Anak Genius - The Heirs

Anak Genius - The Heirs
48. CEO Juga Seorang Karyawan


__ADS_3

Suah menyiramkan segelas anggur pada wajah Lili. Lili langsung membeku di tempatnya. Ia tampak sangat berantakkan.


Sekelompok orang merasa tercengang. Mereka tidak pernah mengharapkan suasana menjadi lebih buruk.


“Yak! Apa yang kamu lakukan?” Teriak Lili.


“Kamu bilang bahwa Liana adalah wanita murahan lalu kenapa kamu tidak melihat ke cermin.”


“Tutup mulutmu!” Bentak Sam.


“Beraninya kamu membentak pacarku!”


Jinan berdiri sambil menatap tajam Sam.


“Pacarmu yang dulu menyiramku dengan angur. Dasar wanita bar-bar.”


“Kamu menyebutku apa?” tantang Suah.


“Wanita bar-bar.”


“Kau!”


Suah langsung berdiri dan menuju ke Lili untuk mencakarnya namun sebelum ia berhasil, tangannya sudah dipegang oleh tangan Sam.


“Lepaskan aku! Pacarmu menggonggong seperti anjing gila yang terkena rabies.”


“Tutup mulutmu!”


Sam menatapnya dengan tatapan mengancam. Jinan langsung berdiri dan mendorong Sam.


“Jangan menyentuhnya dengan tangan kotormu,” ucap Jinan ia melindungi Suah ke sampingnya.


Pria itu berbalik untuk memegang tangan Suah dengan hati-hati untuk memeriksanya. Saat ia melihat kulit Suah yang berwarna merah akibat cengkeraman Sam, ia ingin sekali memukul Sam.


“Berengsek!”


Jinan berbalik dan memukul wajah Sam. Sam yang tak siap langsung terjatuh dan tersungkur ke meja.


“Ahh!”


“Apa yang kamu lakukan? Beraninya memukul pacarku!”


Lilu berdiri dengan marah. Ia langsung membantu Sam untuk berdiri.


“Suah, pacarmu benar-benar brutal.”


Lili langsung pergi ke arah Suah dan ingin menamparnya. Namun sebelum berhasil, Jinan sudah mendorong pelan Suah untuk melindunginya. Tangan Lili ditanggap oleh Jinan dan disentaknya dengan keras.


Lili kehilangan keseimbangannya dan jatuh ke lantai.


Sam semakin murka karena merasa dipermalukan. Ia langsung memberi bogem pada Jinan. Untungnya Jinan gesit dan dapat menghindar. Perkelahian tak bisa dihindari.


“Berhenti berkelahi.”


Kerumunan yang berdiri tak bisa berkutik. Mereka hanya berdiri sambil menonton.


Lia melirik pria yang masih diam berdiri sambil mengamati. Sikap acuh tak acuhnya membuatnya seolah-olah pihak yang tidak pernah terlibat.


“Bagaimana bisa pria ini masih bersikap santai?”


Lia tiba-tiba yakin bahwa pria ini bukan pria yang sederhana seperti yang Liana katakan.


Perkelahian itu menghancurkan segalanya. Meja terbalik. Piring-piring hancur. Semua tampak berantakkan.


Lili yang tak tega melihat Sam dipukuli langsung menggigit lengan Jinan. Melihat pacarnya digigit, Suah langsung menjambak rambut Lili.


“Lepaskan aku!” teriak Lili.


“Tidak akan!”


“Hanya demi Liana kenapa kamu sampai berbuat seperti ini. Lihatlah pacar temanmu, tidak sepertimu. Dia bahkan tidak marah!”

__ADS_1


Suah langsung melihat ke arah Gideon. Tak hanya Suah tapi semua orang memandang Gideon yang tampak tenang.


Suah langsung melepaskan tangannya dari rambut Lili dana berjalan ke arah Gideon dengan kesal.


“Kenapa kamu tidak marah? Dia sudah mempermalukan Liana.”


“Bagaimanapun juga, manusia tidak bisa berkomunikasi dengan anjing gila.”


Kata-katanya mengejutkan semua orang.


Sementara itu pasangan Sam dan Lili tampak lebih marah.


“Apa yang kamu katakan? Apakah kamu baru saja mengejekku? Apakah kamu tahu siapa aku?”


Sam langsung berjalan ke arah Gideon.


“Apakah kamu tahu latar belakang keluargaku?”


Setelah kalah dari Jinan, Sam berusaha memenangkan kembali harga dirinya melalui Gideon. Meskipun ia tidak mampu menyinggung Jinan tapi ia bisa menyinggung pria yang hanya bekerja sebagai karyawan.


“Aku tidak tahu.”


“Kamu pasti tahu keluarga Alexander.”


“Aku baru dengar.”


Seseorang pemilik tempat acara reuni datang karena mendengar keributan. Ia melihat tempatnya kini berantakkan. Ia menderita kerugian yang besar karena fasilitasnya rusak.


“Apa yang terjadi di sini?”


Jinan melihat pria paru baya dan senyumnya langsung terbit.


“Paman.”


Semua orang terkejut mendengar Jinan berbicara dengan pria itu. Sam membelalakkan matanya dan tidak percaya.


“Ini hanya kesalahapahaman.”


“Jinan, apa yang kamu lakukan di sini? Dan apa yang terjadi di sini?”


