekarang berhenti menganggu hidup ku.Aku ingin semua ini cepat berakhir.Dan kita memulai kehidupan baru masing-masing."Ucap nya lagi.


"Apa kamu sudah dekat dengan lelaki itu?sehingga kamu begitu mudah melupakan semua nya."Ucap ku lagi.

__ADS_1


Ada perasaan tidak puas dengan pernyataan Anin barusan.Ia seolah-olah ingin semua ini cepat selesai.Agar Ia dan Ghian cepat bersama-sama.


"Jika kita sudah putus sidang nanti,Aku berhak untuk dekat dengan siapa saja.Dan itu bukan urusan mu mas."Ucap nya lagi.


"Apa kamu menyukai lelaki itu?Apa kamu benar-benar sudah tidak ada rasa pada ku?"tanya ku lagi.


Entah mengapa Aku benar-benar seperti orang bodoh saat ini.Yang masih saja menanyakan pertanyaan yang Aku sudah tahu apa jawaban nya.


Aku seolah masih berharap jika jawaban Anin akan berubah.


"Maafkan aku mas,Aku sudah benar-benar sudah melupakan mas."Ucap nya pada ku.


Aku terdiam mendengar perkataan nya.


"Sampai bertemu di pengadilan mas,dan Aku harap mas tidak mempersulit untuk proses kita nanti.Agar mas juga bisa cepat menikahi wanita itu."Ucap nya pada ku.


Hati ku hancur melihat nya tegar seperti ini.Aku tidak rela jika Ia benar-benar sudah melupakan ku.Aku tidak mau Ia tidak mencintai ku lagi.


"Maafkan Aku nin,,Maafkan Aku."Ucap ku pada nya.


"Aku sudah memaafkan mu mas.Aku harap mas bisa bahagia bersama nya nanti.Bahagiakan dia mas."Ucap nya sambil berlalu dari ku.


Aku menarik nafas panjang.Ingin rasa nya Aku berteriak kencang saat ini.Aku benar-benar kehilangan nya.


Aku menyesali semua yang sudah kulakukan pada nya.Tidak seharus nya Aku menyakiti nya.


Kamu bodoh Pras,sangat bodoh!!!


"Sayang,,Apa yang kamu lakukan di sini."Davina tiba-tiba sudah di belakang ku.


"Eh,Aku ingin menjemput mu ke dalam."Ucap ku dengan nya.


"Kamu kenapa sayang?kenapa muka mu kusut begitu?Apa ada masalah di kantor?"tanya Davina pada ku.


"Tidak ada,aku hanya sedikit lelah.Aku ingin mengunjungi mami,Apa kamu mau ikut bersama ku?"Ucap ku pada Davina.


"Seperti nya tidak sayang,Aku lelah sekali hari ini.Mungkin lain waktu."Ucap Davina pada ku.


'Baiklah,Ayo aku antar kamu pulang."Ucap ku sambil berjalan.


Davina sama sekali tidak memperdulikan Mami ku,sangat jauh berbeda dari Anin.Anin selalu peduli pada Mami.Bahkan di saat Aku sudah menyakiti nya,Ia tetap memperhatikan Mami.Tidak ada yang berubah sedikit pun.


Aku melajukan kendaraan ku menuju apartement Davina.Tidak ada obrolan sepanjang perjalanan.


Pikiran ku masih memikirkan Anin,dan Davina pun seperti nya tidak berani bicara banyak dengan ku.


Aku benar-benar tidak ingin kehilangan Anin.

__ADS_1


Aku harus merencanakan sesuatu agar Anin bisa kembali pada ku.


*****


__ADS_2