Aku Benci Mencintai Dia!!!

Aku Benci Mencintai Dia!!!
Bab 88


__ADS_3

Aku memasuki rumah,terlihat Mami dan Kinan lagi duduk di ruang televisi.


"Hai,Pras.Dari mana sayang?kamu sudah makan?"Tanya Mami pada ku.


Aku pun mendekat dan menciumi pipi mami.


"Kenapa kamu kusut sekali Pras?Apa yang terjadi?"Tanya Mami lagi.


Aku tidak tahu apakah harus cerita dengan Mami atau tidak.Aku takut Mami akan sedih jika mendengar nya.


Aku tidak mau Mami jatuh sakit karena tahu proses perceraian ku dengan Anin tinggal menghitung hari.


"Tidak apa Mi,Pras hanya lelah saja."Ucap ku berbohong sambil tersenyum.


"Mas mau di buat kan teh hangat?"Ucap Kinan pada ku.


"Boleh,"Ucap ku singkat pada Kinan.


Kinan pun berlalu dari ku dan Mami.


"Kamu kenapa sayang?kelihatan nya lelah sekali."Ucap Mami sambil duduk di sebelah ku dan mengenggam tangan ku.


Seperti nya Mami tahu jika Aku sedang menyimpan sesuatu.Batin Ibu kepada anak nya tidak pernah salah.


"Apa ini karena surat dari pengadilan sayang?"Tanya mami pada ku tiba-tiba.


Aku kaget mendengar pertanyaan mami,dari mana mami tahu.


Aku menatap Mami,terlihat raut wajah sedih di wajah Mami.


Kinan datang sambil membawa teh hangat dan memberikan nya padaku.


"Ini mas di minum dulu."Ucap nya pada ku.


Aku pun menerima nya,dan masih terdiam.


"Anin tadi yang menelpon Kinan,memberi tahu jika jadwal sidang pertama kalian sudah ada."Ucap Mami pada ku.


"Pras,kamu masih bisa memperjuangkan nya sayang,Anin masih bisa kamu miliki."Ucap Mami memenangkan ku.


"Anin tidak mau lagi Mi,Ia selalu menghindari Pras Mi setiap Pras mengajak nya bicara."Ucap ku pada mami.


"Pras memang bodoh Mi,Pras sudah menyakiti hati nya,Pras menyia-nyiakan wanita sebaik Anin."Ucap ku sambil berkaca-kaca.


Mami memeluk ku.


Ia tak banyak bicara,hanya memeluk ku erat.


Aku memang sangat menyesali perbuatan ku.Aku sudah kehilangan sosok seorang istri yang sempurna untuk ku.


"Maaf kan Pras Mi,,Pras sudah membuat Papi dan Mami kecewa dengan Pras."Ucap ku pada Mami.

__ADS_1


"Mami sudah memaafkan mu nak,ini sudah jalan nya,kita sama-sama berdoa.Semoga nanti ada kabar baik untuk mu."Ucap Mami pada ku.


"Mas,,Kinan nanti coba lagi untuk membujuk Kak Anin ya.Mas jangan sedih."Ucap Kinan sambil mendekat pada ku.


"Terima kasih ya Kinan."Ucap ku pada nya.


Ada sedikit ketenangan dalam hati ku mendengar perkataan Mami dan Kinan.Walaupun Aku pesimis jika Anin akan kembali pada ku.


Tapi Aku memang harus memperjuangkan nya.Saat mediasi nanti Aku harus bisa membuat Anin luluh untuk kembali pada ku.


Masih ada waktu Pras,Kamu harus memperjuangkan pernikahan mu.


Bagaimana dengan Davina??


Aku tidak perduli lagi,Aku hanya ingin Anin kembali pada ku.Aku ingin pernikahan ku kembali seperti dulu lagi bersama Anin.


Aku merindukan sosok Anin yang selalu menunggu ku di rumah setiap kali Aku pulang kerja.


Aku merindukan gelak tawa nya yang selalu membuat ku bahagia.


Aku merindukan semua tentang nya.


Aku pun mengeluarkan ponsel dan mengirimi sebuah pesan.Aku harap seseorang di sana membaca nya.


******


Aku masih terdiam di depan meja kerja ku.Selama dua jam aku tidak melakukan apa-apa.Aku hanya terdiam dan melamun.


