Aku Benci Mencintai Dia!!!

Aku Benci Mencintai Dia!!!
Bab 67


__ADS_3

Pagi ini Aku bangun seperti biasa,tidak lupa Aku menyiapkan mas Pras sarapan seperti biasa nya.


Bagaimana pun juga Ia masih suami ku.


Jadi Aku harus masih melayani nya.


Walaupun sudah seminggu ini Aku dan mas Pras pisah kamar.


Terkadang mas Pras membujuk ku agar Aku mau sekamar lagi dengan nya.Tapi Aku menolak nya.


Aku tidak bisa lagi menjadi Anin yang lemah.


Sudah cukup rasa nya Aku bertahan.


Tidak ada lagi yang pantas Aku pertahan kan.


Semua nya sudah sia-sia.


Dan mas Pras yang menghancurkan segala nya.


Sehabis mas Pras pergi,Aku akan ke pengadilan agama mengurus perceraian ku dengan nya.


Terlihat mas Pras menuruni tangga.


"Pagi Nin,,,"Ucap nya pada ku sambil tersenyum.


Senyuman manis yang selalu kusukai dari mas Pras.


"Kamu sudah sarapan nin??"Tanya nya pada ku.


"Iya mas,,sarapan dulu mas."Ucap ku pada nya.


"Kamu sudah rapi nin,,mau pergi kemana??"Tanya nya pada ku.


Aku tidak menjawab pertanyaan nya,Aku rasa Ia pasti tau pagi ini Aku akan pergi ke mana.


"Ini mas,,,"Ucap ku sambil memberi Ia sepiring nasi goreng.


"Anin,,pertanyaan ku belum Kamu jawab."Ucap nya pada ku.


Belum sempat Aku menjawab,bibi datang kepada ku dan mas Pras.


"Tuan,,ada tamu di depan."Ucap nya pada ku.


Siapa yang pagi-pagi datang kemari.


"Siapa bi yang datang??"Tanya nya pada bibi.


"Seorang wanita Tuan."Ucap bibi lagi.


Mas Pras melihat ke arah ku.Aku langsung memalingkan muka ku.


Aku tahu siapa yang datang kemari.


Mau apa wanita itu??


"Aku ke depan dulu nih,,"Ucap nya pada ku.


Aku hanya mengangguk.

__ADS_1


Walaupun ada perasaan kesal dalam hatiku saat ini,tapi Aku harus bisa mengontrol emosi ku.


Wanita itu benar-benar sudah berani kesini.


Mas Pras pun beranjak pergi ke ruang tamu.


"Maaf Non,kalo boleh bibi tau siapa non Wanita itu??"Tanya bibi padaku.


Seperti nya bibi bisa melihat jika tujuan Davina kemari tidak baik.


"Memang nya kenapa bi dengan dia??"Tanya ku pada bibi.


"Gaya nya selangit nona,,bibi tidak suka."Ucap bibi pada ku.


"Itu calon istri Mas Pras bi."Ucap ku dengan santai.


"Apa non??calon istri maksud nya??Ucap bibi lagi.


Terlihat raut wajah bibi yang kaget saat mendengar perkataan ku.


Mungkin Ia tidak pernah membayangkan jika rumah tangga ku dan mas Pras akan hancur begini.


"Iya bi.mas Pras dan wanita itu akan menikah dalam waktu dekat."Ucap ku lagi.


"Apakah itu benar non??"Tanya bibi lagi


Mungkin Ia juga tidak mempercayai apa yang Aku baru bicaran tadi.


"Maaf kan bibi non,,jika bibi banyak bertanya."Ucap nya lagi.


"Tidak apa bi.Saya pergi dulu ya Bi."Ucap ku pada bibi.


"Mau kemana non??"Tanya bibi pada ku.


Bibi pun mengangguk dan berlalu dari ku.


Aku pun bersiap-siap untuk segera pergi.


Aku menuju ke depan.


Terlihat raut wajah kaget mas Pras saat melihat ku.


Aku langsung emosi saat melihat Davina.


Andai kan tidak ada hukum,,Aku pasti sudah menghajar nya habis-habisan.


