Aku Benci Mencintai Dia!!!

Aku Benci Mencintai Dia!!!
Bab 106


__ADS_3

"Anindya,saya tunggu kamu di parkiran sekarang,"


Sebuah pesan dari pak Ghian.


Aku memang sudah janji dengan nya untuk ikut dengan nya.Karena tadi Ia sudah menyelamatkan ku dari Mami nya mas Pras yang mengajak ku pergi.


Setelah berpamitan dengan Bu Maura Aku pun bergegas keluar,menuju ke parkiran.


Ku lihat dari kejauhan mobil pak Ghian ada di bawah pohon di ujung sana.


Mungkin Ia sengaja memarkirkan mobil nya di sana,karena tidak ingin orang tahu jika Kami pergi bersama.


Aku pun menuju mobil nya,pak Ghian melambaikan tangan.Mengisyaratkan jika Ia sudah ada di dalam mobil.


Sebelum masuk ke mobil Aku melihat ke kiri dan kanan.Dan setelah ku rasa Aman,Aku pun bergegas masuk ke dalam mobil.


Pak Ghian tertawa melihat ku.


Aku menatap ke arah nya.


"Kenapa pak?apa ada yang lucu?"Tanya ku pada nya.


"Aku lucu saja melihat mu masuk ke dalam mobil sembunyi-sembunyi.Seolah-olah kita sedang berselingkuh."Ucap pak Ghian sambil tertawa.


Aku pun tertawa mendengar nya.


Yang di katakan pak Ghian benar.Aku seperti takut jika orang melihat kami berdua.


"Apakah orang selingkuh seperti itu pak?"Tanya ku lagi dengan polos nya.


"Tentu saja,orang yang selingkuh pasti akan sembunyi-sembunyi jika mereka bertemu."Ucap pak Ghian lagi.


"Tapi kenapa Mas Pras dan Davina tidak seperti itu ya pak,mereka malah berani mempublikasi kan hubungan mereka berdua."Ucap ku sambil tertawa.


Ya mas Pras dan Davina malah sangat berani menunjukan pada orang-orang jika mereka berdua mempunyai hubungan.Tanpa memperdulikan diri ku.


Aku selalu merasa sedih dengan apa yang mereka perbuat dengan ku.Mas Pras seperti tidak menghargai ku sebagai pasangan nya.

__ADS_1


"Anin,maaf kan saya.Bukan maksud saya membuka luka di hati mu lagi."Ucap pak Ghian merasa bersalah.


Aku pun tertawa melihat pak Ghian merasa bersalah seperti itu.


"Anin,apa ada yang lucu?"Tanya nya pada ku.


"Iya pak,muka bapak lucu sekali jika merasa bersalah seperti itu."Ucap ku sambil tertawa.


Ia pun ikut tertawa.


Sudah lama sekali rasa nya Aku tidak tertawa lepas seperti ini.Aku merasa seperti bahagia sekali bisa tertawa lagi.


"Apakah kamu senang Anin bersama ku."Ucap pak Ghian lagi.


Aku berhenti tertawa dan melihat nya.


"Tentu saja pak,bapak banyak menghibur saya di saat saya sedih."Ucap ku sambil tersenyum.


"Jika begitu terus lah bersama ku Anin,agar Aku bisa membuat mu bahagia setiap hari nya."Ucap pak Ghian lagi.


Aku terdiam menatap nya.


Mas Pras selaku bersikap manis dan selalu membuat ku merasa yakin bahwa Ia akan selalu ada untuk ku.


"Anin,,are you okay??"Tanya pak Ghian pada ku.


Aku pun tersadar dari lamunanku.


"Maafkan saya pak,"Ucap ku pada nya.


"Apa yang kamu pikir kan Nin?Apa ada yang bisa saya bantu."Ucap pak Ghian lagi pada ku.


"Tidak ada pak,saya cuma ingat kata-kata bapak tadi sama seperti yang mas Pras ucapkan dulu."Ucap ku pelan.


"Saya boleh bertanya sesuatu Anin pada mu."Tanya pak Ghian pada ku.


Aku mengangguk kecil.

__ADS_1


"Apakah kamu masih mencintai manta suami mu?"Tanya pak Ghian tiba-tiba.


Aku menggeleng menjawab pertanyaan pak Ghian.


"Kamu tidak sedang berbohong kan Anin."Tanya pak Ghian lagi pada ku.


"Jika aku berbohong apakah itu penting untuk bapak?"Tanya ku lagi.


Pak Ghian menatap ku.


"Dengar kan saya Anin.Saya benar-benar ingin dekat dengan mu.Dan Saya ingin membuat kamu bisa menyukai saya dan melupai masa lalu mu."Ucap pak Ghian pada ku.


Deg,,


Jantungku saat ini berdetak sangat cepat,apa-apaan ini kenapa Aku jadi keringat dingin begini.


Apa yang harus Aku lakukan sekarang??


Rasa nya ingin Aku membuka pintu mobil dan berlalu dari sini.


"Anin,kamu mendengarkan ku?"Tanya pak Ghian pada ku.


"Iya pak,maaf kan saya pak.Untuk sekarang saya belum bisa membuka hati untuk yang lain "Ucap ku pada nya.


"Aku akan sabar menunggu mu Anin,sampai kamu bisa membuka hati mu untuk saya."Ucap nya lagi.


Aku pun tertawa.Terlihat pak Ghian menatap heran pada ku..


"Akting bapak jago banget,boleh nih ikutan casting kita."Ucap ku mencairkan suasana sambil tertawa.


"Aku sedang tidak bercanda Anin.Yang Aku katakan pada mu tadi itu benar ada nya."Ucap pak Ghian lagi.


Kali ini Aku hanya diam dan tak bersuara sedikit pun.Aku sekarang menahan malu karena Pak Ghian.


Aku tidak menyangka jika Pak Ghian berani beterus terang seperti itu.


Ia benar-benar bukan seperti pak Ghian yang ku kenal.Kali ini Ia mengungkap kan perasaan nya pada ku.

__ADS_1


Apa yang harus aku lakukan,aku ingin cepat pergi dari sini.


****"


__ADS_2