
Berita murahan apa ini Pras???
Kamu jangan membuat malu Papi!!!
Ucap Papi pada ku sambil menunjukan berita tentang ku dan Davina.
Terlihat muka marah dari nya saat berbicara pada ku.Mami hanya terdiam duduk di samping nya.
Aku pun hanya terdiam,,
Aku bingung harus menjawab apa pada Papi dan Mami.Aku tak tau harus menjelaskan apa kepada mereka.
Berita itu benar-benar menunjukkan jika Aku dan Davina memang sedang menjalin sebuah hubungan.
Dan di sana Davina mengakui jika Aku adalah calon suami nya.
Hal ini yang membuat Papi dan Mami marah pada ku.
"Apakah benar berita itu Pras??"Tanya Mami pada ku.
"Tidak Mi,,,itu tidak seperti yang di bayang kan.Pras hanya menemani Davina saat itu."Ucap ku berbohong.
Aku tidak mungkin menceritakan yang sebenar nya.
"Apa Anin tau tentang berita ini??"Tanya Mami pada ku.
Aku pun mengangguk.
Terlihat muka panik Mami saat Aku mengatakan jika Anin mengetahui tentang berita ini.
"Anin tau dari mana berita itu Pras??"tanya Mami pada ku.
"Kinan Mi,,Kinan yang memberitahu Anin."Ucapku pelan.
"Kenapa Kinan harus memberi tahu Anin.'Ucap Mami lagi.
"Kinan beri tahu ada tidak sama saja,lambat laun Anin pasti akan mengetahui berita ini."Ucap Papi lagi.
Terlihat Ia sangat marah pada ku karena berita itu.
"Bagaimana keadaan Anin Pras??Kasihan liat Anin."Ucap Mami lagi.
Terlihat raut muka sedih Mami karena memikirkan Anin.
"Papi tidak mau tahu Kamu harus cepat meluruskan masalah ini."Ucap Papi lagi.
"Iya Pi.Nanti Pras minta media untuk menghapus nya."Ucap ku lagi.
"Jangan nanti,kalo bisa sekarang Kamu mencari tahu.Papi minta tolong dengan mu jangan mencari masalah di keluarga ini."Ucap Papi lagi.
"Pras tidak ada hubungan apa-apa dengan Davina Pi."Ucap ku membela diri.
"Papi tidak mau mendengar alasan mu,yang jelas cepat hapus berita itu sebelum menyebar ke mana-mana."Ucap Papi pada ku.
"Bukan kah Kamu sudah berjanji kan Pras jika Kamu tidak akan menyakiti hati Anin."Ucap Mami pada ku.
"Maaf kan Pras Mi,,,"Ucap ku pelan.
"Kamu jangan lupa Pras jika Davina pernah membuat mu hampir gila!!!"Ucap Papi pada ku.
__ADS_1
"Dan Papi harap Kamu jangan mengulang kesalahan yang sama untuk kedua kali nya."Ucap Papi lagi.
Papi pun berlalu dari Ku dan Mami.
Aku pun kembali mengingat kejadian saat dulu Davina menghilang dan meninggalkan ku tanpa kabar berita.Ia hilang bagai di telan bumi.
Aku begitu frustasi hingga membuat ku depresi.Teringat bagaimana perjuangan Papi dan Mami membawa ku untuk berobat.
"Pras,,mami mohon jauhi wanita itu."Ucap Mami pada ku.
Aku hanya mengangguk.
Apa yang harus Aku lakukan??Papi dan Mami benar-benar tidak menyukai Davina lagi.
Padahal Aku telah berjanji pada Davina untuk menikahi nya dan meninggalkan Anin.Aku selalu di kejar Davina tentang pertanyaan itu.
Ternyata itu tak semudah yang Aku bayangkan.
Anin tetap yang terbaik di mata orang tua ku.
Orang tua ku sangat menyayangi nya.
Setelah urusan ku dengan Papi selesai,Aku pun langsung menuju ke apartement Davina untuk menemui nya.
