
Sebelum ke rumah orang tua mas Pras,Aku menyempati diri untuk mampir ke taman kota.Tempat ternyaman ku untuk melepas lelah.
Setiap Aku bersedih,Aku selalu menyempatkan diri ke sana.Duduk sejenak sambil menghirup udara di sana membuat ku melupakan masalah ku sejenak.
Aku butuh ketenangan saat ini,,untuk menggambar desain.Mungkin bisa membuat ku melupakan sejenak ku dengan mas Pras.
Aku pun bergegas pergi dan menuju ke taman.Setelah sampai dan memarkir kan mobil,Aku pun duduk di tempat biasa yang biasa Aku tempati.
Aku melihat ke kiri dan kanan,,apakah ada laki-laki itu lagi di sini??Seperti nya tidak ada.Aku tidak ingin lagi di ganggu seperti kemarin.Aku butuh konsentrasi saat ini.
Menggambar adalah hobi ku sedari kecil.Tapi menggambar desain busana di mulai saat Aku kuliah dulu.Aku memang tertarik dengan dunia fashion.Menurut kan dunia fashion sangat menyenangkan.Melihat para model berjalan di atas catwalk memakai rancangan busana ku adalah mimpi terbesar ku.
Aku pun mulai membuat sketsa busana,ternyata Aku masih bisa menggambar desain.Lumayan cantik untuk sebuah desain pemula seperti Aku.Ternyata Aku berbakat juga dalam membuat desain.
Tiba-tiba telepon Ku berdering,
Terlihat nama mas Pras yang menelpon Ku.
"Kamu lagi di mana??"tanya nya pada ku dengan ketus nya.
Sabar Anin,,jangan terbawa emosi.
"Anin lagi di luar,lagi ada urusan sebentar mas."Ucap ku pada mas Pras.
"Urusan apa???Kamu pasti lagi bertemu laki-laki itu kan??"Tanya nya menuduh ku.
Ternyata Ia masih membahas hal itu.Mungkin Davina bercerita kepada Mas Pras.Ia pasti sengaja bercerita yang tidak-tidak kepada mas Pras,agar mas Pras marah dan curiga pada Ku.
Aku tidak boleh terbawa emosi menghadapi mas Pras.
"Anin lagi malas untuk berdebat mas,,tolong jangan menuduh Anin yang tidak-tidak."Ucap ku lagi dengan mas Pras dengan lembut.
"Kamu masih tidak mau mengakui nya??"Ucap nya lagi penuh curiga.
"Anin harus mengakui apa mas???Anin tidak seperti yang mas tuduh kan!!!"Ucap ku marah.
Akhir nya Aku terbawa emosi dengan ucapan mas Pras.Kenapa Ia selalu menuduh ku ada lelaki lain.
"Lalu kenapa Kamu belum tiba juga di rumah Mami??"Tanya nya lagi.
Seperti nya mas Pras sudah tiba di sana.
"Mas sudah di sana??"Tanya ku pada nya.
"Sudah dari siang tadi."Ucap nya pada ku.
Ternyata mas Pras sudah tiba di sana duluan.Aku harus cepat ke sana.
__ADS_1
"Sebentar lagi Anin ke sana..bye,,"Ucap ku sambil mematikan telepon.
Ia pun menelpon ku lagi.Aku pun mengangkat nya.
"Apa lagi mas??"tanya ku pada nya.
"Aku belum selesai bicara Anin."Ucap nya pada ku.
"Anin udah mau pergi mas,,"Ucap ku pada nya.
"Baik lah,,mas tunggu disini."Ucap nya pada ku.
Aku pun mematikan telepon.
Kenapa Ia harus menuduh ku terus seperti itu??Bukan kah mas Pras yang menduakan ku dengan Davina.Tapi kenapa seolah-olah Ia membuat Aku yang mengkhianati nya.
Bahkan Ia terang-terangan mengatakan pada ku bahwa Ia tidak bisa meninggalkan Davina.Tanpa memperdulikan perasaan Ku,Ia berkata demikian.
Dasar lelaki egois!!!!
Aku pun membereskan peralatan menggambar ku,dan bersiap pergi kerumah orang tua mas Pras.Aku melihat lagi apa ada yang tertinggal di sini.