Jadwal sidang pertama ku dan mas Pras sudah di tentukan oleh pengadilan.


Aku masih terdiam sambil menatap laptop,mengapa rasa nya sedih sekali saat ini.Ini benar-benar membuat ku seperti hilang semangat.


Untung saja yang lain tidak menyadari,Karena mereka semua sibuk bekerja.


Mengapa semua nya harus terjadi,mengapa jalan cerita hidup ku begitu sedih seperti ini.Aku harus kehilangan suami ku karena wanita lain.


Apakah aku tidak berhak bahagia??


Aku menghela nafas panjang.Berharap sesak di dadaku saat ini sedikit berkurang.


Tiba-tiba pak Ghian masuk ke ruangan ku.


Aku kaget dan langsung merapikan meja ku.Karena mejaku memamg sangat berantakan sekali.


Terlihat Ia menatap ke arah ku.


"Pak Ghian,ada apa?"tanya Bu Maura pada nya.


"Tidak ada,Aku hanya ingin ke ruangan kalian saja melihat hasil kerja kalian."Ucap nya pada Bu Maura.


Terlihat Bu Maura tersenyum pada nya,dan Pak Ghian langsung melototi nya.

__ADS_1


Mereka memang suka bercanda karena memang pak Ghian dan Bu Maura adalah teman baik.


"Oke pak Ghian,silahkan melihat-lihat.Aku lanjut bekerja dulu."Ucap Bu Maura sambil menerusi pekerjaan nya sambil tersenyum pada pak Ghian.


"Ya silahkan,,"Ucap pak Ghian pada Bu Maura sambil tersenyum.


Aku pun pura-pura menyelesaikan pekerjaan.Aku tidak ingin Ia melihat ku tidak bekerja,karena Ia mulai mengelilingi ruangan untuk melihat Kami.


Tiba-tiba ponsel ku berbunyi,sebuah pesan masuk.


Aku menatap notifikasi di layar ponsel ku.


Terlihat nama mas Pras di sana.Pesan itu dari mas Pras.Apa yang Ia kirim kan pada ku.


Aku pun mengambil ponsel ku dan membuka nya.


Aku terdiam membaca pesan nya.


"Anin,mas tidak akan menyerah,mas akan memperjuangkan semua nya,Mas tidak mau kehilangan mu."


Aku masih terdiam membaca pesan mas Pras.


Kenapa Dia seperti ini,setelah dia yang menghancurkan semua nya.Dan sekarang Ia ingin memperbaiki semua nya.


Apa Ia sadar dengan hal itu??


Masih teringat jelas olehku bagaimana Ia menyakiti ku kemarin,sakit nya belum hilang hingga saat ini.


"Anindya,,kamu mendengar ku."Tiba-tiba sebuah suara mengagetkan ku.


Terlihat semua mata yang ada di ruangan ini menatap ke arah ku.


"Mampus lah Aku,itu suara pak Ghian.Apa Ia dari tadi memanggilku??"


"Maaf pak,,Ya pak ada apa??"Ucap ku dengan suara terbata-bata.


Ada perasaan takut dalam diri ku saat ini,Pasti Aku akan di marah oleh nya.


"Ikut ke ruangan ku sekarang."Ucap nya sambil berlalu dari ruangan.


Deg,,


Habis lah Aku,,Aku pasti akan di marahi habis-habisan oleh nya.Aku benar-benar tidak menyadari jika tadi Ia memanggilku.


Aku beranjak berdiri dan berjalan ke luar ruangan mengikuti pak Ghian.Terlihat Bu Maura tersenyum padaku.Seperti nya Ia memberiku semangat.


Rasa nya berat sekali untuk melangkahkan kaki ku ke ruangan pak Ghian.Aku benar-benar takut mendapatkan hukuman.


Anin,,tenang Anin..


Aku mencoba tenang sebelum memasuki ruangan nya,rasa nya lebih berat dari pada sidang ujian skripsi dahulu.Aku lebih takut menghadapi pak Ghian dari pada dosen pembimbing ku dahulu.

__ADS_1


Aku menghela nafas panjang,Aku berharap semua nya akan baik-baik saja.


*****


__ADS_2