Anak Genius - The Heirs

Anak Genius - The Heirs
54. Telepon Dari Teman Lama


__ADS_3

Liana sedikit khawatir melihat Funny sedikit tidak nyaman karena suntikan. Anak kucing itu terus mengeong seperti merasa kesakitan.


Setelah berhasil divaksin, Liana langsung menggendongnya.


“Apakah dia akan baik-baik saja?” Tanya Liana.


“Ya.”


“Oh Funny.”


“Maaf apakah ibu menanami dia Funny?”


“Ya. Kenapa?”


“Tapi dia adalah anak kucing jantan.”


Ekspresi Liana langsung berubah.


Keesokan harinya, Liana dan kedua putranya sibuk mendekorasi ruang untuk anak kucing itu. Mereka dalam suasana hati yang puas melihat hasil jerih payah dan kerja sama mereka.


“Apakah kamu suka little Ge.”


Anak kucing itu tidak bisa beradaptasi dengan lingkungan barunya. Anak kucing itu terus saja mengeong.


Liana terus saja merasa kasihan dan terus memberinya makan serta elusan hangat di bulu anak kucing. Liana jadi enggan turun dari lantai tiga.


Saat Liana menuruni tangga. Liana mendengar anak kucing yang terus gelisah. Mungkin anak kucing merasa tidak aman ketika Liana pergi.


Liana panik dan kembali naik ke atas.


“Little Ge.”


Gideon yang sedang membaca koran keuangan di sofa menjadi agak kesal.


“Little. Sepertinya dia memberi nama baru. Apakah dia perlu memberikan nama pada kucing liar yang menjengkelkan itu.”


Gideon sedikit tidak senang karena ia ditinggal di lantai dua begitu lama. Perhatian Liana sekarang juga teralihkah.


“Aku benar-benar menyesal membiarkan dia memeliharanya. Apa yang baik dengan anak kucing itu? Apakah dia setampan, kaya dan jantan sepertiku?”


Pria itu menggertakkan giginya ketika berpikir.


“Mengapa aku tidak mencari kesempatan? Ketika dia tidak ada di rumah. Aku akan membawa anak kucing itu keluar dari rumah.”


Lama sekali Liana berada di lantai tiga. Saat ia menuruni tangga. Ia melihat Gideon yang masih duduk di sofa terlihat sangat kesal.


Seolah Liana mengingat sesuatu, ia tersenyum dan duduk di samping Gideon. Ia bersandar padanya.


Gideon dengan dingin melirik Liana.


Apakah dia sudah menyadari bahwa dia telah mengabaikanku?


Gideon menatap Liana dengan acuh tak acuh dan bertanya dengan nada dingin. “Apa?”


“Gideon.”


Gideon menatap Liana karena nada untuk menyebutkan namanya begitu biasa sementara nada untuk memanggil anak kucing itu terdengar manja.

__ADS_1


Pria itu iri dengan anak kucing.


Dalam kesunyian, ia memutuskan untuk langsung menuju pokok permasalahan.


“Mari kita biarkan pengurus rumah tangga tinggal di sini. Dengan begitu, mereka juga akan bisa mengurus anak kucing.”


Apakah aku membayar mereka untuk melayani anak kucing?


Liana sedikit bingung dengan wajah Gideon yang semakin suram tapi Liana tidak menyadari apa yang ada di pikiran Gideon.


“Baik.”


“Terima kasih.” Liana langsung mencium pipi Gideon. “Segera sarapan dan pergilah bekerja.”


Setelah sarapan. Gideon ke kamarnya, karena ada barangnya yang tertinggal. Saat ia tanpa sengaja melintasi cermin, ia tersadar bahwa ia belum menggunakan dasi.


“Liana, bantu aku dengan dasiku.”


“Sebentar.”


“Dia pasti berkutat dengan anak kucing itu lagi.”


“Ah benar, aku ada janji dengan Suah. Bisakah kamu, membawa Little Ge ikut bersamamu. Di rumah tidak ada siapa-siapa?”


Gideon menatap dengan tidak percaya. Matanya menatap Liana dengan serius.


“Perusahaanku melarang karyawannya membawa binatang peliharaannya.”


Liana cemberut. “Kamu adalah bosnya. Tidak ada yang berani mengatakan apa pun tentang dirimu yang membawa binatang peliharaan."