Jinan melirik Sam dan Lili. Ia tidak ingin kabar ini menyebar dan menjadi perbincangan. Ia akan sangat malu jika ada berita bahwa keluarga sultan Jinan terlibat perkelahian dengan orang kaya baru.


“Ini hanya kesalahpahaman.”


“Ya, hanya salah paham.” Sam mengangguk dengan penuh semangat.


“Begitu. Kamu sudah dewasa jangan berbuat onar lagi.”


“Baik, paman.”


Pria paru baya itu berbalik dan Sam langsung memblokir jalannya.


“Ada apa?”


“Pak, hari ini adalah acara reuni kelas pacarku. Seharusnya ini menjadi reuni yang bahagia. Tapi karena satu orang acara reuni menjadi buruk. Pak, tolong kirim orang untuk mengusirnya. Itu dia! Keributan hari ini dimulai olehnya.”


Kali ini Sam mengabaikan tanggung jawab dan mengalihkan semua kesalahan pada Gideon. Ia ingin melampiaskan kemarahannya dengan mengusir Gideon dengan cara yang memalukan di depan semua orang.


Pria paru baya itu melihat pria yang berdiri dengan tenang dan tidak mengatakan sepatah kata pun. Punggungnya yang tegak seakan memancarkan aura dingin dan serius.


“Siapa kamu?”


Gideon tak menjawab. Ini membuatnya mengerutkan alisnya.


“Beraninya kamu mengabaikanku!”


Gideon tak menggubris dan malah duduk dengan santai.


Karena itu dengan satu pandangan, para pengawal di sekitarnya menerima isyarat dan mulai berjalan ke arah Gideon.


Melihat itu semua, Sam dan Lili diam-diam senang dan ingin melihat pemandangan Gideon dan Liana diusir.

__ADS_1


Setelah pengawal itu kontak mata dengan Gideon. Pengawal itu terdiam di tempatnya. Pengawal itu langsung berbalik dan memberikan bisikan pada bosnya.


Pria paruh baya itu langsung mendatangi Gideon.


“Ini adalah kehormatan Tuan Muda Cross datang kemari.”


“Aku di sini untuk menemani wanitaku dalam reuni ini.”


Semua orang tercengang dalam adegan tak terduga itu. Mereka saling menatap.


Jinan yang melihatnya ikut terperangah. “Apa sebenarnya identitas pria ini?”


“Sudah lama Tuan Alshad.”


“Ya, aku tidak pernah berpikir bahwa aku bertemu Tuan Muda Cross. Maafkan aku karena tidak menyapamu. Aku tidak mengenalmu lebih awal.”


“Aku dengar seseorang ingin mengusirku?”


“Siapa yang beraji? Karena Tuan Muda Cross di sini, sekarang kamu adalah tamu kehormatanku.”


Tercengang oleh tatapan tajamnya, Sam dengan cepat menundukkan kepalanya. Ia meremas tangannya.


Liana kembali dari kamar mandi. Saat memasuki ruangan ia terkejut melihat beberapa pelayan sedang membersihkan kekacauan yang ia tak tahu sebabnya.


Ia melihat Lili dan Sam duduk di kursinya dengan gelisah. Suah dan Jinan duduk di samping. Ia mengedarkan pandangannya lagi untuk menemukan Gideon.


Saat ia berjalan, semua orang menatapnya. Melihatnya dengan cara yang tak terduga.


“Apa yang terjadi?”


“Kenapa kamu lama sekali di kamar mandi?”


“Perutku sakit jadi aku butuh waktu lama tapi mengapa meja terbalik seperti ini? Apa sesuatu baru saja terjadi? Apa terjadi gempa?”


“Tidak! Bukan gempa tapi ini lebih dari menggemparkan. Lili sudah berbicara hal buruk tentangmu.”


“Jangan bicara omong kosong,” ucap Lili.


“Apakah aku bicara omong kosong? Siapa yang bicara mengatakan Liana sebagai wanita simpanan dan ibu tunggal? Pokoknya dia bicara buruk tentangmu.”


“Jadi kalian berkelahi?” tanya Liana menyipitkan matanya.


Suah tersenyum lalu tertawa.


“Dasar.”


“Oh, kamu tahu dimana dia?”


“Pacarmu bersama Pak Alshad.”


“Pak Alshad? Siapa dia?”


“Dia pemilik tempat ini sekaligus paman Jinan.”


“Liana sebenarnya siapa pacarmu? Pemilik tempat ini sangat hormat sekali dengannya. Aku mendengar bahwa pemilik tempat ini memanggilnya Tuan Muda Cross?”


Liana mengangkat alisnya tapi ia tidak ingin mengakuinya.


“Liana, kami memiliki sedikit kesalahpahaman. Tolong jangan pedulikan mereka. Aku tidak tahu...bahwa suamimu memiliki status yang tinggi. Bukankah kamu mengatakan ia hanya karyawan.”


“Ya memang benar. Dia seorang karyawan di perusahaan.”


“Tapi...”


“Lili, seorang CEO masih seorang karyawan di sebuah perusahaan,” ucap Liana.


“Siapa nama suamimu? Aku mendengar paman memanggil Tuan Muda Cross,” ucap Jinan sambil berpikir.


Kerumunan kembali berbisik.


“Tidak mungkin kan?”

__ADS_1


“Gideon Cross. Aku pernah mendengar nama ini. Dia keluarga Cross dan presdir Cross Corp.”


__ADS_2