Aku Benci Mencintai Dia!!!

Aku Benci Mencintai Dia!!!
Bab 82


__ADS_3

Apa???


Anin bekerja di kantor ini.Benarkah itu??


Apa Aku tidak salah mendengar nya,wanita kampungan itu bisa bekerja satu kantor dengan ku.


Ia benar-benar di hadapan ku sekarang ini.


Masih terbayang oleh ku saat briefing tadii,Aku mendengar bahwa Tuan Ghian memperkenalkan nya sebagai desainer baru di kantor ini.


Apa mungkin wanita kampungan itu bisa mendesain busana??


Pras tidak pernah cerita apa-apa tentang itu.Apa Pras tahu jika Ia bekerja di kantor ini??.Bagaimana mungkin Tuan Ghian bisa menerima nya di perusahaan ini.


Pasti Ia ada apa-apa dengan wanita kampungan itu.


Atau ini adalah rencana wanita kampungan itu untuk membalas dendam dengan ku??


Tidak akan ku biarkan Ia membuat masalah dengan ku.


Aku pun bergegas menuju ke ruangan pemotretan,ada perasaan kesal di dalam hati ku.


Entah mengapa Aku merasa keberadaan Anin akan mempersulit pekerjaan ku ke depan nya.Aku merasa Ia seperti ancaman untuk ku.


Tenang Davina,,tenang,,


Ia tidak akan berani berbuat apa-apa dengan mu.Karena perusahaan ini pasti sangat membutuhkan ku.


Mereka pasti lebih memilih mu dari pada wanita kampungan itu.


Anin bukan siapa-siapa.Ia di terima di kantor ini karena Ia dekat dengan Tuan Ghian.Bukan karena Ia mempunyai skill seperti ku.Aku sangat yakin itu.


"Dav,,kamu kenapa melamun saja,apa yang Kamu pikir kan?"Tanya Lisa pada ku.


Lisa adalah penata rias model di perusahaan ini.


"Ehh,,tidak apa-apa.Ayo kita mulai."Ucap ku pada nya sambil tersenyum pada nya.


Kebetulan hari ini Aku ada pemotretan sampai siang nanti.


Dan siang nanti Aku berencana akan makan siang bersama Pras.Sebaik nya Aku tidak usah menyuruh Pras menjemput ku di sini.


Aku tidak ingin Pras bertemu dengan wanita kampungan itu.


Aku pun mengirimkan Pras sebuah pesan sebelum pemotretan di mulai.


Sekitar dua jam,akhir nya pemotretan pun selesai,Aku pun bergegas membereskan barang-barangku.


Aku ingin cepat keluar kantor dan menemui Pras.


Aku pun berjalan ke koridor depan.Tanpa sengaja Aku bertemu dengan wanita kampungan itu.


Terlihat Ia begitu tenang melihat ku.Dan melewati ku.

__ADS_1


Aku pun menarik tangan nya dengan kasar.


Terlihat Ia terkejut dengan apa yang Aku lakukan.


"Davina,apa yang Kamu lakukan??"Ucap nya pada ku.


"Apa yang Kamu lakukan di sini??Kamu ingin merencanakan sesuatu dengan ku?"Tanya ku pada nya dengan sinis.


Terlihat Ia tersenyum seperti mengejek ku.


Benar-benar wanita menyebalkan.


"Kamu harus ingat,Kamu tidak akan bisa sukses seperti ku,Dan Kamu pun tidak akan bisa menyingkirkan ku dari perusahaan ini walaupun Kamu dekat dengan Tuan Ghian sekalipun."Ucap ku panjang lebar dengan nya.


Ia menatap ku.


"Apa Kamu merasa terancam dengan kehadiran ku di sini??"Tanya nya pada ku sambil tersenyum.


Aku benci melihat senyuman itu.Serasa Ia sedang menertawakan ku saat ini.


"Tentu saja tidak,Kamu bukan tandingan ku."Ucap ku dengan tegas.


"Sampai kapan pun Kamu tidak bisa menyaingi ku."Ucap ku sambil tersenyum sinis pada nya.


"Lalu kenapa Kamu begitu panik saat ini?Tenang saja Davina,Aku tidak ingin membuang-buang waktu ku untuk mencari masalah dengan mu."Ucap nya lagi pada ku.


