Aku Benci Mencintai Dia!!!

Aku Benci Mencintai Dia!!!
Bab 79


__ADS_3

Setelah berpamitan dengan pak Ghian Aku pun bergegas keluar ruangan.Mulai sekarang Aku tidak bisa lagi memanggil Ia dengan nama nya.


Sekarang Ia adalah atasan ku,Aku harus bersikap lebih baik pada nya.Aku pun tersenyum sendiri jika mengingat nya,Aku selalu mengabaikan setiap kali bertemu dengan nya.


Pada akhir nya Ia akan ku temui setiap hari nya di kantor ini.Dan memanggil nya dengan sebutan pak Ghian.


Aku agak terkejut ketika melihat Davina di luar ruangan.Apa Ia tahu jika Aku sedang interview di sini.


Mau apa lagi dia kali ini pada ku.


Sebaik nya Aku pura-pura tidak melihat nya saja.


"Sedang apa Kamu di sini?"Tanya nya dengan ketus pada ku.


Sudah tertebak dengan ku,Ia pasto akan bersikap kurang baik pada ku.Apa lagi ini adalah tempat nya,tempat kerja nya.


"Bukan urusan mu."Ucap ku pada nya dengan cuek.


Rasa nya Aku tidak perlu juga bermanis muka pada nya.


Aku bergegas melangkahkan kaki ku,ingin cepat berlalu dari nya.


"Ternyata muka polos mu itu hanya topeng saja.Tenyata hati mu busuk."ucap nya pada ku setengah berteriak.


Aku menghentikan langkah ku.


Apa maksud Davina berbicara seperti itu dengan ku.Aku pun berbalik pada nya.


"Apa maksud mu berkata seperti itu?"Tanya ku pada nya dengan selidik.


Mau apa lagi Ia dengan ku.Apa kurang Ia menyakiti ku.Seperti tidak ada habis-habis nya Ia berbuat masalah dengan ku.


"Pasti Kamu kan yang menyuruh Tuan Ghian untuk tidak memakai ku di event hari ini."Ucap nya lagi.


Aku masih tidak mengerti dengan apa yang di katakan oleh Davina barusan.


Menyuruh Pak Ghian??Memang nya siapa diri ku hingga bisa memerintahkan Pak Ghian seperti itu.


"Kamu ingin membalas dendam dengan ku Anin??Apa Kamu masih belum bisa ikhlas di tinggalkan oleh Pras??"Ucap nya lagi.


Ada perasaan emosi saat mendengar Davina berbicara begitu.Ingin rasa nya Aku memberi Ia pelajaran.


Ia seperti tidak ada rasa bersalah sama sekali.Seakan apa yang Ia lakukan pada ku adalah hal yang wajar.

__ADS_1


Terbuat dari apa hati nya sehingga tidak ada rasa menyesal sama sekali.


Tenang Anin,,tenang,,


Kamu jangan terpancing emosi.Ingat jika Kamu baru saja di terima di kantor ini.Ucap ku dalam hati.


"Maaf Davina,Aku sudah tidak ada urusan lagi dengan mu.Jadi Aku minta berhenti untuk mencari masalah dengan ku."Ucap ku pada nya.


Ia tersenyum sinis pada ku.Muka nya penuh dengan amarah.


"Kamu yang mencari masalah dengan ku!!Berani-berani nya Kamu berbuat licik dengan ku dengan menghasut pak Ghian."Ucap nya lagi.


Beberapa pasang mata mulai memperhatikan kami dan berbisik-bisik.Mereka sudah jelas membicarakan kami berdua.


"Aku tidak mengerti dengan apa yang kamu bicarakan.Bisakah kamu jangan berteriak seperti itu pada ku."Ucap ku pada nya masih dengan suara yang pelan.


"Perempuan seperti Kamu memang harus di kasari,karena hati mu busuk!!.Tidak sesuai dengan lugu nya muka m."Ucap nya lagi pada ku.


Rasa nya ingin sekali saat ini Aku memberi Ia pelajaran.Tapi Aku harus menjaga sikap ku di kantor ini.Aku tidak mungkin mempermalukan diri ku sendiri.


"Davina,apa-apaan Kamu membuat onar di kantor ini!!!"