Aku ingin Ia menghubungi media itu untuk menghapus semua berita itu.Sebelum Papi benar-benar murka pada ku.
Aku pun melajukan kendaraan ku ke tempat Davina.
Sebaik nya Aku menelpon nya dahulu.
Tuut,,Tuut,,
"Kamu di mana??"tanya ku pada nya.
"Baru tiba di apartement,,ada apa sayang??"tanya nya pada ku.
"Aku akan kesana sekarang."Ucap ku sambil mematikan telepon.
Sekitar tiga puluh menit perjalanan,Aku pun tiba di apartement Davina.Aku pun langsung menuju kamar nya.
"Hai sayang,,,Ucap nya pada ku.
Ia mendekati ku dan langsung menciumi ku.
Aku pun menolak nya,,
"Sayang,,Kau menolak ku??"Tanya nya pada ku.
"Aku baru saja di marah Papi Dav,,"Ucap ku lagi.
"Di marah Papi??kenapa??"Tanya nya pada ku.
"Karena berita itu,Aku mohon pada mu tolong telepon media itu dan segera suruh mereka menghapus berita itu."Ucap ku pada Davina.
"Kenapa harus di hapus??bukan kah berita itu benar??"Ucap nya lagi.
"Davina,,tolong mengerti posisi ku.Ini papi yang meminta bukan Aku."Ucap ku lagi pada nya.
Aku berharap Ia bisa mengerti Aku saat ini.
__ADS_1
"Cepat atau lambat orang-orang pasti akan tau Pras jika kita memiliki hubungan."Ucap nya lagi pada ku.
"Aku minta tolong pada mu Dav,,hapus berita itu sekarang!!!"Ucap ku marah pada nya.
"Hei,,Kamu membentak ku Pras???"Ucap Davina pada ku.
Terlihat muka kaget nya saat mendengar ku membentak nya.
"Maaf kan Aku sayang,,Aku lagi pusing.Tolong mengerti Aku."Ucap ku lagi.
Ada rasa menyesal dalam hati mu karena berkata kasar kepada Davina.Aku tidak pernah membentak nya sebelum nya.Terlihat Ia kaget melihat ku.
"Baik lah,,Aku akan menelpon media itu."Ucap nya pada ku.
Davina pun mengambil ponsel nya dan menelpon media yang membuat berita.
Hampir sepuluh menit Davina menelpon nya.Terlihat muka nya begitu serius saat menelpon.
"Finally,,mereka sudah menghapus nya."Ucap nya pada ku.
"Benar kah sayang??"Tanya ku pada nya.
"Ya,kamu boleh melihat nya."Ucap Davina lagi
Aku pun langsung membuka ponsel ku untuk mengecek nya.Dan ternyata benar berita itu telah di hapus
"Terima kasih sayang,,karena telah mengerti ku."Ucap ku pada nya.
"Iya sayang,,maaf kan jika Aku membuat masalah untuk mu."Ucapnya lagi.
Terlihat muka menyesal Davina.
"Tidak sayang,,Ini hanya salah paham.Tolong mengerti orang tua ku.Mereka butuh waktu."Ucap ku lagi.
"Sampai kapan sayang???"Tanya Davina lagi pada ku.
"Semua nya pasti akan berlalu sayang,,"Ucap ku sambil mendekati Davina.
Aku merindukan wanita ini,sudah beberapa hari ini Aku tidak bertemu dengan nya.Karena sibuk mengurus Anin.
"Apa kau merindukan ku sayang??"tanya nya pada ku.
Aku pun menatap nya.
"Tentu saja sayang,,Aku merindukan mu."Ucap ku lagi.
"Apakah malam ini kamu mau menemaniku??"Ucap nya lagi.
"Tentu saja sayang,,Apa yang tidak untuk mu."Ucap ku sambil menciumi nya.
Kami pun bercumbu di atas sofa.Aku benar-benar merindukan Davina.Ia pun begitu semangat menciumi ku.
Mungkin Ia juga sangat merindukan ku.
Aku pun melupakan masalah ku sejenak.
Malam ini adalah malam ku dan Davina,,,,
******
__ADS_1