Gideon menyipit. “Ceo perusahaan memimpin dalam melanggar aturan dan regulasinya?”


Jika Liana membiarkan Little Ge di rumah sendirian di rumah, itu pasti sangat menyedihkan.


Liana dengan menyedihkan menarik ujung kemeja dan berayun. “Suami dan ayah dari anak-anak...”


Kata-kata sederhana mampu menghantam hati Gideon.


“Baiklah tapi aku mempunyai syarat."


"Baik hanya satu syarat. Katakan!”


Gideon menggeleng. “Aku ingin tiga.”


“Satu saja.”


“Tiga atau tidak...”


“Baik-baik.”


Gideon lalu menelepon seseorang beberapa menit. Setelah itu ia menutup teleponnya.


“Pelayan akan datang ke sini dalam lima menit untuk menjaganya. Aku berangkat kerja dulu.”


Gideon lantas mencium bibir Liana sekilas dan meninggalkan Liana yang masih linglung.


“Kenapa aku tidak berpikir untuk menelepon asisten rumah tangga?”

__ADS_1


...♡♡♡...


Liana dan Suah membicarakan sesuatu dalam bisikan lalu terkikik bersama. Liana sesekali menyuap kuenya dalam potongan kecil.


“Kamu mau ikut kan?”


“Apa?”


“Itu lowongan yang aku kirimkan padamu.”


“Ah, meskipun aku bosan di rumah. Gideon tidak akan membiarkan aku kerja.”


“Ah, sayang sekali. Bagaimana kalau kamu bekerja diam-diam.”


Mata Liana bergerak liar memikirkan ide yang dicetuskan oleh Suah.


"Aku takut dia akan marah.”


“Tidak jika dia tidak akan tahu. Ayolah Liana, akan sangat menyenangkan jika kita bekerja dalam satu kantor.”


“Akan aku pikirkan.”


Suah tersenyum. “Itu terdengar bagus.”


Setelah itu ponsel Liana berdering. Ia melihat siapa si penelepon dan terdapat nama Lia di sana. Liana langsung melihat ke arah Suah yang sedang meminum minumannya.


“Siapa?” tanya Suah.


“Lia.”


“Angkat saja.”


Liana langsung menerima panggilan tersebut. Dari seberang Liana dapat mendengar suara Lia yang tergagap. Seolah-olah ia ingin mengatakan sesuatu tapi tidak berani.


“Apakah ada sesuatu yang ingin kamu bicarakan?”


“Ya.”


Lia tidak mengatakannya setelah itu. Ia masih ragu untuk mengutarakan niatnya. Ia masih ingat saat pertemuan reuni kemarin. Semua orang meremehkan Liana dan memandang rendah Liana sebelum mereka tahu keadaan Liana yang sekarang.


Selama bertahun-tahun saat masih kuliah, Lili menciptakan desas-desus negatif tentang Liana. Lili mengarang cerita bahwa Liana menjadi ayam kampus. Desas-desus itu telah menyebar dan secara kebetulan Liana melahirkan seorang anak di luar nikah.


Ini menjadi bukti desas-desus yang menyebar. Orang-orang tidak mau berteman dengannya.


Dalam keadaan seperti itu, mereka semua berpikir bahwa Liana pasti menderita dan kesulitan namun tak jarang juga mereka senang atas kemalangan yang menimpa Liana.


Mereka bahkan membandingkan diri mereka dengannya.


Seseorang yang dulunya menjadi primadona kampus tapi sekarang terjebah dalam situasi yang mengerikan. Mereka merasa lebih baik dari pada Liana.


Namun pada pertemuan reuni kemarin. Semua orang tercengang. Desas-desus yang beredar seakan dipatahkan dengan fakta-fakta yang mengejutkan.


Liana sebenarnya mempunyai suami dan pria itu adalah CEO CGI Corp.


Ada gosip yang mengatakan bahwa karena Sam dan Lili telah menyinggung perasaan Liana dengan mengatakan hal-hal yang tidak menyenangkan selama reuni kemarin. Keluarga Cross langsung membuat keluarga Sam diambang kebangkrutan.


Sam meminta maaf padanya dan keluarga Sam mendapatkan semua proyeknya dan tidak jadi bangkrut.

__ADS_1


Namun setelah itu, situasi Lili terbalik.


Niat Lia untuk menghubungi Liana adalah untuk meminta kemurahan hati Liana untuk Lili.


__ADS_2