
Pagi ini Aku datang lebih cepat dari biasa nya,Aku menang sengaja datang lebih pagi,karena pagi ini aku ada meeting dengan relasi.
Aku memasuki lobi kantor,di sana sudah ada satpam yang menunggu ku.
"Selamat pagi pak."Ucap nya pada ku.
"Pagi,,"Aku menjawab singkat.
Dan berlalu dari nya.Tak jauh dari lobi Aku melihat ada Anin di pojokan ruangan.Seperti nya Ia sedang kebingungan.
Apa yang terjadi pada nya?
Aku pun berusaha mendekati nya.
"Selamat pagi Anin."Ucap ku pada nya.
Terlihat muka nya kaget saat melihat ku,mungkin Ia kaget melihat ku sudah datang jam segini.
"Pagi pak,"Ucap nya dengan gugup.
"Apa Kamu sedang ada masalah?"Tanya ku pada nya.
"Tidak ada pak,Saya tidak apa-apa."Ucap nya berbohong pada ku.
Aku tahu saat ini Ia sedang berbohong.
"Apa kamu lupa jika Aku adalah teman mu sekarang?"Ucap ku pada nya.
Aku tersenyum ke arah nya.
Muka Anin yang terlihat bingung membuat ku semakin menyukai nya.
Aku benar-benar jatuh cinta pada wanita ini.
"Saya sedang bingung pak."Ucap nya pada ku.
Terlihat Ia melihat sekeliling kami,seperti nya Ia sedikit risih dengan keadaan di sana.Setiap karyawan yang melewati ku pasti akan menyapa ku.
Belum lagi semua mata tertuju ke arah kami,mungkin mereka berpikir jika Anin sedang mempunyai masalah dengan ku.
"Mari ikut ke ruangan saya saja."Ucap ku pada nya.
Dia terlihat tidak menolak nya.Ia mengikuti ku dari belakang.
Kami pun memasuki ruangan Ku.
"Silahkan duduk Anin,ceritakan pada ku ada masalah apa Kamu?"Tanya ku pada nya.
Aku berharap Ia bisa bercerita dengan ku.
__ADS_1
"Saya sedang bingung pak,besok sidang terakhir saya.Dan ibu panti tidak bisa menemani saya."Ucap nya sambil menunduk.
Aku tersenyum mendengar nya.
Betapa lugu nya wanita ini,hanya karena ibu panti tidak bisa menemani nya,ia sampai kebingungan dan sedih seperti ini.
"Apakah memang harus ibu panti yang menemani mu??"Tanya ku pada nya.
"Ya pak,karena saya hanya punya ibu panti di dunia ini."Ucap Anin pelan
Deg,,
Hati ku berdetak saat mendengar Anin berkata seperti itu.
"Maaf Anin,kalo boleh tahu maksud nya apa?"Tanya ku sedikit penasaran.
"Saya yatim piatu pak,orang tua saya meninggal kecelakaan saat saya masih kecil,dan Saya di ambik oleh ibu panti."Ucap nya dengan lirih.
Ya Tuhan,betapa malang nya nasib wanita ini,Ia benar-benar seorang diri di dunia ini.Dan sial nya Ia mendapat kan suami yang brengsek.Yang tega menyakiti wanita seperti Anin.
Aku benar-benar geram dengan Pras.
Apa Ia tidak mempunyai hati nurani sebagai seorang pria.Harus nya Ia bisa melindungi Anin dan menjadi teman hidup Anin.
Tetapi Ia dengan tega membuat wanita ini terluka dan kecewa lagi karena kehilangan orang yang Ia sayangi.
"Maaf kan saya Anin jika saya membuat kamu bersedih,saya benar-benar tidak tahu."Ucap ku menyesal pada nya.
Malang sekali nasib mu Anin,seharus nya Kamu menjadi wanita yang bahagia.
"Anin,jika kamu sedang tidak baik-baik saja,Kamu noleh pulang.Seperti nya Kamu butuh istirahat."Ucap ku pada nya.