"Anin,,kamu mau kemana??"Tanya nya pada ku.


"Ada urusan mas."Jawab ku cuek.


"Mau apa dia kesini pagi-pagi mas??"Tanya ku pada mas Pras sambil menunjuk Davina.


"Hey,,yang sopan ya Kamu."Ucap nya marah ada ku.


"Kamu yang harus nya sopan,-pagi sudah bertamu saja kerumah orang."Ucap ku lagi sambil tertawa.


"Ini adalah rumah Pras bukan rumah mu."Ucap nya lagi.


Aku hanya tersenyum mendengar perkataan nya.

__ADS_1


Apa Ia lupa jika Aku dan mas Pras masih berstatus suami istri.


"Apa kamu lupa jika Aku masih istri sah nya mas Pras??"ucap ku pada nya.


Terlihat raut wajah tidak senang dari muka Davina saat Aku mengatakan hal tersebut.


"Selagi proses pengadilan belum selesai,Ia masih suami sah ku."Ucap ku pada nya.


"Apa Kamu juga lupa jika Aku sedang mengandung anak Pras??"Ucap nya lagi menantangku.


Ia selalu menggunakan kandungan nya sebagai senjata.


"Davina,,cukup!!Jika Kamu datang untuk membuat kegaduhan,sebaik nya Kamu pulang sekarang."Ucap mas Pras pada Davina.


"Kamu mengusirku Pras??"Ucap nya pada mas Pras.


"Sudah tidak usah bertengkar,,biar dia disini saja mas,Aku akan pergi."Ucap ku pada mas Pras.


Aku rasa kehadiran ku di tengah mereka juga tidak akan mengubah keadaan


"Bagus lah jika Kamu sadar diri,,"Ucap nya sambil tersenyum sinis pada ku.


"Kamu harus nya bersikap lah yang manis pada ku,jika Aku tidak bercerai dengan mas Pras,,anak mu tidak akan diakui secara hukum."Ucap ku pada nya.


"Kamu pikir Aku takut dengan ancaman mu itu??Pras pasti lebih memilih Aku dari pada wanita kampungan seperti mu."Ucap nya lagi pada ku.


"Davina,,Aku bilang cukup!!Aku tidak akan segan-segan mengusir mu dari sini."Ucap mas Pras lagi.


"Kamu dengar sendiri kan apa kata suami ku,jadi bersikap lah yang manis nona."Ucap ku sambil tersenyum pada nya.


Davina langsung membuang muka.


Terlihat Ia menahan emosi pada ku.


Mungkin Ia takut untuk menjawab ku lagi,karena mas Pras sudah mengingatkan nya lagi.


"Anin jangan pergi dulu pembicaraan kita tadi belum kelar."Ucap mas Pras pada ku.


"Ya jika Mas mau bicara,tidak mungkin ada orang lain di sini kan mas??"Ucap ku sambil melirik Davina.


"Maksud mu Aku akan pulang??Mimpi saja Kamu!!!Aku akan pulang jika Pras ikut dengan ku."Ucap nya lagi.


"Davina,,apa Kamu sudah gila???Bicara apa Kamu??"Ucap mas Pras marah.


"Aku sudah bosan Pras,Aku mau mulai malam ini Kamu tidur dengan ku!!"Ucap nya lagi.


"Hentikan omongan konyol mu Dav,,"Ucap mas Pras lagi.


"Kamu kenapa selalu membela wanita kampungan ini,bukan kah Kamu sudah berjanji untuk meninggalkan nya."Ucap nya sambil menangis.


Aku melihat ke arah mas Pras.Aku ingin mendengar apa yang ingin mas Pras katakan.


"Sebaik nya Kamu pulang sekarang Dav,,Aku minta jangan kerumah ini lagi."Ucap mas Pras tegas pada nya.


Davina pun langsung mengambil tas nya dan bergegas keluar pintu.


Seperti nya Ia benar-benar kesal mendengar mas Pras membela ku.


Ada perasaan senang saat melihat mereka bertengkar seperti itu.

__ADS_1


Apa Aku harus menjadi jahat dulu untuk menyakiti mereka berdua???


*****


__ADS_2