Aku Benci Mencintai Dia!!!

Aku Benci Mencintai Dia!!!
Bab 43


__ADS_3

"Aku tidak mau tau Pras,,Kamu harus memberi Ia pelajaran!!Ia sudah mempermalukan ku."


Ucap Davina di telepon.


Terlihat Ia marah sekali Atas perlakuan Anin pada nya.


Anin telah membuat Ia malu dan membuat Davina menjadi bahan pembicaraan di kantor saat ini.


Orang-orang jadi mengetahui jika Davina berhubungan dengan suami orang.


Bisa-bisa ini akan menjadi berita heboh di dunia hiburan.


Davina meminta ku untuk segera meninggalkan Anin.Ia ingin Aku segera menikahi nya.


Aku juga tidak mempercayai jika Anin bisa melakukan hal brutal seperti itu.Anin yang ku kenal tidak pernah melakukan kekerasan kepada siapa pun.


Jangan kan untuk melakukan kekerasan,berkata kasar pun tak pernah Ia lakukan.


Aku mencoba untuk menelpon Anin lagi.Tapi tetap tak ada jawaban.


Kemana dia pergi nya????


Dari tadi Ia tak menjawab telepon ku.Aku tak ingin Ia melakukan hal gila lagi.


*****


Aku terus melajukan kendaraan ku.Apa yang ku perbuat kepada Davina tadi itu belum seberapa dengan sakit yang Aku rasakan saat ini.


Aku menuju ke taman kota,tempat yang biasa Aku kunjungi bila lagi bersedih.


Aku tidak memperdulikan bunyi ponsel yang terus berbunyi.Aku yakin Davina sudah menelpon mas Pras.Dan saat ini mas Pras pasti ingin memarahi ku atas perlakuan ku kepada Davina.


Mas Pras pasti lebih membela wanita itu dari pada Aku.


Seandai nya Aku bisa meninggalkan mu mas,,mungkin rasa nya tidak sakit begini.


Akhir nya Aku tiba di taman kota.Terlihat suasana di sana seperti biasa.Sepi.


Yang Aku suka dari tempat ini adalah suasana yang begitu tenang.Sehingga bisa membuat hati lebih tenang.


Aku duduk di tempat yang biasa Aku tempati.Hati ku sangat sedih saat ini.Aku benar-benar tak percaya jika rumah tangga ku saat ini berada di ujung tanduk.


Suami yang selalu Aku banggakan dengan tega mengkhianati ku.Hal yang paling aku takuti selama ini.


Kriing,,,kring,,,


Ponsel ku berbunyi lagi.


Kinan menelpon ku.


"Kak Anin,,Kakak di mana??"Tanya nya pada ku.


"Kakak lagi mau jalan pulang,,ada apa Kinan??"tanya ku pada Kinan.


"Mas Pras baru saja menelpon Kinan kan,minta Kinan untuk menelpon kakak.Menanyakan kakak lagi di mana."Ucap Kinan lagi.

__ADS_1


"Bilang saja Kakak sebentar lagi tiba Kinan.,"Ucap ku pada Kinan.


"Baik lah kak,,are you okay kak??"Tanya Kinan lagi.


Mungkin Kinan tahu jika saat ini Aku lagi ada masalah.


"Kakak,,baik-baik saja Kinan."Ucap ku lagi.


"Baik lah kak,,jika kakak butuh tempat cerita.Kakak bisa bercerita pada Kinan ya kak."Ucap nya pada ku.


"Iya terima kasih ya Kinan."Ucap ku.


Kinan memang sangat baik pada ku.Ia sudah seperti adik ku sendiri.Ia selalu membela ku di saat mas Pras menyakiti ku.


Bahkan Ia berani berbicara dengan Davina untuk tidak menganggu rumah tanggaku dengan mas Pras.


Hal itu juga yang membuat ku berat melepaskan mas Pras.Karena keluarga nya begitu baik dengan ku.Mereka semua menyayangi ku,layak nya Aku anak kandung mereka sendiri.


Disaat mas Pras melakukan kesalahan pun mereka selalu membela ku tidak sedikit pun memihak pada mas Pras.Mereka juga yang menjadi alasan ku bertahan pada mas Pras.


Aku begitu senang ketik Aku di perhatikan.Aku merasa seperti punya keluarga utuh.Ada Ayah,Ibu dan Adik perempuan di saat keluarga mas Pras menyayangi ku.


