Aku Benci Mencintai Dia!!!

Aku Benci Mencintai Dia!!!
Bab 22


__ADS_3

Apa mas Pras tidak merindukan ku??sampai detik ini Ia tidak juga menghubungi ku.Aku tidak bisa tinggal diam.Aku harus menghubungi nya.


Kring,,kring,,


Terdengar nada panggilan ke telepon nya Mas Pras.Tapi tidak ada jawaban.Aku pun menelpon lagi.Tapi tetap tidak ada jawaban.


Aku menarik nafas panjang,,,


Lagi-lagi Kau membuat Aku curiga mas,Padahal Aku baru saja mempercayai Mu.Kenapa Kamu berubah lagi.


Lama Aku memandang telepon berharap Ia akan menghubungi Ku.Tapi tetap saja telepon ku tidak pernah berdering.


Aku pun menuju ke kolam untuk duduk di sana.Aku harus tenang.Jika Aku penuh emosi nanti Aku bisa gila.


Mas Pras sedang apa??Kenapa Ia tidak mengabari ku.Apakah sesibuk itu diri nya??


Tak berapa lama telepon ku berdering,,


Mas Pras menelpon ku.


Aku pun menyambut dengan gembira.Bergegas ku angkat telepon ku.


"Halo mas,,Mas kemana saja??Anin cemas memikirkan mas."Ucap ku pada Mas Pras.


"Halo nin,,maaf tadi mas lagi meeting."Ucap nya padaku.


"Mas,,kemana saja mas??jangan membuat Anin gelisah mas."ucap ku pada nya.


"Iya maaf sayang,,Mas semalam kecapek an karena sudah balik terlalu larut.Mas langsung tertidur."Ucap nya pada ku.


Kasihan mas Pras,Ia pasti sangat kelelahan.


"Iya mas tidak apa,,Anin mohon mas sempatkan waktu untuk menelpon Anin mas.Agar Anin tidak cemas."Ucap ku lagi pada mas Pras.


"Iya sayang,,mas meeting lagi ya.Baik-baik di rumah."Ucap mas Pras sambil mematikan telepon nya.


Syukurlah Mas Pras menelpon ku.Ada sedikit ketenangan dalam hati ku.Aku tidak ingin mencurigai suami ku.


Mas Pras pasti tidak akan berbuat yang aneh-aneh di sana.


Aku yakin itu,,

__ADS_1


*****


"Sudah menelpon nya??mesra banget Kamu nelpon dia!!"Ucap Davina pada ku.


"Mesra apa nya sayang??Aku biasa saja menelpon nya."Ucap ku pada Davina.


"Aku tidak suka jika Kamu mesra-mesra dengan nya Pras!!"Ucap Davina lagi.


"Aku menelpon nya karena Aku tidak ingin Ia mencurigai ku.bisa-bisa Ia nanti memberitahu Mami bahwa Aku susah untuk di hubungi."Ucap ku lagi.


"Ya terserah Kamu saja lah,,Yang jelas tak lebih dari lima menit kalo ingin menelpon nya."Ucap Davina lagi.


Aku pun hanya terdiam.Aku mulai risih dengan sikap Davina pada ku.Harus nya Ia bisa mengerti posisi ku.


Bukan kah Aku sudah menuruti kemauan nya untuk sampai di sini bersama nya.Bahkan Aku rela membohongi Anin.


"Kamu mau kan menemaniku bertemu dengan klien Ku??"tanya ku pada nya.


"Kamu mau bilang Aku ini siapa dengan mereka??teman mu??"Tanya Davina lagi.


"Ya Aku bilang,Kamu istri ku sayang,,"Ucap ku lagi.


"Kalo begitu Aku siap-siap dulu ya sayang."Ucap Davina lagi.


Aku pun tersenyum melihat nya.Aku senang jika melihat Ia tersenyum lagi.


Mumpung Diana dandan,Aku sebaik nya mengirimi Anin pesan.Agar nanti Ia tidak menunggui ku lagi.


"Anin,,jangan lupa makan sayang.Mas mau on the way ke lapangan."


Aku pun mengirimi Anin pesan.Tak berapa lama Anin pun membalas nya.


"Iya mas,hati-hati di jalan.Jangan lupa makan ya sayang"


Aku pun tak membalas nya lagi.Yang penting Anin sudah ku hubungi.Dan Ia tahu jika Aku sedang sibuk.


Mudah-mudahan nanti Anin tidak menelpon ku lagi.Aku harus pintar mencari waktu untuk menghubungi Anin.


"Sayang,,Aku sudah siap."Ucap Davina padaku.


Terlihat Ia sangat cantik mengenakan mini dress.Davina memang cocok mengenakan apa saja.Tak heran jika Ia banyak di cari untuk model brand pakaian ternama.

__ADS_1


"Kamu cantik sekali sayang,,"Ucap ku sambil mencium pipi nya.


"Ya harus cantik sayang,Kan mau menemui klien."Ucap Davina lagi.


"Tapi Kamu janji ya sayang,,jangan genit di depan mereka."Ucap ku menggoda nya.


"Tentu saja tidak sayang,,emang Aku wanita penggoda."Ucap Davina lagi.


Aku pun tersenyum mendengar jawaban Davina.


Aku memang sangat takut kehilangan Davina lagi.Aku takut jika Ia akan tergoda dengan lelaki lain.Maka nya Aku selalu menuruti apa keinginan nya.


Kami pun meninggalkan hotel dan menuju ke Restaurant tempat klien menunggu Ku.


Sekitar setengah jam perjalanan.Kami pun tiba.


"Haloo Mr.Pras,nice to meet you,,"Ucap Tuan Smith klien ku.


"Hai Mr.Smith,nice to meet you too,,"Ucap ku pada nya.


Tuan Smith adalah klien ku yang berasal dari Swiss.Tetapi Ia lama di Indonesia mengurusi perusahaan nya.Jadi Ia fasih dalam berbahasa Indonesia.


"Ini siapa Tuan??your wife??"Tanya padaku.


"Yes,this is my wife."Ucap ku dengan bangga nya.


"So beautiful,,"Ucap Mr.Smith sambil menatap Davina.


Terlihat Davina tersenyum malu.


Aku tidak suka melihat pandangan Tuan Smith kepada Davina,Aku langsung memberikan kode kepada Davina.Dan Davina pun mengerti.


"Sayang,,Aku duduk di sana saja ya,,Aku ingin menelpon Karin."Ucap Davina pada ku.


Karin adalah teman baik Davina.Seorang model ternama juga.


"Baik lah sayang,,Aku meeting dulu ya."Ucap ku lagi.


Davina pun berlalu.Aku dan Tuan Smith pun berlalu masuk ke dalam ruangan meeting.


*****

__ADS_1


__ADS_2