
Masih seperti mimpi yang kurasakan saat ini.Aku masih tidak percaya mendengar kabar Davina hamil.
Dan sekarang Ia ingin Aku segera menikahi nya dan meninggalkan Anin.
Bagaimana bisa Aku melakukan hal itu.
Aku baru saja ingin memperbaiki hubungan ku dengan Anin.Aku ingin meminta maaf pada nya jika nanti Aku bertemu dengan nya.
Tetapi takdir berkata lain,Aku harus menerima kenyataan bahwa Davina mengandung anak ku.
Lagi-lagi Aku melukai Anin.
Sampai detik ini pun Aku tak tahu di mana keberadaan Anin saat ini.Ia benar-benar menghilang.
Belum lagi nanti menghadapi Mami yang terus bertanya tentang Anin.
Lagi-lagi Aku harus berbohong.
Davina terus diam.Ia tidak ingin bicara dengan ku.
Mungkin Ia marah karena ku membentak nya tadi.
Kring,,,kring,,,
Telepon ku berbunyi,,Ku lihat nama yang muncul di layar telepon.
Anin menelpon ku.
Aku tak percaya Anin benar-benar menelpon ku.
Davina melihat handphone ku dan langsung mengambil nya.
"Jangan coba-coba Kamu mengangkat nya."Aku mengingat kan nya.
"Memang nya kenapa jika Aku mengangkat nya?Kamu mau marah pada ku??"Ucap nya mengancam pada ku.
"Aku mohon Dav,,beri handphone itu pada ku.Aku ingin bicara dengan nya."Ucap ku lagi.
Dan telepon pun berhenti berdering,,
Tak berapa lama telepon ku pun berbunyi lagi.
Davina masih memegang handphone ku.
"Dav,,Aku mohon beri padaku.Siapa tau Anin membutuh kan ku."Ucap ku pada nya.
"Tidak akan."Ucap nya sambil mematikan telepon Anin.
"Dav,,apa yang kamu lakukan???kenapa Kamu mematikan telepon nya???"Ucap ku marah pada nya.
"Aku tidak mau Kamu mengangkat nya!!!"Ucap Davina teriak pada ku.
Aku pun meminggirkan mobil ku ke tepi jalan.
Aku langsung merampas handphone itu dari tangan Davina dengan kasar.
"Pras,,Kamu kasar sekali.",Ucap nya pada ku.
"Aku sudah bilang jangan memancing emosi ku."Ucap ku pada nya.
"Jadi Kamu mau menelpon wanita sialan itu??"Tanya nya lagi pada ku.
__ADS_1
"Iya dan Aku harap Kamu diam.Jangan menambah masalah untuk ku Dav."Ucap ku pada nya.
Ia pun terdiam,,
Aku pun mencoba menelpon Anin lagi.
Tapi tak terdengar bunyi dering panggilan.
Aku mencoba sekali lagi.
Masih sama,handphone Anin tidak aktif.
Seperti nya Anin mematikan telepon nya.
Aku pun mengirimi Ia sebuah pesan.
"Anin,,kamu di mana??tolong hubungi Aku lagi."
Aku harap Ia segera mengaktifkan handphone nya lagi.
Harus nya tadi Aku mengangkat nya.Mungkin terjadi sesuatu pada nya sampai Ia menelpon ku.
Sial,,,,
Ujar ku sambil memukul setir mobil.
Aku menatap ke arah Davina.
"Kamu ingin marah dengan ku Pras??"Ucap nya pada ku.
"Aku tidak suka melihat cara mu seperti ini Dav,,"Ucap ku pada nya.
"Aku bilang beri Aku waktu.Pikir kan orang tua ku Dav!!!"Ucap ku lagi.
"Kenapa dengan mereka???Itu hanya alasan mu saja."Ucap nya bertanya pada ku.
"Mereka tidak menyukai Mu!!!Mereka mengingatkan ku atas apa Ia sudah Kamu lakukan dulu pada ku."Ucap ku pada nya.
Davina terdiam.
Terlihat bulir-bulir air mata keluar dari mata nya.