"Tidak pak,saya tidak apa-apa.Saya masih semangat untuk bekerja."Ucap nya sambil tersenyum pada ku.
"Apa kamu yakin Anin?"Tanya ku untuk memastikan lagi.
"Iya pak,saya yakin.Kalo begitu saya permisi ke ruangan saya dulu pak.Saya masih harus mempersiapkan beberapa untuk di kirim ke butik Balqis besok."Ucap nya pada ku.
Anin memang sangat bersemangat saat ini,karena desain nya di sukai oleh salah satu butik ternama di kota ini.Dan kebetulan butik ini minta Anin untuk menaruh desain nya di butik mereka.
Anin memang sangat berbakat.Semua desain busana nya pasti menarik untuk di kenakan.
"Baik lah kalo begitu.Kamu boleh kembali ke ruangan sekarang."Ucap ku pada nya.
"Saya permisi dulu pak."Ucap nya pada ku sambil berlalu.
Saat di depan pintu Anin bertemu dengan Maura.
Terlihat Anin menegur Maura.Dan Anin pun berlalu dari kami berdua.
__ADS_1
"Hei Ghian,ada bisnis apa dengan Anin."Goda Maura pada ku sambil tertawa.
"Aku kasihan pada nya."Ucap ku pada Maura.
"Ada apa dengan Anin?Apa suami nya dan Davina menyakiti nya lagi?"Tanya Maura pada ku.
"Bukan itu,teryata Ia adalah seorang anak yatim piatu.Ia tidak ada siapa-siapa di muka bumi ini Ra."Ucap ku pada Maura.
"Benarkah itu?kasihan sekali dengan Anin.Kenapa suami nya tega seperti itu dengan nya."Ucap Maura lirih.
"Entah lah,lelaki itu memang lelaki brengsek.Ia tidak ada hati nurani."Ucap ku dengan emosi.
Maura menatap ke arah ku.
"Kenapa kamu melihat ku begitu?"Tanya ku pada nya.
"Kamu terlihat emosi sekali Ghian,apa ini karena rasa peduli mu dengan Anin?"Tanya Maura menggoda ku.
"Apa sih kamu Maura,jangan berpikir yang tidak-tidak.Anin adalah bawahan ku.Wajar jika Aku peduli pada nya."Ucap ku pada Maura.
Gawat jika Maura tahu jika Aku peduli pada Anin.Ia pasti akan meledek ku terus menerus.Dan Anin nanti akan tahu jika Aku menyukai nya.
Ini tidak boleh terjadi.
"Hmmm,,jujur saja lah dengan ku Ghian.Kamu menyukai wanita itu kan??"Ucap Maura sembil tertawa pada ku.
"Apaan sih Kamu Maura,cepat kembali ke ruangan mu.Aku ingin bekerja."Ucap ku pada Maura.
"Jadi Kamu tidak mau bercerita dengan ku?Oke,jika begitu Aku tidak akan memberi tahu mu tentang kabar terbaru di kantor ini tentang Anin."Ucap Maura pada ku.
"Kabar terbaru apa??"Tanya ku penasaran.
"Apa Kamu penasaran Ghian?"Tanya Maura lagi.
"Tidak,cepat lekas pergi dari sini."Ucap ku pada Maura.
"Kamu penasaran tidak?beneran tidak mau tahu??"Tanya Maura lagi menggodaku.
"Mauraaa,,kamu benar-benar ya."Ucap ku pura-pura marah pada Maura.
Maura pun langsung kabur meninggalkan ku.
Aku tersenyum saat melihat Ia kabur.Ia memang tidak berubah dari dahulu.Ia tetap Maura yang usil pada ku.
Tetapi apa yang ingin di ceritakan Maura tadi tentang Anin.Ada apa dengan Anin.Aku jadi sangat penasaran untuk mendengar nya.
Sial,,
Aku benar-benar di buat penasaran oleh Maura.
__ADS_1
*****