
Seperti mati rasa yang ku rasakan saat ini.
Kesabaran ku sudah mulai habis menghadapi nya.
Orang yang begitu ku sayangi dengan tega nya menyakiti ku tanpa ampun.
Dalam sekejab Ia menghancurkan semua nya.
Rasa sayang,,rasa cinta memang masih ada,namun kecewa Ku sekarang ini lebih dari segala-gala nya.
Ternyata tak selama nya cinta itu bisa membawa kesabaran.
Ada masa nya Ia lelah dan berhenti.
Setelah kejadian semalam Aku dan mas Pras sudah pisah kamar.Aku mengingin kan nya untuk tidak sekamar lagi dengan ku.
Aku masih bertahan dengan nya karena orang tua nya bukan karena Dia.
Dan Ia tidak bisa menolak,karena Ia tau jika Ia bersalah.
Aku pun sudah mengikhlas kan seandai nya Ia mau menikahi Davina,asal orang tua nya merestui,Aku juga pasti merestui.
Aku tidak punya pilihan apa-apa lagi saat ini.
Jadi biarkan saja semua nya berjalan begitu saja.
Pagi ini Aku bersiap pergi,rencana nya Aku akan mencoba melamar pekerjaan.
Aku ingin bekerja seperti sedia kala biar Aku tidak terus memikirkan hal gila ini.
Aku ingin memiliki kesibukan.
Aku turun ke bawah,terlihat mas Pras sedang menyantap sarapan.
Ia terkejut melihat ku sudah rapi.
"Mau kemana Kamu???"Tanya nya pada ku.
"Aku mau melamar kerja mas."Ucap ku pada nya sambil sarapan.
"Siapa yang menyuruh mu bekerja??"Tanya pada ku.
Anin tersenyum pada ku.
"Kamu tidak punya hak mas untuk melarang ku."Ucap ku pada nya.
"Kamu itu istri ku Anin.Kamu harus mendengar apa kata suami."Ucap nya marah.
"Itu jika suami nya benar dan tidak menyakiti istri nya mas.Bukan suami seperti mas!!!"Ucap ku pada nya .
Mas Pras terdiam.
"Aku minta mas jangan mengurusi ku lagi,urusi saja wanita itu.Aku tidak akan ikut campur lagi urusan kalian berdua."Ucap ku pada nya.
Aku pun beranjak pergi meninggal kan nya.
"Anin,,Aku belum selesai bicara."Ucap nya pada ku.
"Tidak ada yang perlu di bicarakan lagi mas,,"Ucap ku tanpa melihat ke arah nya.
Aku terus menuju ke luar.
__ADS_1
Tiba-tiba Ia menarik tangan ku.
"Jika Kamu ingin pergi,biar Aku yang mengantar mu."Ucap mas Pras pada ku.
"Tidak usah mas,Aku bisa sendiri."Ucap ku sambil masuk ke dalam mobil.
Aku pun melajukan kendaraan ku meninggal kan mas Pras yang terus memanggil ku.
Mau apa dia melarang ku,,bukan kah Ia sudah memilih wanita itu.
Aku sudah tidak perduli lagi dengan urusan mereka berdua.
Aku harus kuat,,
Aku harus membahagiakan diri ku sendiri.
Aku terus melaju kan kendaraan ku,,sebenar nya Aku tidak tau ke mana arah tujuan ku saat ini.
Aku hanya tidak ingin di rumah merenung keadaan.
Apa Aku kerumah orang tua mas Pras saja ya??
Bertemu Papi,mami dan Kinan.Bukan kah sudah lama Aku tidak mengunjungi mereka.
Tapi nanti saja lah,,nanti mas Pras pasti menyusul ku kesana jika Ia tau Aku di sana.
Mami pasti akan memberi tahu nya.
Jalanan pagi ini sangat macet dan padat.
Tapi Aku menyukai nya,karena memang saat ini Aku tidak mempunyai tujuan.