Tanpa terasa Air mata ku menetes lagi.Aku teringat lagi kejadian di pagi hari tadi.Saat mas Pras terang-terangan mengatakan pada ku bahwa Ia menikahi ku karena kasihan melihat ku.


Mungkin memang Aku pantas di kasihani,,,


Dulu nya Aku merasa menjadi wanita yang paling beruntung di dunia.Mempunyai suami dan mertua yang begitu menyayangi ku.


Ternyata Aku salah.


Ia tidak pernah mencintai ku.


"Are you okay???"ucap sebuah suara yang tiba-tiba mengagetkan ku.


Aku pun cepat-cepat menyapu air mata ku.


"Sejak kapan Kamu ada di sini??"Ucap ku pada lelaki ini.


Mengapa Ia selalu suka muncul secara tiba-tiba.


"Sejak Kamu di kantor ku tadi."Ucap nya pada ku.


Aku pun memandang nya,berarti Ia melihat Aku dan Davina tadi berkelahi.


"Kamu mengikuti ku???"Tanya ku pada nya.


"Tentu saja,,Aku takut terjadi apa-apa dengan mu."Ucap nya lagi pada ku.


Perhatian sekali Ia pada ku.Bahkan Ia sampai rela mengikuti ku.Tapi tunggu dulu.Bukan kah Ia memang suka duduk di tempat ini.Mungkin saja kebetulan atau Ia sedang bercanda.


Jangan percaya pada lelaki ini Anin,,,


"Kenapa harus mengkhawatir kan ku??Aku tidak apa-apa."Ucap ku lagi.


"Aku tahu,,Kamu memang kelihatan sangat kuat.Apa lagi waktu tadi menjambak Rambut Davina."Ucap nya sambil tertawa.

__ADS_1


Aku pun juga tertawa mendengar kata-kata nya.Aku jadi ingat pada kejadian tadi saat Aku berkelahi dengan Davina.Memang tak ada yang melerai Kami berdua sampai security tiba.


"Kenapa Kamu tidak melerai Kami berdua??"Tanya ku pada nya.


"Buat apa??"Tanya nya lagi.


"Bukan kah Davina itu teman mu.Kenapa Kamu tidak membela nya???"Tanya ku pada nya.


Ia tersenyum mendengar perkataan ku.


"Ia hanya rekan kerja ku bukan teman ku."Ucap nya pada ku sambil tersenyum.


Apa Ia juga tidak menyukai Davina??Apa dulu rumah tangga nya pernah di rusak juga oleh Davina??


"Maaf,apa rumah tangga Mu pernah di ganggu juga oleh nya??"Tanya ku pada nya.


Ia tertawa mendengar pertanyaan ku.Apa ada yang lucu???


"Kenapa Kamu tertawa??Apa ada yang lucu??"Tanya ku pada nya.


"Kenapa Kamu bisa berkata seperti itu??"ucap nya pada ku.


"Karena Kamu begitu dingin pada Davina yang kulihat kemarin.Aku melihat Davina salah tingkah saat melihat mu."Ucap ku lagi.


"Berarti Kamu memperhatikan ku??"Tanya nya pada ku.


"Tentu saja tidak,,Aku hanya melihat bukan memperhatikan.


Ia pun tersenyum lagi.


"Bilang saja Ya jika Kamu memperhatikan ku kan???"Ucap nya lagi meledek ku.


Apa-apaan lelaki ini.Mengapa Ia berani sekali meledek ku.


Aku pun melihat kepada nya.


"Ehh,,maaf Anin.Aku hanya bercanda.Jujur hanya Kamu yang bisa membuat ku tertawa seperti ini."Ucap nya pada ku.


"Maksud nya??"Tanya ku pada nya.


"Selama ini tak ada yang bisa membuat Aku tertawa lepas seperti ini.Cuma bersama mu Aku bisa melakukan nya."Ucap nya pada ku.


"Apa iya Kamu tidak pernah tertawa??"Tanya ku pada nya.


Ia pun tertawa lagi pada ku.


"Anin,,Kamu ternyata lucu juga ya."Ucap nya pada ku.


Dasar lelaki aneh,apa coba yang lucu dari ucapan ku tadi.Kenapa Ia merasa lucu sekali.


Tapi tidak apa lah paling tidak ada yang menghibur hati ku saat ini.Hati ku agak sedikit tenang saat ini.


Sebelum Aku kembali lagi ke rumah.


Aku yakin mas Pras pasti lagi menunggu ku saat ini di rumah.

__ADS_1


*****


__ADS_2