Aku Benci Mencintai Dia!!!

Aku Benci Mencintai Dia!!!
Bab 33


__ADS_3

*Aku dan Diana baru saja ingin masuk ke dalam hotel tempat acara berlangsung,tiba-tiba Aku mendengar suara yang begitu kuat dari parkiran


Braaaak,,,


Orang-orang berlari menuju tempat kejadian itu.


Entah mengapa perasaan ku tidak enak,apa yang akan terjadi*.


"Sayang,,ayo kita masuk,acara sudah mau di mulai."Ucap Davina pada ku.


"Tapi sayang,,Kita tidak melihat dulu apa yang terjadi di sana."Ucap ku pada nya.


"Biarkan saja sayang,,paling mobil pengendara yang lagi ingin parkir nabrak mobil pengendara yang lain nya."Ucap Davina pada ku.


Mungkin yang di katakan Davina benar.Karena begitu banyak tamu undangan yang hadir di acara ini.


Aku mencoba melihat dari kejauhan apa yang terjadi,tapi karena ramai nya kerumunan orang yang melihat kejadian itu membuat ku tidak bisa melihat nya dari kejauhan.


Tak berapa lama terlihat orang-orang panik.


"Tolong telepon rumah sakit,,ada seorang wanita yang menabrak mobil di ujung sana,,,"Ucap seorang pria pada security.


"Tolong cepat sedikit,wanita itu tidak sadarkan diri."Ucap seseorang lagi.


Ternyata seorang wanita korban nya.Dan sekarang Ia sedang tidak sadar kan diri.


Ada rasa penasaran di hati ku ingin melihat wanita itu.Aku pun melangkah kan kaki ku meninggal kan Davina.


"Pras,,mau kemana kamu??"teriak Davina pada ku.


"Sebentar sayang,,Aku ingin melihat nya sebentar."Ucap ku pada Davina sambil mempercepat langkah ku.


Aku menerobos kerumunan orang-orang tersebut.Aku semakin dekat dengan mobil yang terabrak itu.Dan betapa kaget nya Aku setelah tau jika mobil ku yang di tabrak.


Dan betapa kaget nya Aku setelah melihat yang menabrak mobil ku adalah mobil nya Anin.


Aku langsung melihat ke dalam mobil.Ternyata Anin tidak ada di dalam mobil.


"Dimana wanita di dalam mobil ini??"Tanya ku pada orang di sana.


"Lagi menunggu ambulance di ujung sana."Ucap seseorang lelaki.


Aku pun langsung menuju tempat Anin di bawa.Dan aku menerobos kerumunan orang-orang.


"Permisi,,permisi,,ini istri ku.Tolong kasih jalan dulu."Ucap ku pada orang-orang yang melihat Anin.


Aku kaget melihat Anin tidak sadar kan diri.


"Anin,,anin sadar lah nin."Ucap ku mencoba menyadarkan diri.

__ADS_1


Belum ada reaksi dari Anin.Tubuh nya masih begitu kaku.


"Apa Ia sudah meninggal??"Tanya sesorang lagi.


Tidak mungkin,,Aku tidak ingin terjadi apa-apa dengan diri Anin.


Aku pun mengecek Nadi nya,dan masih berdetak.Aku harus cepat membawa Anin ke rumah sakit.


Aku pun mengangkat Anin menuju mobil ku.


"Tolong buka pintu mobil saya biar saya yang membawa nya kerumah sakit."Ucap ku lagi.


Orang-orang pun membantu ku membawa Anin ke dalam mobil.Setelah Anin masuk ke dalam mobil Aku pun bersiap mengantar Anin ke rumah sakit.


"Pras,,Kamu mau kemana??"Teriak Davina pada ku.


"Anin terluka Dav,,Aku harus cepat membawa nya kerumah sakit."Ucap ku sambil masuk ke dalam mobil.


"Pras,,tunggu Pras,,,,"Teriak Davina lagi.


Aku tidak memperdulikan teriakan Davina.Bagiku yang terpenting saat ini adalah cepat membawa Anin ke rumah sakit.


Aku melihat Anin belum sadar kan diri,,


Anin,,mengapa Kamu melakukan hal gila seperti ini.


