Aku Benci Mencintai Dia!!!

Aku Benci Mencintai Dia!!!
Bab 103


__ADS_3

Sejak kejadian sebulan yang lalu,Anin seperti menjaga jarak dari ku.Ia selalu menghindar setiap kali Ia bertemu dengan Ku.


Pada saat meeting pun Ia tidak pernah lagi mau datang lebih awal atau pun pulang paling akhir seperti yang biasa Ia lakukan.


Ia pasti akan tiba saat meeting mau di mulai,dan selesai meeting Ia pasti akan cepat-cepat keluar.


Ia benar-benar menghindar dari ku.


Pernah sekali Aku menuju ke ruangan nya,sengaja ingin melihat diri nya.Saat Ia melihat ku Ia hanya tersenyum pada ku dan langsung ke luar ruangan dengan alasan ingin melihat proses pembuatan desain nya.


Hari ini memang hari yang di tunggu-tunggu Anin.Acara pegelaran busana nya berlangsung hari ini.


Dari pagi Anin dan Maura sudah sibuk di sana.Terlihat ia begitu antusias menyambut acara hari ini.


Aku pun ke belakang mencoba mengecek semua nya apakah sudah siap.Mengingat banyak tamu undangan yang akan hadir hari ini.


Terlihat para model sudah hampir siap semua nya.Mereka benar-benar pantas mengenakan desain Anin.


Aku akui desain Anin sangat menarik.Ia sederhana tapi mewah.Sama seperti diri nya.


"Eh Ghian,Kamu sudah datang?"Ucap Maura menegur ku.


Kebetulan di sekitar kami tidak ada orang jadi Ia bisa memanggilku dengan sebutan nama.


"Mana Anin,kenapa Ia tidak kelihatan?"Tanya ku sambil mengamati sekeliling.


"Hmm,,Anin Mulu yang di cari,sekali-kali Aku kenapa?"Ucap Maura pura-pura cemberut.


Aku tertawa melihat nya.


Tak lama kemudian Anin muncul di hadapan kami.Ia tersenyum saat melihat Kami.


"Selamat pagi pak.Terima kasih sudah mau datang ke acara saya."Ucap nya pada ku.


"Iya sama-sama.Kamu semangat ya.Acara ini harus sukses."Ucap ku pada Anin.


"Siap pak,kalo begitu saya permisi ke belakang dulu pak.Karena ada beberapa yang harus saya siap kan."Ucap nya pada ku.


"Iya silahkan."Ucap ku pada nya.


Sepeninggalan Anin,Maura lagi-lagi menggodaku.


"Giliran Anin di kasih semangat terus,Aku sudah berteman puluhan tahun tidak pernah di gitu in."Ucap nya protes pada ku.


Kali ini Aku mengacak-ngacak rambut Maura.

__ADS_1


Hal yang dulu biasa ku lakukan pada nya.


"Heii,kamu merusak rambut ku Ghian."Ucap nya mengomel pada ku.


"Sudah sana bantu Anin,Aku mau ke depan dulu."Ucap ku pada Maura.


Terlihat ia masih mengomel pada ku.


Aku pun berjalan ke depan,terlihat sudah ada beberapa tamu yang datang.


Mereka semua dari dunia fashion.


Syukurlah jika mereka mau datang,mengingat Anin belum mempunyai nama.Tadi nya Aku berpikir jika yang datang hanya dari kalangan umum saja.


Dan ternyata orang dari dunia fashion pun menyempatkan diri untuk datang ke acara ini.


Aku mencoba untuk menyapa mereka.


"Halo semua nya,senang sekali melihat kalian hadir di acara ini,terima kasih sudah mau datang ke acara ini."Ucap ku pada mereka.


"Eh pak Ghian,makin cakep dan berwibawa saja."Ucap Bu Valen menggoda ku.


"Sudah ada calon belum pak,jika belum,ada teman saya yang mau ngelamar."Ucap nya lagi.