Aku dan Davina kaget mendengar suara seorang pria.


Ternyata itu pak Ghian.


"Maaf Tuan,saya hanya sedang berbicara dengan wanita kampungan ini."Ucap Davina pada pak Ghian.


"Jika kamu mempunyai masalah pribadi,Aku minta jangan membawa nya ke kantor ini."Ucap pak Ghian lagi.


"Maaf Tuan aku tidak suka wanita ini membuat cerita yang tidak baik tentang ku pada Tuan."Ucap Davina lagi.


Aku masih tidak mengerti dengan apa yang Davina ucap kan pada ku.Apa Ia berpikir jika Aku menjelek-jelekkan nya dengan pak Ghian.


Sebenar nya ada apa dengan mereka berdua.


"Cerita yang tidak baik maksud mu apa Dav??Anin tidak ada berbicara yang tidak-tidak tentang mu."Ucap Pak Ghian lagi pada Davina.


"Lalu mengapa Tuan mencoret nama saya dari list event hari ini?bukan kah dari awal briefing Nama saya sudah ada di daftar list Tuan."Ucap Davina lagi.


Ternyata Davina tidak di ikut sertakan oleh pak Ghian dalam event ini.Dan setelah Ia melihat ku keluar dari ruangan Pak Ghian,Ia berpikir Aku lah yang menghasut pak Ghian untuk tidak mengikut sertakan diri nya.


Pantas saja Ia begitu marah pada ku.Tapi mengapa bisa Ia tidak di ikut sertakan,bukan kah Ia bintang di setiap event nya.Mengingat Ia sudah go international.

__ADS_1


"Saya memang tidak ingin memakai diri mu untuk event kali ini Dav.Dan semua ini bukan karena Anin."Ucap pak Ghian lagi pada Davina.


"Kalo boleh saya tau alasan nya apa Tuan?apa Tuan lupa siapa saya??"Ucap Davina lagi pada Ghian.


"Ya saya tau siapa Kamu,saya menggunakan model di sini yang tau attitude dan rendah hati."Ucap pak Ghian dengan senyum sinis.


Davina terdiam.


Mungkin Ia menyesal dengan omongan Ia barusan.


"Maaf kan saya Tuan.Saya tidak bermaksud berkata demikian."Ucap Davina pelan.


"Perlu Kamu ingat Dav,setiap orang itu ada masa nya.Dan setiap hari nya selalu muncul model-model baru yang mempunyai talent.Kamu memang model ternama,tapi attitude lebih penting di atas segala nya."Ucap Pak Ghian lagi.


Ada rasa senang dalam hati ku,karena pak Ghian menyindir Davina secara langsung di depan ku.


Sebaiknya Aku pulang,karena bukan urusan juga untuk mendengar percakapan mereka.Belum lagi beberapa karyawan dari tadi memperhatikan kami bertiga.


Aku rasa Davina pasti sangat malu saat ini.


"Maaf pak,saya permisi dulu pak."Ucap ku pada pak Ghian.


"Baik Anin,besok jangan lupa untuk datang kesini.Langsung temui Maura di ruangan nya ya."Ucap pak Ghian pada ku.


"Baik pak,,saya permisi dulu."Ucap ku sambil berlalu dari pak Ghian dan Davina.


Terlihat raut muka Davina menatap ku dengan sinis nya.


Mungkin Ia masih belum puas untuk berkata kasar pada ku.


"Dav,ikut saya ke ruangan sekarang."Ucap pak Ghian sambil berjalan menuju ruangan.


"Baik pak."Ucap Davina sambil mengikuti di belakang.


Aku pun berjalan menuju keluar kantor.Belum juga bekerja Aku sudah mempunyai pengalaman buruk dengan Davina.


Bagaimana besok jika Aku sudah disini,Apa mungkin Ia akan membiarkan Aku bekerja dengan tenang.


Ahh,,biarkan saja.


Aku tidak ingin terlalu memusingkan nya,Aku hanya ingin fokus dengan pekerjaan ini.


Masalah dengan Davina Aku bisa menghadapi nya.Tak akan ku biarkan Ia menyakiti ku lagi.

__ADS_1


Tidak akan!!!!


*****


__ADS_2