
Hari sudah semakin larut,dan handphone ku terus bergetar dari tadi.
Mas Pras terus menelpon ku.
Aku sengaja mematikan dering suara nya.
Pasti Ia lagi sibuk mengurusi wanita itu.
Saat ini pasti Ia selalu ingin dekat dengan mas Pras.
Biarkan saja,,Aku sudah tidak perduli lagi.
Aku hanya ingin melakukan hal-hal yang membuatku senang saat ini.
Aku harus kuat.
Semakin Aku meminta Ia untuk melepaskan wanita itu,semakin susah mas Pras untuk lepas dari nya.
Apa Aku harus belajar ikhlas untuk mereka berdua.
Bukan kah wanita itu juga sangat menginginkan mas Pras.
Bahkan Ia rela mempermalukan diri nya sendiri agar bisa memiliki mas Pras.
Entah lah,,sekarang Aku hanya menjalani saja.Aku percaya suatu saat nanti pasti ada batas sabar ku menghadapi mereka berdua*.
Sesudah dari taman,Aku masih mengelilingi kota dengan tujuan tak jelas.
Masih terngiang oleh ku perkataan aki-laki di taman tadi.
Ia sama seperti lelaki lain nya,yang berusaha menggombal wanita.
Mungkin Ia berpikir Aku seperti para model nya yang tertarik oleh ketampanan nya.
Masih teringat jelas oleh ku bagaimana para wanita menatap nya saat melihat Ia.Termasuk Davina.
Ia salah tingkah saat berhadapan dengan lelaki ini.
Ia seperti nya juga sudah mengenali mas Pras.
Mungkin Davina mengenalkan nya sebagai pasangan nya.
Aku terus melaju kendaraan ku.
Aku tidak tau kemana tujuan ku saat ini.
Aku tidak punya siapa-siapa di sini.
Aku tidak mau kembali ke panti lagi,Ibu panti pasti sedih melihat ku tersakiti lagi.
Mumgkin sebaik nya Aku kembali ke rumah.
Seperti nya mas Pras belum ada di rumah.Aku bisa langsung masuk kamar dan mengunci nya.
Aku tidak ingin di ganggu oleh nya.
Tak berapa lama Aku tiba di rumah.
Terlihat mobil mas Pras sudah terparkir di sana garasi.
Aku pun masuk ke dalam rumah.
Terlihat mas Pras sudah duduk di kursi ruang tamu menunggu ku.
__ADS_1
"Anin dari mana Kamu??"Tanya nya pada ku.
Aku terus melangkah tak memperdulikan nya.
"Anin,,berhenti!!Aku sedang bicara pada mu."Ucap nya pada ku.
Aku menghentikan langkah ku.
"Apa yang mau di bicarakan lagi??"Tanyaku pada nya.
"Kamu dari mana??Sudah jam berapa ini??"Tanya nya lagi pada ku.
"Tumben mas peduli pada ku???"Ucap ku sinis pada nya.
"Maksud mu apa??Tentu saja Aku peduli,,Kamu adalah istri ku."Ucap nya lagi pada ku.
Aku tertawa mendengar nya.
"Kenapa Kamu tertawa??Apa ada yang lucu??"Ucap nya lagi pada ku.
"Jika Mas menganggap ku sebagai seorang istri,Mas tidak mungkin menyakiti mu mas."Ucap ku pada nya.
"Perbuatan mas itu benar-benar sudah kelewatan mas,,Aku tidak bisa menerima nya."Ucap ku pada nya.
Mas Pras terdiam.
"Sekarang dia sedang mengandung anak mu mas.Apa yang akan Mas lakukan pada nya???"Tanya ku lagi.
"Aku sedang mencari jalan keluar nya."Ucap nya lagi.
"Jalan keluar apa mas??Apa kamu mau menggugurkan nya??"Ucap ku pada nya.
"Tentu tidak nin,,anak itu tidak bersalah.Aku juga sangat menginginkan anak itu."Ucap nya pelan.
Ternyata mas Pras sangat menginginkan seorang anak.