"Hey,Aku tidak panik.Aku hanya mengingat kan mu.Supaya Kamu sadar diri siapa Kamu."Ucap ku lagi dengan sinis.


Terlihat Ia tertawa mendengar perkataan ku.


"Harus nya Aku yang berkata demikian dengan mu.Apa Kamu lupa siapa Kamu??"tanya nya dengan ku .


Aku pun mendekat dengan nya.


"Maksud Kamu apa??"Ucap ku sambil melotot dengan nya.


"Apa harus Aku umumkan di kantor ini jika Kamu mempunyai hubungan dengan suami ku??Apa kamu lupa jika Pras itu masih suami sah ku."Ucap nya pada ku sambil tersenyum.


Kurang ajar,Ia berani mengancam ku.


Memang benar di kantor ini belum banyak yang tau jika Pras sudah menikah.Mereka mengira Pras benar-benar masih single.


Seperti nya harus tenang menghadapi wanita kampungan ini.


"Aku tidak yakin Kamu berani melakukan nya,orang juga tidak bakalan percaya dengan apa yang Kamu bicarakan."Ucap ku lagi.


"Kamu yakin Davina??apa Kamu mau mencoba nya??"Ucap nya lagi pada ku.


"Kamu ingat Anin,Pras bukan milik mu lagi.Ia akan segera mungkin untuk menceraikan mu!!"Ucap ku lagi sambil tersenyum sinis.


"Hei,apa Kamu lupa jika Aku yang mengajukan gugatan,bukan mas Pras.Apa kamu lupa juga jika Ia memohon pada ku untuk memperbaiki semua nya."Ucap ny panjang lebar dengan ku.


Aku pun mengangkat tangan ku ingin menampar nya.

__ADS_1


Tiba-tiba Ia memegang tangan ku dan menahan nya.


"Jangan coba-coba Kamu berani menyentuhku.Jika Kamu tidak mau semua nya akan berantakan."Ucap nya sambil menepis tangan ku dengan kasar.


Ia pun berlalu dari ku.


Sial,,


Berani sekali Ia seperti itu denga ku,bahkan Ia berani mengancam akan membatalkan perceraian nya dengan Pras.


Aku tidak boleh tinggal diam,Aku harus meminta Pras untuk segera menikahi ku.Sebelum wanita kampungan itu benar-benar berubah pikiran.


Aku pun bergegas keluar kantor.


Kring,,kring,,


Ponsel ku pun berbunyi,terlihat Pras menelpon ku.


Aku pun bergegas mengangkat nya.


"Halo sayang,,Kamu di mana?Aku baru saja ingin on the way ke tempat mu."Ucap ku pada Pras.


"Aku sudah di depan kantor mu sayang."Ucap nya lagi.


"Di depan kantor?kenapa Kamu kesini?Bukan kah Aku sudah mengatakan jika Kamu tidak usah menjemput ku."Ucap ku dengan panik sambil bergegas keluar kantor.


Aku pun mematikam ponsel dan bergegas keluar.


Terlihat mobil Pras sudah menunggu di depan.Aku cepat-cepat menghampiri nya.


Aku tidak mau Pras tahu jika wanita kampungan itu ada di kantor ini.


Bisa-bisa Pras akan menemui wanita itu di sini.


Aku tidak mau kehilangan Pras.


Aku dengan cepat masuk ke dalam mobil.


"Ayo cepat pergi dari sini sayang."Ucap ku pada Pras.


Terlihat muka bingung Pras melihat ku.


"Ada apa sayang?kenapa Kamu begitu panik."tanya nya pada ku.


"Cepat pergi dari sini!"Ucap ku pada nya.


Aku tidak mau jika nanti Anin keluar dari kantor dan Pras melihat nya.Kebetulan saat ini adalah jam makan siang.


"Oke,baiklah."Ucap Pras sambil melakukan kendaraan nya.


Mungkin Pras bertanya-tanya saat ini,Aku merasa tidak tenang saat ini.


Mengapa ucapan Anin tadi seperti ancaman untuk ku.

__ADS_1


Hatiku pun tidak tenang,,,


*****


__ADS_2