Tak berapa lama muncul seorang lelaki di hadapan ku.
"Hai,,kita bertemu lagi,,"Ucap suara seorang lelaki itu dengan ramah nya pada Ku.
Ternyata lelaki ini lagi.Aku baru ingat ternyata lelaki yang ku temui di tempat Davina kemarin itu adalah lelaki yang ku temui di taman ini sebelum nya.
Ternyata Ia adalah teman kerja Davina.
"Kamu??Kamu ke sini lagi??"Tanya ku pada nya.
"Iya,,ini memang tempat kesukaan Ku,Aku ke sini hampir setiap hari."Ucap nya sambil tersenyum pada ku.
Ternyata Ia juga menyukai tempat ini.Sama seperti Aku.
"Kalo tidak salah,Kamu bekerja di tempat Davina bukan??"Tanya ku pada nya.
"Davina??Kamu mengenali nya??"Tanya nya pada ku.
"Iya,,sangat mengenali nya.Bahkan sangat mengenal nya."Ucap ku sambil tertawa.
Bagaimana tidak mengenal nya,jika Ia yang menjadi penyebab bertengkar nya Aku dengan mas Pras.Aku sangat membenci wanita itu.
"Maaf,,maksud nya bagaimana??"Tanya nya pada ku penasaran.
Mungkin Ia ingin tahu tentang Davina juga.
__ADS_1
"Sudah lah tidak penting untuk di bahas,,Kamu tidak bekerja??"Tanyaku lagi pada nya.
"Ini Aku lagi bekerja.Aku memang bekerja nya di lapangan.Jadi memang tidak stay di kantor."Ucap nya pada ku.
Ternyata Ia orang lapangan,Aku pikir Ia pimpinan di perusahaan itu.Tapi mengapa saat bertemu Davina kemarin Ia sangat acuh.Harus nya Ia senang saat di sapa oleh Davina.
Secara Davina adalah seorang model ternama.Banyak laki-laki yan tergila-gila pada nya.Tapi tidak dengan lelaki ini.Ia hanya bersikap biasa saja pada Davina.
Tapi ya sudah lah,bukan urusan ku juga.
Aku tidak ingin mencampuri urusan orang.Itu urusan mereka berdua.
"Baik lah kalo begitu,Saya permisi dulu."Ucap ku pada nya.
"Kamu mau kemana??"Tanya nya padaku.
"Aku mau pulang,,"Ucap ku pada nya.
"Kalo boleh tahu siapa nama mu??"Tanya nya lagi pada ku.
"Anindya,,panggil saja Aku Anin."Ucap ku pada nya sambil tersenyum pada nya.
"Anindya,,see you."Ucap nya sambil tersenyum.
Aku pun berlalu dari nya,,
*****
Anindya,,nama yang bagus.Seperti orang nya.Cantik dan apa ada nya.Aku tertarik melihat nya saat Ia menangis di taman ini dan berbicara sendiri.
Awal nya Aku tidak terlalu memperdulikan nya,Tapi tingkah nya membuat Aku jadi penasaran untuk mendekati nya.Kelihatan Ia lagi ada masalah besar.
Ia terlihat sangat sedih saat itu.Seperti menanggung beban sendiri.Seperti tidak ada tempat untuk bercerita.
Awal nya Aku ingin mendekati dan menghibur nya.Ternyata niat baik ku tak di sambut oleh nya.Ia malah pergi meninggalkan ku.
Mungkin saat itu Ia takut pada ku.
Anindya juga sama seperti ku.Menyukai tempat ini.Ia juga menyukai ketenangan.Ia menyukai suasana alam begini.
Sebenar nya ada hubungan apa Ia dengan Davina??Kemarin Aku juga melihat nya berbicara pada Davina.Apakah mereka berteman baik??
Davina adalah model di kantor ku.Hampir satu tahun Ia di kontrak oleh Perusahaan ku.Boleh di bilang Ia adalah seorang model yang profesional.Banyak brand ternama yang mengincar nya.
Aku mungkin bisa mencari tahu Anin dari Davina,,
*****
__ADS_1