Aku langsung merasa tak berguna sebagai seorang istri.
Karena belum memberikan mas Pras keturunan.
Aku sudah berusaha ke dokter untuk memeriksa ku.Tapi menurut dokter baik Aku atau pun mas Pras baik-baik saja.Tidak ada masalah.
Tuhan saja yang belum mau memberikan kami keturunan.
Kadang mas Pras menyemangati ku untuk tidak bersedih.Ia selalu menyakin kan ku bahwa apa pun yang terjadi kita bakalan terus bersama-sama.
Ternyata Ia yang mengkhianati ku.
"Maafkan Anin mas jika sampai sekarang Anin belum bisa memberikan mas keturunan."Ucap ku pada nya.
"Ehh,,Anin Aku tidak membicarakan kita "Ucap nya pada ku.
Seperti nya Ia merasa bersalah dengan perkataan nya barusan.
Memang seperti itu kenyataan nya,hingga detik ini Kami belum juga di Karunia i seorang anak.
Mungkin belum rejeki Kami berdua.
"Apa mas mau menikahi nya??"Tanyaku pada nya.
Ia terdiam,mungkin Ia kaget mendengar pertanyaan ku.
"Jika mas menginginkan anak itu,mas harus menikahi wanita itu."Ucap ku pada nya.
__ADS_1
"Itu tidak mungkin terjadi nin,,"Ucap nya pada ku.
"Kenapa tidak mas??"Tanya ku lagi.
"Karena kita masih terikat.."Ucap nya pada ku.
"Apa mas mau kita pisah???"Tanyaku lagi.
Ia terdiam.
"Mas,,Aku sudah hancur sekarang ini mas,jadi katakan saja yang sejujur nya pada ku."Ucap ku pada nya.
"Anin,,Aku mungkin mencerai kan mu."Ucap nya pada ku.
"Kenapa tidak???Bukan kah Aku sudah terlanjur sakit mas."Ucap ku lagi.
"Aku tau nin,,Aku bersalah.Aku ingin memperbaiki semua nya."Ucap nya pada ku
"Maksud mas???"Tanya ku pada nya.
"Aku ingin Kamu bisa menerima Davina."Ucap nya pada ku.
"Itu tidak mungkin terjadi mas,,Aku benci wanita itu."Ucap ku pada nya.
"Anin tolong,,Aku minta tolong Kamu bersahabat dulu dengan Davina sampai anak ini lahir."Ucap nya pada ku.
Mas Pras seperti tidak ada hati nya berbicara begitu pada ku.
Apa Ia tidak tahu jika itu menyakiti nya.
"Sampai kapan mas mau menyakiti Anin mas??"Tanya ku pada nya.
"Anin please,,,Aku tidak bermaksud begitu .."Ucap nya merasa bersalah.
"Anin sudah ikhlas sekarang mas,,terserah mas mau melakukan apa saja pada dia."Ucap ku pada mas Pras.
"Kita memang tidak akan berpisah cuma Anin minta mulai detik ini kita pisah kamar dan mas jangan menyentuh ku lagi."Ucap ku pada nya.
Antara emosi dan sedih saat Aku katakan itu pada nya.
Mas Pras terdiam.
"Aku ijin kan mas jika mas ingin menikahi nya."Ucap ku lagi pada nya.
Ia memandang ku.
"Kamu yakin bisa menerima nya???"Tanya nya pada ku.
"Tentu saja,,,Aku akan menerima nya mas.Tapi Anin minta pada mas jangan usil dengan urusan Anin saat ini."Ucap ku pada nya.
"Apa kamu ada laki-laki lain??"Tanya nya pada ku.
"Kenapa jadi Anin yang mas tuduh??"Tanya ku marah pada nya.
"Karena Kamu bukan Anin yang dulu."Ucap nya pada ku.
Aku mendekat pada nya.Dan sekarang berada di depan hadapan nya.
Terlihat Ia kaget melihat ku seperti itu pada nya.
"Aku berubah karena mu mas!!!"Ucap ku pada nya.
Aku benci Kamu mas!!!
__ADS_1
****"