Anak Genius - The Heirs

Anak Genius - The Heirs
24. Wajah Asli Ruona


__ADS_3

Ruona tersentak lalu memalingkan wajahnya ketika Johan meneriakinya. Ia sebenarnya tidak ingin membicarakannya lebih lanjut.


Karena masalah itu, Ruona hampir putus asa dan merasa terguncang.


Ruona mendengus, “Beberapa tahun lalu saat kami akan bertunangan. Dengan tiba-tiba Gideon memintaku untuk memeriksakan kesehatanku secara menyeluruh. Akhirnya dokter menemukan bahwa rahimku tidak sehat. Aku mandul dan aku tidak bisa melahirkan seorang anak. Kakek berupaya untuk mendapatkan solusi bahkan dia menandatangani dokter dari luar. Namun semua mengatakan bahwa aku tidak bisa memberikan keturunan.”


“Bagaimana mungkin?” balas Johan tajam.


“Bagaimana aku tahu? Dokter yang dipanggil Gideon dari rumah sakit pusar terkenal. Saat mereka mengatakan bahwa aku mandul, aku hanya bisa menerimanya. Saat aku ingin mencoba bahkan dia tidak memberikanku kesempatan.”


“Apakah dia benar-benar tidak menyentuhmu?”


Ruona tertawa. Ia menertawakan dirinya sendiri. “Saat dia mabuk, aku membantunya ke ranjangnya saat aku mengambil kesempatan. Dia langsung mendorongku. Bahkan saat aku berdiri di depannya tidak menggunakan apa-apa. Ia tidak memberikan reaksi apa-apa. Dia sepertinya benar-benar membenciku. Itu sebabnya aku sangat membenci Liana karena aku iri. Andai saja aku bisa mengandung keturunan Cross, dia bahkan tidak akan mendapatkan kesempatan untuk memperebutkan Gideon.”


Jejak keraguan muncul di wajah Johan.


“Ruona bagaimana jika aku memberitahu bahwa kamu kemungkinan bisa hamil?” Johan mengerang.


Ruona linglung untuk sementara waktu lalu ia mendesah. “Apakah Kamu sudah selesai?”


Johan melotot ke arah Ruona karena terkejut.


“Aku tidak bisa hamil. Semua dokter mengatakan itu, bagaimana bisa kamu memberikan harapan palsu.”


“Tapi tadi di rumah sakit. Dokter mengatakan bahwa kamu menunjukkan tanda-tanda kehamilan.”


Ruona melirik ke arah Johan. Ia terkejut dengan ucapan Johan.


“Bagaimana mungkin?”


“Kamu yang mengerti bagaimana kondisi tubuhmu. Kita sering melakukannya dan aku tidak menggunakan pengaman. Sebelumnya dokter mengatakan bahwa kamu menunjukkan tanda-tanda kehamilan. Apakah ini semua kebetulan? Apakah kamu mengalami mual di pagi hari? Apakah kamu merasakan gejala yang aneh yang tidak pernah kamu alami sebelumnya?”


Ruona langsung terdiam karena otaknya sibuk memproses. Ia menyadari ketidaksuburannya sehingga ia berani melakukannya dengan Johan tanpa pengaman.


Dan beberapa terakhir, tubuhnya mengalami gejala yang belum pernah ia alami. Ia sering mual di pagi hari, mudah kelelahan, emosinya sering tidak stabil dan terakhir siklus menstruasinya belum datang.


Memikirkan itu semua, ia langsung menunduk dan melihat ke arah perutnya dengan tidak percaya.

__ADS_1


Tangannya ia letakkan di atas perutnya. Perasaannya campur aduk.


“Aku hamil? Apakah ini lelucon? Jadi aku bisa melahirkan seorang anak dari Gideon. Melahirkan anak untuk keluarga Cross,” ucap Ruona dengan kegembiraan yang tak terukur dari ekspresinya.


Melihat kegembiraan di wajah Ruona membuat Johan ikut merasa bahagia namun di sisi lain dirinya pun merasa sedih.


Merasa senang karena pada akhirnya Ruona mendapatkan mimpinya menjadi seorang ibu dan sedih karena pada akhirnya kebahagiaan Ruona tidak ada sangkut pautnya dengannya karena yang ada di pikiran Ruona adalah Gideon.


“Aku bisa hamil. Aku bisa hamil untuk melahirkan anak Gideon Cross. Keturunan Cross akan lahir dari rahimku. Bukankah itu kabar bagus. Apakah kamu tidak bahagia untukku?”


“Hm. Ruona... tetap saja kamu tahu betul, anak siapa yang ada di perutmu itu. Itu anak kita. Bukan anak dari Gideon.”


Ruona langsung terperangah dan seluruh tubuhnya menjadi kaku. Ia melupakan fakta itu karena kegembiraannya sendiri.


“Ruona jika kamu benar-benar hamil. Itu berarti anak kita. Aku bersedia bertanggung jawab. Bagaimana denganmu? Apakah kamu ingin melahirkannya?”