Yang lain tertawa mendengar perkataan Bu Valen.


Setiap bertemu dengan ku,Ia memang selalu ingin mengenali ku dengan teman,bahkan saudara nya.Karena Ia tahu jika Aku belum mendapatkan pasangan hingga saat ini.


"Sudah ada Bu,tinggal tunggu saja hari nya."Ucap ku asal pada Bu Valen.


Aku berbicara begini agar Bu Valen berhenti menjodohkan ku dengan teman dan saudara nya setiap kali bertemu dengan ku.


"Oalah,sudah ada ya pak.Kecewa deh teman saya.Padahal dia ada di sini pak.Sengaja saya bawa karena ingin bertemu bapak."Ucap Bu Valen lagi.


"Bu Valen kayak nya niat banget ya mau jodohin pak Ghian."Ucap pak Jeff sambil tertawa.


"Ya habis saya pikir pak Ghian belum ada yang dekat."Ucap nya lagi.


Aku hanya tersenyum mendengar nya.


"Mari saya antar ke kursi,seperti nya sebentar lagi acara mau di mulai."Ucap ku mengalihkan obrolan.


Mereka pun mengikuti ku.


Dari pintu utama terlihat Pras dan Davina memasuki ruangan.Dan di belakang nya terdapat seorang Bapak,ibu dan seorang perempuan mengikuti mereka.

__ADS_1


Mungkin itu keluarga mereka pikir ku.


Acara pun di mulai,semua nya berjalan dengan lancar.Di akhir acara Anin keluar sambil di iringi para model.Terlihat raut wajah bahagia dari wajah nya.


Ia begitu manis dengan senyuman nya.


Terlihat riuh tepuk tangan penonton menutupi acara ini.


Selesai acara Aku pun menemui Anin,tidak lupa membawa buket bunga yang sudah Aku bawa untuk nya.


"Anindya,,selamat ya.Acara nya berjalan sukses."Ucap ku pada nya sambil memberikan buket bunga pada nya.


"Terima kasih pak,ini semua berkat Bapak juga."Ucap nya pada ku sambil tersenyum manis.


"Anin sayang,,,"Ucap seorang wanita paruh baya mendatangi Anin.


Ini perempuan paruh baya yang kulihat datang bersama Pras dan Davina tadi.


"Mami,,mami datang ke acara Anin."Ucap Anin sambil menyalami wanita paruh baya tersebut.


"Iya sayang,selamat ya,Mami dan Papi bangga pada mu.Pi sini."Ucap ibu itu pada suami nya.


Seperti nya mereka adalah mantan mertua Anin.


"Anin,selamat ya nak,Kamu hebat."Ucap lelaki paruh baya tersebut.


"Terima kasih papi.Anin senang papi dan Mami bisa hadir di acara ini."Ucap Anin lagi.


"Kinan juga datang kak,selamat kakak sayang."Ucap Kinan sambil memeluk Anin dan menciumi nya.


Anin terlihat begitu bahagia dengan keluarga ini.


Mereka juga terlihat begitu menyayangi Anin.


Aku sempat menatap ke Pras,Ia sama sekali tidak berani mendatangi Anin.Mungkin Ia sudah di peringati oleh Davina.


Ia hanya sekali-kali melirik ke arah Anin.Dan Anin tidak memperdulikan nya sama sekali.


Aku tersenyum dalam hati melihat Pras.Mungkin sekarang ada penyesalan dalam hati nya.Dan Davina saat ini pasti snagat kesal karena melihat keluarga Pras sangat sayang pada Anin.


Memang itu hukuman untuk mereka karena sering melukai Anin.


Anin memang baik,bukti nya keluarga Pras sangat menyayangi nya walaupun Anin bukan istri Pras lagi.


Semoga nanti kebahagiaan akan datang terus di kehidupan Anin.Dan Ia tidak akan lagi merasakan kepahitan dalam hidup nya.

__ADS_1


******


__ADS_2