Di temani dengan alunan lagu dari penyanyi kesayangan ku,membuat Aku tidak merasakan hiruk pikuk akibat macet.
Aku terlalu sibuk dengan masalah hidup ku sampai lupa dengan perawatan diri.
Aku pun menuju ke mall untuk menuju ke salon langganan ku.
Sesampai disana Aku langsung di sambut oleh pelayan nya.
Rasa nya Aku melupakan sejenak masalah ku.Ternyata dengan ke salon bisa membuat aku refreshing sejenak.
Hampir sekitar tiga jam Aku di dalam salon,tanpa terasa jam makan siang tiba.
Mungkin Aku bisa makan siang dulu di sekitar sini.
Aku pun memasuki sebuah restaurant.
Aku pun memilih kursi di sudut ruangan yang bisa melihat view di luar sana.
Tak jauh dari ku terlihat Laki-laki yang sedang ada di taman sedang berbincang dengan orang pria.
Tak lama kemudian muncul lah para pria dan wanita yang ikut duduk di kursi bersama nya.
Kemudian Aku melihat Davina bersama teman-teman nya.
Kenapa harus ada mereka di sini??
Aku tidak mau bertemu dengan orang-orang itu.
Andai kan Aku keluar sekarang Aku harus melewati mereka.
__ADS_1
Ahh sial,,
Seperti nya Aku salah masuk tempat.
Tiba-tiba Lelaki itu melihat ku,Ia tersenyum pada ku.
Aku pura-pura tidak melihat nya..
Kenapa Ia harus melihat ku,,Apa aku keluar saja sekarang.
Tapi kalo Aku keluar pasti wanita itu akan melihat ku.
Aku pun menatap ke luar jendela.Aku berharap mereka cepat selesai.
Tak lama kemudian terlihat orang-orang itu mulai meninggalkan tempat satu persatu.
Seperti ny meeting mereka sudah selesai.
Tiba-tiba Davina muncul di hadapan ku.
Ia lansung berkata pada ku.
"Mau apa Kamu kemari,,Kamu mengikuti ku ya??"Ucap nya dengan ketus pada ku.
"Memang nya tempat makan ini punya Kamu sehingga Aku tidak boleh kemari??"Tanyaku pada nya.
Dia pun tertawa.
"Orang seperti mu tidak pantas berada di tempat elite seperti ini."Ucap nya sambil tertawa.
Terlihat beberapa teman nya ikut berbisik dan tertawa ke arah ku.
"Lantas orang yang suka merusak rumah tangga orang yang pantas disini???"Tanyaku dengan suara kuat.
"Kamu,,berani Kamu dengan ku."Ucap nya hendak menampar ku.
Tiba-tiba tangan Davina di tahan oleh lelaki itu.
"Mau apa Kamu pada dia??Kamu tau kan isi kontrak mu??"Tanya nya pada Davina.
"Ehh pak Ghian,,wanita ini yang mencari masalah dengan ku."Ucap nya lagi.
"Memang nya apa masalah kalian,sampai kalian ribut di tempat umum seperti ini??"Tanya lelaki itu.
"Ia selalu menganggu Calon suami ku."Ucap Davina lagi.
Dasar wanita tidak tau malu,Ia berani sekali untuk mengarang cerita.
Aku pun berdiri dan ingin beranjak pergi.Sebelum pergi Aku berkata pada nya.
"Sebaik nya mulai sekarang Kamu baik-baik dengan ku,Jangan sampai anak yang ada d kandungan mu sekarang ini tidak mempunyai Ayah nanti."Ucap ku sambil berlalu dari nya.
Terlihat muka kaget Davina dan teman-teman nya.
Mereka langsung mempertanyakan pada Davina.
Termasuk lelaki itu,Ia hanya terdiam.
Mungkin mereka tidak percaya dengan apa yang baru mereka dengar.
Aku tidak perduli dengan omongan mereka.Aku hanya ingin melihat Davina hancur.
__ADS_1
Jahat bukan???
*****