Aku Benci Mencintai Dia!!!

Aku Benci Mencintai Dia!!!
Bab 84


__ADS_3

"Anin,,tunggu."


Sebuah suara memanggil ku,Aku pun menoleh ke arah suara tersebut.


Ternyata pak Ghian yang memanggil ku.Terlihat senyum nya begitu manis saat berjalan ke arah ku.


Entah kenapa setiap melihat Ia tersenyum seperti itu membuat ku salah tingkah.


Anin,sadar,,Kamu tidak boleh seperti itu.Aku harus bersikap biasa saja.Aku pun tersenyum ke arah nya.


"Kamu baru tiba juga?kenapa muka mu lemas sekali,are you ok?"Tanya nya pada ku dengan lembut.


Ternyata Ia bisa melihat jika kondisi ku sedang tidak baik saat ini.Semalaman Aku menjaga Mami dan tidak tertidur sedikit pun.Karena Mami mengajak ku mengobrol semalaman.


Sedangkan mas Pras dan Kinan pulang kerumah.Hanya Papi yang menemani kami Aku tidak semalam.


Aku tidak tahu apakah mas Pras pulang kerumah atau ke apartement wanita itu.Aku mencoba tidak perduli hal itu.Walaupun ada rasa cemburu saat melihat Ia bersama wanita itu.


Semalam mas Pras juga terlihat sedikit kesal karena Aku tidak menanggapi omongan nya semalam.Aku memang tidak ingin membahas nya.Aku merasa semua nya sudah terlambat,tidak ada yang harus di perbaiki lagi.


Dan aku bersyukur Papi dan Mami tidak ikut-ikutan untuk membujuk ku.Mungkin mereka menghargai perasaan ku.Mereka tidak mau Aku terluka lagi.


Apa lagi ada Davina saat itu yang terlihat begitu kecewa pada mas Pras.Dan Ia tidak berbicara apa-apa lagi hingga Ia berpamitan pulang.


Aku percaya pasti Ia akan semakin membenci ku saat ini.


"Anin,are you ok?Kamu sakit?jika Kamu sakit Kamu boleh ijin pulang."Ucap Pak Ghian membuyarkan lamunan ku.


"Ehh,,tidak pak.Aku hanya kurang tidur saja pak."Ucap ku sambil tersenyum.


Ada perasaan cemas dalam hati ku.


Gawat,pak Ghian pasti berpikir jika Aku karyawan yang tidak profesional,karena kondisi ku saat ini.


"Apa ini tentang suami mu lagi??"Tanya nya lagi secara tiba-tiba.


*Deg,


Aku terkejut mendengar pertanyaan pak Ghian.Seperti nya Ia tahu jika urusan ku dengan mas Pras belum selesai*.


"Bukan pak,,bukan.Aku semalam begadang di rumah sakit pak."Ucap ku terbata sambil tertawa.

__ADS_1


Seperti nya pak Ghian berpikir jika Aku masih galau karena mas Pras.Aku lupa jika Ia mengetahui masalah ku dengan mas Pras.Boleh di bilang Ia juga merupakan saksi mas Pras dan Davina selingkuh.


"Rumah sakit?memang siapa yang sakit?"Tanya nya lagi dengan ku.


"Mertua saya pak yang sakit.Maka nya semalaman saya di sana menemani nya."Ucap ku lagi sambil tersenyum.


Terlihat pak Ghian diam mendengar jawaban ku.


Tidak ada tanggapan dari nya,apa Ia marah pada ku?


"Maaf pak,saya janji saya akan bekerja dengan baik hari ini."Ucap ku pada nya.


Aku sangat takut jika Ia memikir ulang untuk menerima ku di perusahaan ini.Aku tidak mau kehilangan pekerjaan ini.Karena Aku sangat membutuhkan pekerjaan saat ini.


"Apakah kalian tidak jadi berpisah?"Tanya nya Tiba-tiba pada ku dengan muka yang serius.


Aku kaget mendengar pertanyaan nya sambil menatap wajah nya.


"Eh,saya harus ke ruangan sekarang,Saya duluan ya."Ucap nya lagi pada ku tersenyum dan berlalu.


Aku masih terdiam di tempat.Agak kaget mendengar pertanyaan dari pak Ghian tadi.Mengapa Ia bertanya seperti itu.