Aku pun melaju kan kendaraan secepat mungkin untuk sampai kerumah sakit.Aku tidak perduli dengan dering telepon ku yang terus-terusan berbunyi.


Biarkan saja dulu,nanti Aku akan menelpon nya.


Aku pun tiba di rumah sakit,Aku langsung membawa nya ke UGD.


"Suster,,tolong istri saya."Ucap ku berteriak pada suster rumah sakit.


Mereka pun cepat membawa Anin masuk ke ruangan.Anin pun cepat di tangani.Setelah di tangani,Anin pun belum sadar kan diri.


Tolong Anin,,tolong sadar lah.Jangan membuat ku cemas begini Anin.


Aku terus menggenggam tangan nya.Tangan nya begitu dingin.


Aku tidak pernah menyangka Anin bisa melakukan hal gila seperti ini.Anin yang Aku kenal tidak pernah melakukan hal-hal di luar akal sehat nya.


Tapi sekarang ini,Ia benar-benar melakukan nya.Tanpa memperdulikan keselamatan diri nya.


Tiba-tiba tangan Anin bergerak.


"Anin,,kamu sudah sadar nin??"Ucap ku pada nya.


"Ini di mana??kenapa kepala ku pusing sekali."Ucap nya pada ku.

__ADS_1


"Sudah,,kamu jangan banyak bergerak dulu.Istirahat dulu."Ucap ku menenangkan nya.


Aku pun memanggil suster untuk mengecek kondisi Anin.Setelah Anin di nyatakan melewati masa kritis,Anin pun di pindah kan ke kamar.


Terlihat Anin sedang tertidur pulas.


Tak lama kemudian,telepon ku berdering,,,


Davina menelpon Ku.


"Pras,,kenapa kamu susah sekali di telepon nya??"Ucap nya pada ku.


"Maaf sayang,,Aku lagi di jalan tadi."Ucap ku lagi.


"Kamu tega ya Pras,meninggal kan Aku di sini sendiri."Ucap nya pada ku.


"Tolong mengerti Aku Dav,,Anin sedang terluka.Aku harus cepat membawa nya ke rumah sakit."Ucap ku lagi.


"Kenapa sih wanita itu selalu saja membuat masalah."Ucap Davina lagi.


"Ia sedang tidak sadar kan diri sayang,,"Ucap ku pada Davina.


"Aku tidak perduli Pras.Aku ingin Kamu di sini menemani ku."Ucap nya lagi.


Davina memang selalu ingin mementingkan mau nya sendiri.Ambisi nya begitu kuat jika Ia menginginkan sesuatu.Apa pun itu Ia harus mendapat kan nya.


"Aku tidak mungkin melakukan itu sayang,,tolong mengerti untuk kali ini saja."Ucap ku pada Davina.


Aku berharap Ia bisa mengerti dan memahami situasi ku saat ini.Bahwa Aku tidak bisa meninggak kan Anin seorang diri di rumah sakit ini.


"Kamu juga harus mengerti Aku Pras.Ini acara penting Ku.Kamu mau membuat ku malu??"Ucap Davina lagi.


"Dav,,nyawa Anin lebih penting dari acara itu.Jika terjadi apa-apa dengan nya,Akan menjadi sesalan ku seumur hidup Dav.Ucap ku lagi.


"Jadi Kamu lebih mementingkan wanita itu dari pada Aku??"Tanya nya lagi pada ku.


"Oke,,Kamu mau apa sekarang??"Ucap ku pada Davina.


"Aku mau kamu kembali kesini dan temani Aku."Ucap Davina lagi.


"Baik lah,,sebentar lagi Aku akan kesana."Ucap ku sambil mematikan telepon.


Ada sedikit rasa kesal di hatiku karena tidak pernah bisa menolak keinginan Davina.Aku memang tidak pernah bisa menolak nya.Hampir semua keinginan nya Aku turuti.


Seperti saat ini,Ia ingin Aku meninggal kan Anin,dan menemani Ia di acara itu.Lagi-lagi Aku tidak bisa menolak nya.


Aku melihat Anin masih tertidur pulas.


Maafkan Aku Anin,,Aku harus meninggal kan mu,,

__ADS_1


*****


__ADS_2