Aku terpaksa mengatakan itu pada nya.Agar Ia tahu jika ini tidak segampang yang Ia pikir kan.
Davina tidak akan mudah untuk di terima di dalam keluarga ku.Bagi kedua orang Tua ku hanya Anin menantu kesayangan mereka.
Mungkin Aku memang sedikit kejam mengatakan hal ini pada Davina.Tapi Aku tidak mempunyai pilihan lain.
"Kamu jahat Pras."Ucap nya pada ku sambil menangis.
"Terserah Kamu mau mengatakan apa pada ku Dav,,Yang jelas jika Kamu ingin sebuah pengakuan dari ku.Ikuti cara ku bukan cara mu!!"Ucap ku pada nya.
"Jadi Kamu tidak mau menikahi ku??Tanya nya lagi pada ku.
"Aku pasti menikahi mu,tapi tidak sekarang."Ucap ku lagi.
"Jika Aku hancur,Kamu juga harus hancur Pras!!"Ucap nya mengancam ku.
Apa Ia akan melakukan hal gila lagi??Aku tau jika Davina saat ini bisa melakukan hal apa saja untuk menghancurkan kehidupan ku.
Apa lagi Ia sedang mengandung anak ku.Itu bisa jadi senjata untuk nya.Ia bisa saja membuat berita yang tidak-tidak seperti kemarin.
__ADS_1
Sabar Pras,,sabar,,
Kami tidak boleh terpancing emosi oleh Davina.
Ini bisa menghancurkan segala nya.
"Dav,,Aku mohon berpikir lah dengan kepala dingin.Jangan selalu menggunakan emosi."Ucap ku pelan pada nya.
Aku mulai melunakkan suara ku.
"Kamu takut Aku melakukan hal gila lagi bukan??"Ancam nya pada ku.
Seperti nya Ia sadar jika Aku takut Ia berbuat yang tidak-tidak.
"Tentu saja tidak,jika Kamu mau melakukan nya Aku tidak melarang nya."Ucap ku pada nya.
"Kamu yakin Kamu sudah siap???"Tanya nya lagi pada ku.
"Tentu saja,tapi Apa kamu sudah siap kehilangan karir mu??Apa Kamu siap dengan semua berita yang nanti menyudut kan mu???"Ucap ku pada nya.
"Semua orang akan menyebut Kamu sebagai perusak rumah tangga orang,dan Kamu akan kehilangan segala-gala nya dalam sekejap."Ucap ku lagi.
Aku berharap Ia akan takut mendengar perkataan ku.
"Kamu sedang mengancam ku Pras?"Ucap nya pada ku.
"Tentu saja tidak.Tapi Kamu pikir kan lagi apa yang ku bicarakan tadi."Ucap ku lagi.
"Aku tidak takut Pras yang penting Kamu menikahi ku!!"Ucap nya lagi pada ku.
"Jika Kamu sudah siap dengan semua nya yang akan terjadi silahkan.Tapi Aku tidak janji jika semua nya akan baik-baik saja."Ucap ku lagi.
"Maksud mu apa??"Ucap nya Lagi pada ku.
"Aku tidak perlu bicara panjang lebar lagi pada mu Dav,,Aku rasa Kamu pasti sudah mengerti."Ucap ku lagi.
Tiba-tiba sebuah pesan masuk ke ponsel ku.
"Anin sedang di irumah Mami mas sekarang,,,"
Anin mengirimi ku sebuah pesan.
Aku pun langsung mengendarai mobil ku dengan cepat.
"Kita pulang sekarang!!"Ucap ku pada nya.
"Kamu mau kemana Pras,Aku mau ikut!!"Ucap nya pada ku.
"Aku ingin kerumah Mami,Tolong jangan menambah masalah!!"Ucap ku lagi.
Davina terdiam,,
Ia tidak berani membantah ku lagi.
Saat ini Aku hanya ingin cepat mengantar Davina pulang ke apartment nya dan langsung menuju kerumah Mami.
Aku ingin cepat bertemu dengan Anin.
Entah mengapa Aku sangat merindukan nya.
*****
__ADS_1