Dengan tatapan kosong, Ruona bergumam, “Bagaimana aku bisa lupa? Aku hamil tapi itu bukan anak Gideon. Jika Gideon tahu, dia pasti akan mengusirku.”


Ruona langsung menatap Johan.


“Kenapa?” alis Johan sedikit terangkat. Ia terkejut. Ia sedikit menaikkan suaranya. “Anak ini adalah anakmu darah dagingmu. Anak pertamamu. Apakah kamu begitu tega?”


Kata-kata kejam Johan membuat Ruona gelisah. Ruona menangkap tatapan Johan dan merasa masam. Lalu detik berikutnya bibirnya menyeringai dengan mata yang berkilat-kilat.


“Johan, jangan bilang kamu benar-benar mencintaiku? Kita hanya bermain-main. Hubunganku denganmu hanya saling membutuhkan. Cinta? Siapa yang ingin jatuh cinta padamu.”


Johan yang masih mengemudikan mobilnya langsung membelok tajam dan menghentikan mobilnya seketika.


“Cukup! Ruona bagaimana bisa kamu begitu kejam? Aku mencintaimu. Bahkan aku rela dimanfaatkan olehmu. Ruona aku bisa melindungimu dan anak kita. Aku akan mencoba terbaik untuk membuat mu bahagia. Apakah kamu bersedia pergi denganku?”


“Apakah kamu bercanda? Aku tidak akan pergi denganmu. Aku ingin menghilangkan anak ini. Mulai sekarang dan seterusnya, kita putus semua ikatan yang terjadi. Di masa depan, aku adalah nyonya muda Cross dan kamu adalah asisten dari tunanganku, Gideon Cross. Jangan memanggilku ke depannya dan jangan berinteraksi.”


Ruona langsung membuka pintu mobil dan keluar. Johan yang mengetahui Ruona keluar langsung ikut keluar.


“Kamu membuangku sekarang karena kamu tahu bisa hamil!” Johan tertawa miris.


Ruona langsung berbalik dan menatap Johan dengan tajam.

__ADS_1


“Apa bagusnya menjadi Nyonya Muda di keluarga Cross. Apakah Gideon memberinya kebahagiaan? Berhentilah bermimpi.”


Ruona mengernyit. Tiba-tiba hal itu terdengar seperti lelucon bagi Ruona.


“Kamu bagaimana denganmu? Apakah kamu bisa memberiku kebahagiaan? Johan, Gideon Cross jauh lebih baik dari pada kamu. Dia akan menjadi suami yang baik. Dia adalah orang yang bertanggung jawab. Saat aku memberitahunya bahwa aku bisa hamil. Dia akan menyayangiku.”


“Ruona, Apakah kamu sadar dengan ucapanmu? Dia sudah memiliki Liana di hatinya. Dia tidak menyentuhmu bukan karena dia tahu bahwa kamu tidak bisa hamil tapi karena dia sama sekali tidak tertarik denganmu!”


“Hentikan!”


Pekikkan suara Ruona membelah udara yang memanas.


“Jika kamu tidak mencuri kalungnya, apakah kamu pikir saat ini kamu bisa berada di tengah-tengah keluarga Cross? Gideon bukan milikmu sejak awal. Gideon bukan takdirmu, kenapa kamu tidak bisa menerima kenyataannya!”


“Diam! Aku bilang diam, brengsek.”


Ruona langsung berjongkok dan menutup kedua daun telinganya.


“Ruona, saat kamu menggugurkan bayi itu. Apakah kamu pikir, keluarga Cross tidak akan mengetahuinya? Asal kamu tahu, Keluarga Cross mempunyai banyak informan dan pusat rumah sakit sebagian besar adalah mitranya.”


“Aku bisa datang ke klinik kecil.”


Johan menatap Ruona dengan tidak percaya. “Ruona kamu benar-benar. Ia anak kita. Ia berhak memperoleh kehidupan.”


“Kamu ingin anak ini hidup. Baik aku akan membesarkannya sampai lahir namun aku ingin anak ini lahir atas nama Gideon Cross.”


“Apa maksudmu?” tanya Johan dengan tajam.


“Aku akan memberitahu Gideon bahwa bayi ini adalah milik Gideon.” Ruona menggerakkan giginya.


“Apakah menurutmu Gideon bodoh? Kamu tidak bisa menyembunyikan identitasnya. Cepat atau lambat itu akan terbongkar.”


“Ini tidak ada hubungannya denganmu jadi berhenti omong kosong,” ucap Ruona lalu ia masuk kembali ke dalam mobil tanpa suara.


Ia tahu ini memang gila dan ia tahu semua ini tidak akan berakhir dengan baik. Namun ia akan berusaha menjadi Nyonya Muda Keluarga Cross apa pun caranya.


Ia bersedia melakukan dengan cara apa pun.

__ADS_1


__ADS_2