Apa Ia berharap Aku berpisah dengan mas Pras?


Sebaik nya aku ke pantry dahulu sebelum ke ruangan.Aku ingin membuat segelas kopi panas.Mungkin bisa meredakan sedikit ngantuk ku.


Aku memasuki ruangan pantry,disana terlihat Davina bersama teman-teman nya.Ia agak kaget melihat ku memasuki ruangan ini.


Terlihat mereka sedang membicarakan sesuatu,melihat ku,lalu mereka tertawa.Aku tidak peduli dengan apa yang sedang mereka bicarakan walaupun aku yakin pasti Aku yang sedang mereka bicarakan.


Terlihat salah satu teman nya menatap ku dengan sinis,seolah Ia mempunyai masalah dengan ku.Jika bukan di kantor,Aku sudah datang mendekat dengan nya dan menatap wajah nya secara dekat.


Kenapa mereka sangat menyebalkan,padahal Aku tidak mempunyai masalah dengan mereka.


Tiba-tiba Ibu Maura memasuki ruangan,terlihat Davina dan teman-teman nya langsung terdiam.


Aku tersenyum dalam hati,ternyata nyali mereka tidak seberani itu untuk menertawakan ku lagi.


"Pagi bu,"Ucap mereka pada Maura.


"Pagi semua."Ucap bu Maura sambil tersenyum.

__ADS_1


"Anin,Kamu di sini juga,Kamu juga suka kopi?"tanya nya pada ku sambil tersenyum.


"Tidak juga Bu,hanya Aku kurang tidur semalam,dan seperti nya Aku membutuh kan ini."Ucap ku sambil mengangkat gelas kopi ku dan tersenyum.


"Kamu seperti nya terus bekerja keras Nin,hingga Kamu kurang tidur.Jangan terlalu capek,ingat sebentar lagi kita akan launching desain hasil karya mu."Ucap bu Maura sambil tersenyum.


Benarkah itu??desain ku akan segera launching.Ada perasaan begitu senang dalam hati ku.Aku tidak menyangka jika desain ku di sukai oleh perusahaan ini.


"Benarkah itu Bu?Aku tidak salah mendengarkan Bu?"Ucap ku sambil menatap Bu Maura.


Terlihat Bu Maura tertawa melihat ekspresi muka ku.


"Tentu saja benar,semua nya sudah menyetujui nya.Kita tinggal mengatur jadwal nya saja.Kamu berbakat Anin.Dan Kami semua menyukai hasil desain mu."Ucap Bu Maura sambil tersenyum.


"Terima kasih Bu,Aku akan berusaha lebih keras lagi ke depan nya."Ucap ku sambil tersenyum.


Ada perasaan bangga dalam hati ku karena Akhir nya karya ku bisa di akui juga.


Terlihat Davina dan teman-teman nya terdiam.Mereka seperti kehilangan kata-kata mendengar perkataan Bu Maura.


"Bu Maura,Aku boleh bertanya sedikit?"Ucap ku pada Bu Maura.


"Tentu saja boleh Anin,apa yang ingin Kamu tanyakan?"Ucap nya pada ku.


"Apakah nanti Aku boleh request siapa saja model yang memakai desain ku?"Ucap ku pada Bu Maura.


"Tentu saja boleh,nanti kita bisa bicarakan saat breafing nanti."Ucap Bu Maura lagi.


"Kalo boleh tahu siapa saja yang Modal Kamu inginkan untuk ikut fashion show nanti nin?"Tanya Bu Maura pada ku.


Mungkin Ia juga penasaran dengan ku.


"Yang jelas yang memiliki attitude yang baik dan tidak suka ikut campur urusan orang lain Bu."Ucap ku pada Bu Maura sambil tersenyum.


"Saya duluan ya Bu ke ruangan."Ucap ku pada nya lagi.


Terlihat bu Maura mengangguk.Terlihat muka nya masih bingung mendengar jawaban ku tadi.


Aku sempat melirik ke arah Davina dan teman-teman nya,dan tersenyum ke arah mereka.


Mereka hanya terdiam sambil melihat ke arah ku.

__ADS_1


Dan Aku pun berlalu dari mereka semua,,


*****


__ADS_2